Ramadhan II

56 11 0
                                        


















03.30, Kost Garuda



Aiyaiya June mangan watu Aiyaiya June mangan watu Aiyaiya June mangan watu ngik ngik ngik!

Alarmnya Bobby bunyi. Keras banget. Sampe kamar sebelah--kamarnya Jinhwan--aja denger alarm itu. kalo si June mah jangan ditanya. Dia mah belum bangun pastinya.

Yang punya alarm malah belum juga bangun. Apalagi yang nggak pasang alarm coba.

Tapi si Jinan ini peka banget anaknya. Dia bangun, padahal yang bunyi bukan alarm dia.

"Woy! Bangun woy!" seru Jinhwan sambil ngetuk-ngetuk pintu kamarnya Bobby.

Gimana nggak sumpek kalo yang bikin alarm Bobby malah yang bangun Jinan. Mana Bobby nggak mau matiin alarmnya. Bisa-bisa pecah itu gendang telinga kesayangannya itu. Dia juga ngetuk-ngetuk pintu kamar anak lainnya. Biar pada bangun.

Jinhwan jalan ke kamar mandi. Mau buang air kecil sama cuci muka. Pipinya yang putih udah ada putih-putih ileran.

"Sekarang sahur pake apa?" Yunyheong muncul langsung duduk di meja makan.

"Lah, bukannya lo yang masak?" Jinhwan malah balik nanya.

"Kata siapa?" Yunyheong berdiri. "Masih ada stok mi nggak?"

"Coba aja buka sih," ucap Jinhwan nyuruh buat buka lemari makanan.

"Nggak ada, Nan."

"He?!" June udah bangun ternyata. Langsung histeris.

"Kita sahur pake apaan coba?" tanya Jinhwan.

Hanbin barusan dateng ke dapur langsung paham apa yang terjadi. "Bang, minjem Betty, kuncinya dimana?"

"Di nakas," jawab Jinhwan. "Lah, Vania kenapa?"

"Sayang kalo bensinnya habis." Hanbin udah buru-buru ke warung aja.

Sekedar ngasih tahu, Betty itu nama motornya Jinhwan. Kalo Vania nama motornya Hanbin.

Mau tau yang lain?

Motornya Bobby namanya Reva, yang sering ngambek. Motornya Yunyheong namanya Sonia. Motornya Donghyuk namanya Mega Pratiwi, biasanya sih dipanggil Mega doang. Motornya June namanya Supri, nggak susah susah amat.

Cerita ini hanyalah fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat, nama dan juga certia adalah hanya kebetulan semata dan tidak ada unsur kesengajaan, terima kasih.

Kembali ke cerita. Check it out yo!

Hanbin udah pergi begitu saja. Niatnya sih ke warteg, tapi apa daya wartegnya masih pada tutup. Alhasil dia cuma masuk ke Indoapril beli mi.

Hanbin sekalian beli banyak. Buat stok di masa depan.

Masa depan apaan. Belom sampe sebulan palingan udah habis.

"Ini, Mbak," ucap Hanbin sambil menyodorkan keranjang isi beberapa mi-nya.

"Nggak sekalian pulsa? Kita ada promo lho ka-"

"Udah, kelamaan. Cepet keburu imsak."

"Total semuanya 52.300, Kak."

Hanbin merogoh saku celananya. Kosong.

Bentar, ulangi lagi.

Hanbin merogoh saku celana kanan kiri depan belakang.

Tetep kosong.

"Mbak, maaf, utang dulu boleh?"

"Utang gimana maksudnya? Masnya nggak bawa duit?"

"Iya, mbak. Hehe."

iKON ANAK SEKOLAHANCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang