13. Masa lalu yang datang

36 5 21
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Mungkin semesta menghadirkan seseorang dalam hidup memang untuk menutupi luka lama, dan saling membahagiakan.

Ntah kebahagiaan itu akan berlangsung selamanya, atau hanya berlangsung sedikit lebih lama.

—🌛🌛🌛—

Hari ini ulang tahun sekolah, aku tidak termasuk orang yang sibuk. Aku hanya duduk-duduk santai dipinggir lapangan menikmati acara. Walau hari mulai panas, itu membuat kepalaku pusing.

"Son, lo di cariin Bella." ucap Adel saat aku masih fokus dengan anak yang sedang lari estafet. Dengan tampang bingung aku berfikir tidak ada temanku yang bernama Bella.

"Bella?"

"Bella sungkawa. NGAHAHAHAHA." tawa Adel pecah, sampai semua orang yang berada di samping kami menatap kearahnya.

"Ga lucu Son?" tanya Adel sekejap menghentikan gelak tawanya. Aku menatapnya sinis lalu kembali menonton.

"Receh lo!"

Setelah beberapa meniit lomba lari estafet itu selesai. Aku bergabung dengan temanku yang sedari tadi sudah asik makan makan dikelas, "Rey ga beli apa-apa?" Tanyaku heran melihatnya yang datang hanya dengan tangan kosong.

"Gue masih radang." Ucapnya, aku hanya meangguk lalu mengambil makanan Adel.

"Udah ini ciki samaan aja." sambung Adel. Menyodorkan makanannya kearah tengah. Anak yang baik.

"Ga ah, neguk air liur aja gue sakit." ucap Audrey, wajahnya memang pucat sedari tadi.

"Lagian air liur lu telen, peju noh telen." ucap Adel tertawa dengan makanan masih di mulutnya.

"Duh omongannya." Ucapku sambil memukul Adel.

"Omongan lu di jaga napa Del." marah Audrey yang juga langsung memukul Adel. Double kill.

"Sonya tuh yang ngajarin."

"Mana ada anjir."

"Lo aja sana makan peju!" ucap Audrey raut wajahnya kesal. Aku hanya tertawa kecil.

"Suruh makan ee aja Rey." Ucapku.

"Jorok lu pada!"

—🌛🌛🌛—

Sekitar jam empat sore akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Lomba basket antar kelas. Aku sangat mendukung Genta kalau tentang bakatnya. Dia keren.

[END] My Home. Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang