'Yuna-ya..aku merindukanmu'
'O..p pa? Yoseob oppa? Kau baik-baik saja?'. Laki-laki itu mengangguk.
'Aku juga merindukanmu, oppa. Maafkan aku membuatmu terluka dan..dan pergi terlampau jauh. Aku..'
'Ssstt.. sudahlah. Apa kau tidak ingin kembali bersamaku?'. Yuna langsung mengangguk antusias.
'Tentu saja'.
'Tapi ada syaratnya'.
'Apa itu oppa?'
'Berikan ini pada Jungkook'.
Yoseob memberi Yuna semacam minuman gelas. Yuna berbalik hendak menuju ke apartemen Jungkook. Namun anehnya saat berbalik, Ia tiba-tiba sudah berada di dalam kamar apartemen sahabatnya itu. Yuna merasa ada yang janggal namun ia enggan berpikir terlalu dalam lagi.
Pintu kamar terbuka, nampak Jungkook masuk membawa beberapa kotak pizza di tangan kanannya. Yuna memberikan minuman yang ia bawa pada Jungkook. Lelaki itu langsung meneguknya tanpa berpikir. Hingga beberapa menit tak ada apapun yang terjadi.
Baru saja Yuna hendak meraih kotak pizza di tangan Jungkook, lelaki itu langsung ambruk ke lantai dengan posisi menelungkup. Yuna yang panik langsung membalik tubuh sahabatnya itu dan nampak darah merembes keluar dari hidung dan mulutnya. Dan denyut jantung laki-laki itu terhenti sepenuhnya!
'Andwaaaaaaaaaaeeeeeeee!'.
——————
"Yak! Yuna-ya! Choi Yuna, bangunlah!". Yuna langsung terduduk begitu tubuhnya serasa diguncang dengan kuat oleh seseorang.
Ia menoleh ke samping kirinya dan mendapati Koo Junhoe sedang menggenggam lengan kirinya dengan ekspresi khawatir. Di sekeliling ruangan bercat putih itu nampak beberapa orang berpakaian serba putih. Yuna sadar ia sedang berada di sebuah ruang kesehatan karena hidungnya mencium bau khas obat-obatan.
"Apa yang terjadi? kenapa kamu disini. Ani, maksudku kita". Junhoe perlahan melepas cengkeramannya di lengan Yuna.
"Kamu tadi tiba-tiba pingsan saat sedang menyeberang. Kupikir mobil sedan putih tadi menabrakmu. Ternyata kamu ambruk lebih dulu sebelum mobil itu menyentuh tubuhmu".
Yuna dan Junhoe pagi ini berencana mengunjungi museum satwa dan berjanji bertemu di stasiun. Namun belum sampai di stasiun, Junhoe melihat Yuna yang pingsan di pinggir jalan. Beruntungnya laki-laki itu datang lebih dahulu dari waktu janjian. Sehingga Yuna langsung bisa ia tolong.
Yuna seperti menyadari sesuatu. Gadis itu langsung bangkit berdiri. Namun tubuhnya oleng ke kanan karena bangun mendadak. Junhoe lantas menahan tubuhnya yang limbung.
"Yyak! Kau ini baru saja terbangun setelah pingsan hampir tiga jam. Sebenarnya kau sedang ingin kemana hingga terburu seperti ini".
"Jungkook, June. Jungkook..dia..". Yuna menepis tangan Junhoe yang berusaha membantunya kembali ke ranjang.
"Berbicaralah dengan tenang. Tarik nafas sejenak baru berbicara". Yuna mengikuti instruksi Junhoe hingga nampak agak tenang.
"Aku bermimpi buruk tentang Jungkook. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Aku akan pesan tiket ke Korea sekarang juga". Junhoe mencegah Yuna membuka ponselnya.
"Tidak, Yuna. Kamu sudah berjanji akan membiarkan sahabatmu itu hidup bahagia dengan keluarga kecilnya".
"Tapi Jungkook bukan orang lain lagi bagiku! Kembalikan ponselku, June!". Junhoe mematikan ponsel Yuna dan memasukkannya ke dalam saku celananya.
"June, please. Aku benar-benar gelisah saat ini. Aku janji hanya akan melihatnya dari jauh. Kumohon, June". Junhoe berpikir sejenak.
"Baiklah, tapi kamu harus pergi bersamaku". Yuna tertegun bingung sejenak, ia akhirnya mengangguk ragu karena tak punya pilihan lain.
.
.
.
![[END] It's You!](https://img.wattpad.com/cover/185786584-64-k508227.jpg)