'Yoseob oppa?'
'Kerja bagus, Yuna-ya. Sekarang kita bisa bersama kembali'. Laki-laki itu merentangkan lengannya menunggu Yuna menghambur memeluknya.
Belum sempat beranjak, muncul seseorang dari belakang tubuh Yoseob. Orang itu menatapnya sendu. Seolah menyuruh Yuna untuk tidak mendekati Yoseob.
'Yuna-ya?'
Sosok itu memanggil namanya. Membuat Yuna bimbang. Namun sosok itu semakin lama semakin memudar hingga membuat Yuna harus berteriak.
'Jungkook-ah! Jeon Jungkook!'
***
Yuna membuka matanya dengan spontan. Keringat membanjiri pelipisnya. Ia berusaha bergerak, namun kakinya terasa sangat kebas. Yuna membuka selimut dan nampak ada perban besar di betis kanannya. Ia baru sadar bahwa sebuah vas kaca menimpa kakinya beberapa saat yang lalu. Ditengah lamunannya, seseorang memasuki ruang rawatnya.
"Oh? sudah sadar rupanya?". Seorang pria berjas putih menghampirinya dan mulai memeriksa selang infus Yuna.
"Oh iya. Saya Kim Donghyuk, teman masa sekolah Goo Junhoe dari Korea. Saya dokter yang menangani anda". Yuna manggut-manggut.
"Oh iya, dimana June, dokter Kim?". Laki-laki itu menggaruk pipinya.
"Entahlah, ia terlihat terburu tadi sesaat setelah anda dipindahkan ke ruang rawat. Tunggu saja, dia akan segera kembali. Ah, saya tadi berniat mengganti infus anda. Sebentar". Dokter tampan itu langsung melepas infus Yuna yang hampir habis dan menggantinya dengan yang baru.
"Sudah berapa lama saya tertidur, dokter?". Dokter yang seumuran dengan Junhoe itu melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
"Sekitar tujuh jam lebih. Nah selesai!".
"Apa luka saya cukup parah, dokter?". Laki-laki itu menggeleng.
"Tidak terlalu, hanya luka sobek yang agak dalam akibat tusukan kaca. Saya sudah suntikkan vitamin dan antihistamin, semoga luka anda segera pulih tanpa menimbulkan alergi lainnya. Saya pamit dulu, tiga jam dari sekarang saya akan berkunjung lagi". Yuna tersenyum untuk menanggapi dokter itu.
Setelah beberapa jam Junhoe akhirnya datang. Laki-laki itu nampak berantakan. Yuna yang bingung menjadi semakin bingung. Junhoe meremas rambutnya saat melihat Yuna yang menatapnya. Ia semakin bimbang.
"Yuna-ya".
"Hmm?".
Junhoe ragu apakah harus menyampaikan berita ini pada Yuna atau tidak. Mengingat Yuna baru saja siuman dari pingsannya. Ia semakin kuat meremas rambutnya. Dan itu menyebabkan Yuna menatapnya bingung.
"Katakan saja, June". Junhoe mendekati ranjang Yuju.
Laki-laki itu menuangkan air ke dalam gelas dan meminumnya dengan terburu. Setelahnya ia menghela nafas perlahan. Ia menatap Yuna dengan serius.
"Jungkook..dia..". Yuna menatapnya penasaran.
"Aku juga baru tahu kabar ini dari teman-teman Donghyuk yang kebetulan juga adalah kenalanku, bahwa Jungkook... dia baru saja kecel—".
Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, pintu di belakang Junhoe diketuk seseorang. keduanya menoleh serempak pada pintu cokelat itu. Junhoe bangkit untuk membuka pintu. Nampak seorang perempuan berambut cepak memasuki ruang rawat Yuna.
"Eun...bi?". Perempuan itu berjalan mendekati arah Yuna sambil menunduk.
"Jeong Eunbi? Kaukah itu? Bagaimana kau bisa tahu aku dirawat disini?". Yuna bangkit dengan antusias.
"Eunbi-ah, bagaimana kabarmu? Kabar si kecil juga. Kalian baik-baik saja kan?". Junhoe merasa ini bukan daerahnya, sehingga ia lebih memilih menunggu di luar ruangan.
Eunbi mendongak menatap Yuna. Ada bekas air mata yang mengering di kedua pipinya. Membuat Yuna langsung mengatupkan mulutnya, tertegun. Perempuan itu berdiri tepat di sebelah kiri ranjang Yuna. Mereka saling bertatapan intens selama beberapa detik. Sadar lebih dulu, Eunbi menghela napas dengan susah payah.
"Aku dan bayiku baik-baik saja, tapi Jungkook—". Tiba-tiba air matanya mengalir deras menyebabkan Yuna panik.
"Hei! Hei! Ada apa? Kenapa kau malah menangis seperti ini. Katakan pelan-pelan". Setelah agak reda Eunbi kembali berucap yang seketika membuat Yuna shock.
"Jungkook.. dinyatakan koma".
.
.
.
KAMU SEDANG MEMBACA
[END] It's You!
Fiksi PenggemarAbout my true feeling... Yes, it's You! [RE-PUBLISH]
![[END] It's You!](https://img.wattpad.com/cover/185786584-64-k508227.jpg)