Semua sudah Shena pikir dengan mantap. Bahwa dia memutuskan untuk memulai hidup baru di lingkungan lain. Meninggalkan segala kenangan masa lalu bersama Alfa. Bukan berlari dari kenyataan, hanya saja dia butuh suasana baru untuk mempersiapkan hati kembali.
Dia hanya perlu berbicara dengan Raditya dan keluarganya. Sedangkan Arini, sudah memutuskan untuk ikut ke manapun Shena pergi. Karena saat ini, hanya Shenalah yang Arini miliki.
"Kapan mau bicara pada Raditya tentang rencanamu, Shena?" ucap Arini di sela-sela aktivitas sarapan mereka.
"Hari ini. Lebih cepat lebih baik, bukan?"
"Ya, semoga Raditya tetap mendukung keputusanmu. Lalu bagaimana dengan Alfa dan Bunda Risma?"
"Entahlah, Ar. Mungkin setelah bicara dengan Raditya, baru aku akan berpamitan pada Bunda."
**
Di sinilah Shena sekarang, di kafe dekat kantor Raditya. Setelah tadi dia mengirim pesan padanya untuk bertemu di jam makan siang.
Apa yang dikhayalkan tak selalu sesuai dengan kenyataan. Sama seperti yang Shena alami saat ini. Sulit ternyata menjelaskan kepada Raditya tentang keputusannya.
"Memulai lembaran baru tak harus berlari dan menjauh, Shena! Aku bisa memberimu memori baru meskipun kita berada di tempat yang sama seperti yang dulu kamu lalui bersama Alfa."
"Tapi, Dit ...."
"Tidak ada tapi-tapian, Shena. Aku memang tak punya hak untuk melarangmu pergi. Tapi aku berusaha memperjuangkan masa depan kita. Sudah pernah kehilanganmu sekali. Maka, saat ada kesempatan aku tak ingin menyia-nyiakannya."
"Kita mulai hidup baru di sini, berdua. Aku janji tak akan membiarkanmu terjatuh untuk kedua kali." Raditya berkata sambil menggenggam tangan Shena.
"Aku tahu ini terlalu cepat untukmu. Tapi tidak bagiku, Shena."
Shena memperhatikan wajah Raditya yang penuh dengan gurat kegelisahan. Dia masih terdiam, bingung. Hanya mampu mendengarkan ungkapan Raditya yang tiada henti.
Tanpa Shena sadari pipinya telah basah oleh air mata melihat kesungguhan Raditya.
"Jangan pergi, Shena. Karena ada aku di sini yang menjanjikan masa depan untukmu. Jika sudah jodoh, tak peduli berapa lama atau singkat sebuah pertemuan."
"Aku hanya tidak ingin Alfa datang dan berusaha untuk kembali. Jika pergi dapat memberi jarak untuknya menemuiku, maka akan kulakukan. Karena aku tidak ingin menyakiti siapapun, Dit."
"Hei, dengar, kamu harus percaya padaku. Kita hadapi bersama jika kamu memang yakin ingin menuju masa depan denganku." Raditya menghapus bulir air mata yang masih membasahi pipi Shena menggunakan ibu jarinya.
"Aku tanya sekali lagi, Shena, maukah kamu menjadi pendampingku menghabiskan sisa hidup ini bersama?"
Di hadapannya kini ada seorang lelaki dengan kesungguhan hati menawarkan masa depan bersama. Shena tak dapat membendung air mata kebahagianya. Dia mengangguk pelan sebagai jawaban.
Raditya pun tersenyum bahagia mendapatkan jawaban dari Shena.
"Minggu depan aku akan menyuruh orang tuaku untuk melamarmu dan menentukan tanggal pernikahan."
"Nggak kecepatan kalau langsung menentukan tanggal?"
"Nggak, lah. Kita, kan, masih perlu mengurus berkas-berkas nikah. Itu memakan waktu juga. Kita saling kenalnya setelah menikah saja."
Tanpa sadar Shena mengangguk. Raditya yang melihat jadi tersenyum lebar mendapat respon positif dari Shena.
