Park Jiyeon
"Oke, cukup. " ucap Park Jiyeon jengkel. Maksud hati ingin menghindari rengekan sang ibu dengan menerima perjodohan itu, Jiyeon justru terjerumus masuk ke dalam dunia mesum sang fiance yang tidak bosan-bosannya menjadikan kata "making lo...
Sorry buat pembaca setia Ma PervertFiance, aku lama nggak update karena fokus sama kerjaan kantor. Stamina juga jadi merosot karna cuaca yg nggak banget. Walaupun aku belum punya waktu kosong, tapi aku coba sempetin buat nulis dan mempersembahkan cerita ini untuk para bucinnya Do Hwan. So, happy reading...
**
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Park Jiyeon meremas keduanya tangannya yang putih, pucat dan dingin. Jiyeon seperti itu bukan karena persiapan pernikahannya yang mepet menjadi kacau balau, justru persiapan H-7 nya tergolong rapi dan komplit. Setidaknya sang ibu masih sempat menyewa pendeta dan catering. Tidak lupa bantuan Esom yang berhasil mendapatkan 30 kamar di villa milik mantan cem-cemannya di Jeju. Yep, pernikahan super cepat ala Jiyeon dan Do Hwan akan dilaksanakan di pulau Jeju, tepat di pinggir pantai. Jiyeon sengaja mengusung tema outdoor demi meminimalisir waktu mendekor ruangan.
Pada hari ini tepat pernikahannya akan dilangsungkan pukul 10 pagi. Esom sudah selesai dengan tugasnya merias wajah si sobat yang sangat terlihat gugup. Gaun putih cantik yang berhasil disewa tepat kemarin malam pun sudah melekat pada tubuh ramping Jiyeon.
"Gue boleh ketawa nggak sih ngeliat lo gemeteran kayak gitu?" tanya Esom disela-sela ketegangan yang sedang Jiyeon rasakan.
"Nanti juga lo bakal ngerasain apa yang gue rasain," tukas Jiyeon emoh meladeni ledekan Esom lebih panjang lagi.
Mendengar ucapan Jiyeon, membuat Esom spontan terdiam. Jiyeon yang merasa sudah salah bicara spontan memegang tangan Esom.
"Sori, gue salah ngomong ya?" tanya Jiyeon seraya menatap perubahan wajah Esom.
"Nggak tau deh, belakangan ini mood gue lagi kacau banget," jawab Esom seraya duduk berhadapan dengan Jiyeon. "Apalagi kalo udah ketemu obrolan yang menyinggung soal percintaan dan pernikahan."
Jiyeon terdiam, mencoba berpikir maksud ucapan Esom.
"Kalau lo udah yakin sama perasaan lo ke Kang Joon, mending langsung aja deh..."
Esom terkesiap mendengar ucapan Jiyeon.
"Langsung apaan maksud lo?" tanya Esom masih dengan mata terbelalak.
"Langsung menyatakan perasaan lo lah..." jawab Jiyeon. Udah deh, Jiyeon udah tau penyebab gelagat gak beres Esom belakangan ini.
Esom langsung menggeleng cepat.
"Bisa gila gue kalau sampe Kang Joon tau..."
"Permisi..." Suara yang tak asing di telinga Jiyeon dan Esom terdengar di sela-sela ucapan Esom.
Esom sontak terbangun dari kursi yang didudukinya. Dengan gerakan kikuk, Esom menyambar tas tangannya lalu berkata, "Ji, gue keluar duluan ya."
Melihat gelagat Esom, Jiyeon hanya bisa mendesah dan menatap maklum.