-ASHLEY POV-
Setelah insiden di Starbucks itu aku langsung menuju tempat ayahku menunggu. Ayah sempat bertanya apa aku telah menghabiskan starbuckku kujawab iya (bajuku sudah kukeringkan saat keluar dari sana).
jadi sekaranga aku berdiri disini memandangi rumah baruku yang terletak di tengah kota. rumah ini tidak besar, dan tidak kecil juga. tapi kabar baiknya adalah terdapat kolam renang mini di halaman belakang rumah ini.
"Kau pilih saja kamar untukmu dulu, lalu kita akan makan malam" Ayah mengangkat kardus-kardus itu masuk.
"Sini biar kubantu. yang ini sepertinya berat" aku membantu ayah mengangkat kardus jumbo ini masuk.
baiklah, sepertinya ini calon kekasihku. cukup lebar dan letaknya strategis. memiliki jendela besar menghadap jalan, terdapat di lantai dua. seperti yang kuharapkan. satu hal lagi yang kubenci dari pindah rumah : menata ulang kamarku. bagaimanapun aku dan kamar lamaku sudah memiliki chemistry yang kuat, dan aku harus membentuknya dari awal lagi. baiklah kedengarannya konyol mengingat ini hanyalah sebuah kamar. tapi percayalah, aku sangat menyayangi kamarku.
pintu kamarku diketuk dari luar.
"masuk, tidak dikunci"
ayahku masuk, "hey kau tidak ingin mengunjungi tetangga kita?"
aku memiringkan bibirku, "kurasa tidak saat ini, aku sedang memikirkan bagaimana menata ini semua"
Ayah melihat barang-barangku yang lumayan berantakan.
"baiklah, hey jangan lupa kita besok akan ke sekolah barumu. dan kau benar soal kamar ini..semoga beruntung" ayah tersenyum lalu menutup pintu.
########################
"hey laura apa kabar?" tanyaku saat facetime dengan laura.
"kabarku baik sekali. kau apa kabar?"
"aku baik. em,, sebentar lagi aku akan berkeliling. mau ikut?" tanyaku.
laura menyibak rambutnya, "maksudmu kesana?"
aku menepuk jidatku, "tidak, kau melihatku dari sini" aku menyengir
laura bergerak terlalu banyak hingga aku tidak dapat melihat ekspresinya saat ini. "yaampun Laur! tidak bisakah kau berhenit bergerak? kau bisa merusak mataku !"
"YA TUHAN !! AAAHH " ia berteriak. berteriak sungguhan sampai-sampai aku harus melepas earphoneku. dan ia semakin bergerak.
"ada apa laura??? kau baik saja?? katakan padaku !!"
ponselnya tetap bergoyang-goyang jadi aku tidak dapat melihat apa yang terjadi. tapi kurasa ia sedang berdiri dan memukul sesuatu di lantai.
" MATI KAU !! kmakhluk kurang ajar !" ponselnya mulai tenang, aku dapat melihat wajahnya kembali dengan normal sekarang.
"maaf ashley tadi aku melihat kecoa. kau tau makhluk menjijikan itu hampir masuk ke bajuku"
lalu kami tertawa.
#########################
sumpah part ini garing banget -_- lagi gak ada pencerahan (efek uts mungkin :v ) tapi janji deh setelah part ini bakal ada yang muncul :D
jangan lupa vote ;)
KAMU SEDANG MEMBACA
Don't Touch He's Mine !
Fiksi PenggemarNamanya Ashley Cranham. Hidupnya sangat tertata rapi dengan masa depan cerah. Sampai ia bertemu Matthew Espinosa yang mengubah alur hidupnya. sebenarnya ia bisa saja menolak permohonan Matt itu, tetapi seperti dapat membaca masa lalu, ia bersedia m...
