Tinggalin jejak yuhu**
"Brisik!" Ucap Efrans kesal.
"Lo mau culik gue ya?" Fani melepaskan tangan Efrans yang sedari tadi membungkamnya.
"Idih ogah! Lo jelek" Efrans menertawakan Fani yang sedari tadi menatapnya kesal.
"Kalo gue jelek,terus ngapa lo bawa gue ke parkiran kalo bukan mau nyulik gue?pake acara nutupin mulut segala lagih! Tangan lo bau ikan asin tau gak?" Fani tertawa lepas.
"Gue mau ngajak lo pulbar,udah sore nih! Lagian jam segini mana ada angkot" Efrans menjelaskan kekhawatirannya.
Fani peka akan hal itu,ia masih tidak percaya seorang Efrans seperti ini kepadanya. "Pan,kenapa gak dari dulu si lo kaya gini" Fani membatin.
"Nggak ada angkot busway atau taxi juga jadi" Fani terkekeh kecil.
"Mana kartu E-money nya coba" Efrans menanyakan syarat penggunaan trans bus itu."Terus kalo pulang naek taxi emang uang lo cukup? Ahaha gue tau uang lo udah abis kan?"sambung Efrans.
"Nah itu, gue lupa bawa. Hiya lo tau aja si duit gue abis hha" Fani menggaruk tempurung kepala nya yang tidak gatal.
****
Cukup lama mereka bergurau di parkiran hingga mereka tidak menyadari sekarang sudah pukul 17.00
"Yeeh udah sore nih! Lo si ngajak ngomong mulu,ayo pulang betah banget ngerumpi" Efrans menyikut lengan Fani
"Naek apa? Jalan kaki pan? Yaa ALLOH udah sore nih,halte busway jauh,pokonya kalo gue cape lo harus gendong titik" Fani mengekspresikan mukannya melas.
Efrans lalu menggebrak pelan mobil yang sedari tadi ia senderi bersama Fani."Naek mobil lah" ucap Efrans.
"Ini mobil lo? Ah gak mau! Lo ntar ugal ugalan di jalan" Fani mendecak Efrans.
"Lo mah gak percayaan banget si ama gue. Yo ah ngebacot mulu dari tadi" Efrans langsung membukakan pintu mobil samping kiri untuk Fani.
Fani menatap Efrans heran. "Udah gak usah bengong,gue bukain pintu takut lo gak bisa bukanya" Efrans membukakan pintu mobilnya sembari tertawa.
Fani segera duduk di kursi depan samping Efrans dan memasang safety-belt.
Selama perjalanan Fani tidak mengobrol satu kaliamt pun sampai akhirnya Efrans yang membuka pembicaraan awal.
"Lo lulus SMA mau kuliah apa kerja?" Tanya Efrans memecahkan keheningan yang ada.
"Kuliah lah!" Jawab Fani simpel.
"Kuliah di mana?" Tanyanya lagi.
"Ish lo mah kaya polisi dah ngintrogasi mulu" ucap Fani seraya memegangi gantungan kunci yang berbentuk boneka Doraemon yang terpasang di spion tengah atau real view mirror itu.
"Mau?ambil aja! Gue gak butuh!" Efrans langsung peka.
"Lo beli? Beli di mana?" Ujar Fani yang masih memegangi boneka tersebut.
"Gak. Gue gak beli! Caca yang ngasih itu ke gue Dulu!." Efrans mengatakannya jujur.
"Kenapa, bukannya ini pemberian dari pacar lo?" Ujar Fani.
Efrans pun menghela nafas sekejap."sekarang tinggal lo yang kaya polisi nge-introgasi gue" ucap Efrans yang matannya masih menatap jalanan.
"His Efrans,gue beneran nih?" Fani membalikkan wajah dan menatap Efrans.
"Caca bukan pacar gue lagi,kita udah lama putus" ucap Efrans santai.
Fani terdiam untuk kesekian kalinya,dan memegangi gantungan kaca yang di genggam di tangannya. Fani hanya berharap semoga apa yang di ucapkan Efrans itu benar adanya. Fani berharap kepada Efrans seutuhnya. Fani berharap semoga harapannya kali ini tidak putus di tengah jalan. Dan semoga saja Efrans tau bahwa ada satu hati yang menunggu nya selama ini.
