'Astaga Choi Yuna! Aku hampir menyusulmu akhir minggu ini kalau kamu terus-terusan mengabaikanku'.
Yuna terkekeh sambil menyeruput coklat panasnya ketika mendengar suara sahabatnya. Gadis itu akhirnya memutuskan menelepon Jungkook karena terlalu kalut. Pasalnya sudah tiga hari ini ia merasa tidak tenang. Ia bingung harus bercerita pada siapa.
'Kamu baik-baik saja kan?'. Yuna hanya bergumam.
'Tidak ada yang ingin kamu ceritakan?'. Jungkook terus mengejar jawaban Yuna.
"Aku hanya rindu pada kalian".
'Kalian?'.
"Iya. Eunbi, calon keponakan dan..ehm.. kamu". Jungkook terdiam beberapa saat.
'Kenapa kau ragu-ragu saat merindukanku? Kau khawatir aku masih mencintaimu, begitu?'. Yuna tersedak ludahnya sendiri.
'Sepertinya aku benar'.
"Sebaiknya kututup saja telponnya".
'Baiklah kau menang. Oh ayolah, jangan membuatku menyesal karena melepasmu ke Denmark sendirian. Setidaknya berikan aku clue. Aku tahu kamu sedang tidak baik-baik saja'. Yuna menghela napas sejenak.
"Kamu benar. Aku memang sedang tidak baik-baik saja". Yuna berhenti sejenak.
"Wanita itu disini". Kalimat singkat dari Yuna sontak membuat Jungkook terlonjak.
Hanya mendengar satu kalimat tersebut sudah menyebabkan dirinya merasa was-was. Terang saja, Susah payah Jungkook berusaha membuat Yuna membaik, namun rasanya semuanya sia-sia saat Yuna lagi-lagi harus kembali merasa hancur. Jungkook mendadak merasa cemas akan sahabatnya itu. Ia bahkan bingung harus merespon seperti apa. Ingin rasanya Jungkook menjemput Yuna saat ini juga.
'Kamu yakin?'.
"Kami sempat bersitegang". Jungkook hampir menjatuhkan gelas air yang dipegangnya.
'Apa aku perlu kesana?'. Yuna reflek menggeleng, meski ia tahu Jungkook tak akan melihatnya.
"Tidak. Aku baik-baik saja".
'Tidak terdengar demikian'. Yuna meminum coklatnya hingga habis.
"Kookie, please. Aku kesini untuk bekerja, bukan untuk melarikan diri". Terdengar helaan napas Jungkook di seberang.
'Aku nggak bilang kamu kesana untuk melarikan diri'. Yuna meneguk ludahnya gugup.
'Kamu tahu aku khawatir padamu kan?. Jujur saja, Aku belum terbiasa jauh darimu—'.
"Cukup, Jungkook. Mulai sekarang kamu harus terbiasa. Karena kita sudah tidak sama lagi". Yuna merasakan pipinya menghangat oleh cairan yang mengalir dari matanya.
Ia menangis. Sepertinya menghubungi pria itu malah membuatnya semakin sesak. Harusnya Yuna sadar itu. Tujuan lainnya ke negara ini selain bekerja adalah berusaha membuang perasaannya pada sahabatnya itu. Namun sepertinya pria itu justru menangkap basah niatnya.
"ah! Aku baru ingat tadi rekan setimku memintaku mengerjakan revisi proposal. Aku akan menghubungimu lagi nanti—".
'Sejak dulu Kamu kurang berbakat menjadi pembohong, Yuna-ya. Baiklah kalau kamu merasa tidak nyaman denganku. Maafkan aku karena terlalu ikut campur masalahmu. Sebaiknya aku berhenti saja'.
Yuna merutuki kata-katanya yang menyinggung Jungkook barusan. Tidak seharusnya ia seperti itu. Itu bukan kesalahan Jungkook. Hanya saja Yuna terlalu bingung bagaimana seharusnya ia bersikap pada sahabat yang dicintainya itu.
"Bukan seperti itu, Kook. Aku minta maaf. Aku—". Yuna tidak sanggup meneruskan kalimatnya. Ia malah terisak sambil membekap mulutnya sendiri.
'Tidak masalah. Ini bukan pertama kalinya kamu seperti ini. Berhentilah menangis, kamu membuatku semakin menyesal membiarkanmu sendirian saat ini. Aku tahu yang kamu butuh saat ini adalah seorang pendengar yang baik. Bicaralah, aku akan mendengarmu tanpa memotong sedikitpun'.
Terjadi keheningan beberapa saat. Hanya suara isakan samar dari mulut Yuna yang terdengar.
"Aku.. aku takut, Kook. Aku takut tak bisa menguasai diri. Hanya melihatnya saja aku sudah gemetar. Wanita itu menatapku penuh kebencian". Yuna terengah-engah.
"Tatapannya seakan menelanjangiku. Aku tak tahu apa yang akan terjadi jika saja tak ada pria itu disampingnya". Yuna perlahan mulai tenang kembali.
"Aku sudah sejauh ini, aku tidak bisa mundur begitu saja hanya karena keberadaan wanita itu di Denmark. Feeling-ku mengatakan kami akan bertemu lagi. Dan aku harus sudah bersiap jika saat itu tiba".
.
.
.
![[END] It's You!](https://img.wattpad.com/cover/185786584-64-k508227.jpg)