***
Seminggu telah berlalu. Tepat hari ini keluarga Raditya akan datang. Shena terlihat cantik dengan balutan dress tosca selutut. meskipun tak nampak jelas, tapi dapat terlihat ada kegelisahan diraut wajahnya.
Setelah kepulangannya bertemu Raditya waktu itu, Shena menemui Alfa dan Bunda Risma di kediamannya. Setelah menjelaskan panjang lebar, beruntung orang tua Alfa mendukung semua keputusan Shena. Meskipun Alfa sendiri masih terlihat enggan melepas Shena untuk lelaki lain.
"Sungguh, tak ada lagi kesempatan untukku, kah? Aku janji akan berubah, Shena!"
"Mas, aku sudah memaafkanmu. Namun untuk melupakannya ... maaf, Mas, aku belum bisa! Masih terasa sakit di sini," kata Shena sambil menepuk-nepuk dadanya.
"Aku tidak pernah membencimu, Mas. Hanya kecewa dengan apa yang telah kamu lakukan padaku. Cobalah untuk mengikhlaskan, Mas. Shena yakin, di luar sana, akan ada wanita terbaik yang mau menerimamu. Jika saat itu tiba, ingat Mas, jangan sakiti dia seperti kamu menyakitiku!"
"Berubahlah, perbaiki sikapmu, tapi semua itu bukan demi Shena. Menjadi lebih baiklah untuk dirimu sendiri, Mas!"
"Kamu harus ikhlas, Alfa. Ini semua hasil dari perbuatanmu. Lepaskan Shena. Biarkan dia bahagia dengan kehidupannya yang baru." Nasihat Bunda Risma untuk Alfa.
"Nak, dengan siapapun kamu menikah nanti, Bunda tetap menganggap kamu anak perempuan di keluarga ini. Pulanglah ke sini jika suatu saat kamu butuh tempat untuk kembali. Pintu rumah ini selalu terbuka untukmu," ucap Bunda Risma, kemudian mereka berpelukan. Sedangkan Alfa masih menunduk terdiam bak seorang pengecut.
Akhirnya Shena merasa lega setelah berbicara dengan Alfa dan keluarganya. Suara Arini yang memberitahukan jika keluarga Raditya sudah datang, mengembalikan kesadaran Shena.
Acara Pun berlangsung lancar, orang tua Alfa datang sebagai keluarga Shena. Karena dia sudah tidak memiliki keluarga satupun. Tanggal pernikahan pun sudah ditentukan. Dua bulan kemudian akad nikah akan dilaksanakan. Semua persiapan pernikahan akan disiapkan oleh pihak lelaki. Shena hanya perlu fitting baju, memilih cincin dan undangan pernikahan.
Senyum kebahagian terpancar dari seluruh pihak yang hadir. Kecuali seseorang yang sedari acara dimulai hanya diam. Aura kesedihan terpancar jelas di wajahnya.
End
Ceritanya sudah ending, ya! Maaf kalau tidak sesuai dengan keinginan para readers Watty. Akhirnya setelah hampir satu tahun bulan depan🤭. Insya Allah masih ada satu part lagi 'Epilog' tapi ga janji cepat, ya! insya Allah saya usahakan secepatnya. Jangan dihapus dulu dari reading story kalian, soalnya sesuai janji, setelah tamat akan saya edit lagi cerita dari awal.
Terima kasih banyak untuk para readers yang udah setia baca, vote dan koment di cerita ini. Padahal udah aku gantungin ga tahu berapa lamanya, maaf🙏🏻.
Salam sejahtera dan semoga selalu dalam lindungan-Nya untuk semua sahabat Watty.
Salam sayang untuk tim RaShen
Salam ikhlas untuk tim AlShen
Salam semoga segera didekatkan jodoh untuk tim Jomblo🤭😁
Akhir kata, saya mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan di hati readers semua🙏🏻.
Hongkong, 28 Juni 2019.
KAMU SEDANG MEMBACA
BADAI PERNIKAHAN (End)
Roman d'amourJika takdir berkata kita tak bisa lagi bersama, maka aku berharap digariskan pada takdir yang indah. (Shena) *Keseluruhan isi cerita belum di edit.