Tak beberapa lama akhirnya Fani sampai di depan rumah.
Fani melepas safety-belt dari mobil Efrans. Saat Fani akan membuka pintu mobil,"good night Fan" ucap Efrans lirih.
Fani hanya membatin,"gue gak budeg! Gue gak mungkin salah denger! Apa iya Efrans mengucapkan kata itu?".
Fani berbalik dan menatap mata Efrans lekat. Efrans pun berpura pura memasang muka datar dan seperti yang biasa saja.
"Gue masuk dulu,ati ati pan." ucap Fani. Lalu ia pun turun dari mobil Efrans.
Namun sesaat Fani membalikkan badannya."eh gue lupa astagfirullah,makasih Efrans" Fani tersenyum dan segera kembali membalikkan badannya.
Efrans mengangguk lirih. Ia langsung menancap gas mobilnya,hingga perlahan hilang dari pandangan Fani.
****
Saat Fani membuka pintu,ternyata pintu itu masih terkunci. Dan Fani tau betul letak kuncinya di mana,bawah keset kaki tepatnya.
Mobil Esti mama' nya Fani pun tak ada di garasi. Mungkin ibunya pergi ke acara arisan seperti biasanya.
Fani segera masuk. Dan terlihat selembar kertas tertulis ttd Esti di sana yang memberitahukan bahawa ia ada acara arisan dengan teman temannya di atas meja tamu.
"Mamah kaya yang gak biasanya aja pergi. Lagian sekarang udah canggih kali mah ada gadget. Bahkan gadget mamah lebih canggih dari pada aku" Fani membatin dalam hati.
Fani masuk ke kamarnya dengan penuh rasa penat. Mandi? Ah Fani tidak serajin itu. Tanpa mengganti pakaian nya sepulang sekolah, Fani langsung rebahan di tempat tidurnya. Menutup wajahnya menggunakan bantal, berharap mata yang sudah memerah pun dapat terpejam walau sebentar.
Namun usahanya sia sia. Fani tak mampu memejamkan kedua matanya. Setiap Fani mencoba memejamkan mata, Fani selalu teringat tiap detikan ia menatap mata Efrans.
Fani tak kuasa menahan rasa yang selama ini ia pendam kepada lelaki itu. Setiap matanya mencoba menutup,setiap detiknya ia akan memikirkan lelaki itu.
Sampai pada akhirnya,foto 1 tahun lalu yang sengaja ia simpan untuk di cuci pun menemaninya. Foto selfie yang sewaktu itu Fani dan Efrans menjadi presenter acara perpisahan kelas 12 tahun angkatan kak Caca. Fani terus memandangi wajah Efrans dalam foto sedari tadi. Efrans tidak pernah tau kalo Fani menyukainya samapi selama ini.
"Terkadang ada saja ceritanya,seseorang yang kita cintai tidak menyadari bahwa sebenarnya dirinya itu sedang di cintai"
Air mata Fani mengalir hangat di pipi. Entah mengapa sebabnya ia menangis. Mungkin Fani hanya teringat saat saat di mana Efrans yang dulu secara tidak sadar menyakiti batinnya dan sekarang malah berbalik ia menjadi dekat dengan Fani.
Sungguh waktu itu merubah semuanya. Bumi terus berotasi, layaknya roda yang berputar. Ia tak akan terus di atas melainkan akan turun berputar ke bawah. Dan sedangkan roda yang di bawah,ia tak akan selamanya ada di bawah melainkan ia akan berputar dan naik ke atas.
A/n: aduh guys maapin nih nggak maksud "anu" yah 😂,makasih lo yang udah baca. Jangan bosen bosen ya^^. Thk for reading 😭❤

KAMU SEDANG MEMBACA
jealous
Teen FictionPria berdarah dingin sedingin es balok,dan ia pria cuek se jagat raya. Pria ter anti terhadap wanita dengan sifatnya yang sedikit posesif dan pencemburu, efrans. Mengapa efrans bisa menyukai wanita yang satu ini. Karena wanita yang satu ini menurut...