16. Accidents

378 50 8
                                        

Jungkook berulang kali mencoba menghubungi nomor ponsel Yuna. Namun kontak gadis itu tidak ada yang bisa dihubungi. Ia panik dan khawatir dengan keberadaan Yuna di Korea. Ada apakah gerangan hingga sahabatnya itu datang mendadak tanpa memberitahunya. Berbagai pikiran negatif berkecamuk di otak Jungkook.

Ia sedari tadi modar mandir di kantornya dengan menggenggam ponsel. Ia sampai tak sadar bahwa dirinya harus segera berangkat ke Busan. Mingyu sampai meneriaki Jungkook agar laki-laki itu sadar.

"Hei, wajahmu nampak pucat, ada apa denganmu? Apa kau yakin tetap berangkat ke Busan?". Jungkook yang baru sadar langsung menyambar kunci mobilnya.

"Beritahu aku jika kau bertemu lagi dengan June dan Yuju". Jungkook langsung melesat menuju lift.


***


"Wow! Salju pertama!". Junhoe menggelengkan kepalanya menatap Yuna yang berbinar karena salju tiba-tiba turun dengan lebat.

Saat ini mereka sedang menikmati secangkir kopi di sebuah cafe area Sungai Han. Junhoe sengaja memilih meja outdoor karena ingin merasakan sejuknya angin musim dingin. Salju benar-benar turun dengan lebat hingga banyak orang-orang berlarian menghindarinya. Yuna nampak menggelikan ketika tangannya justru menengadah menangkap bulir-bulir salju. Junhoe tersenyum tipis.

"Kau tau June, ada yang bilang salju pertama adalah saat-saat dikabulkannya do'a. Kau tidak ingin mencobanya?". Laki-laki itu tak bergeming, sedangkan Yuna mulai mengangkat kedua tangannya menyerupai seseorang yang sedang berdo'a.

Tuhan... jagalah Jungkook di manapun ia berada. Jangan ada setitikpun keresahan dalam hatinya. Buatlah ia selalu bahagia bersama dengan siapapun. Meski jika orang itu bukanlah aku. Aku rela. Aamiin.

Yuna tak sadar bahwa setetes air mata mengalir dari kelopak mata kirinya!

Ia bergegas mengusapnya karena sadar bahwa ada Junhoe di belakangnya.













***

Jalanan sangat berkabut dan tertutup salju hingga beberapa kali rem mobilnya berdecit. Ia tetap harus melaluinya karena para petinggi perusahaan sedang berkumpul di sana. Ia tak ingin kerja lemburnya selama beberapa hari ini sia-sia.

Sesaat setelah melirik jam tangan di tangan kirinya, tiba-tiba ia dikejutkan dengan munculnya sebuah mobil sedan hitam yang memotong jalan di depannya. Alhasil ia membanting stir ke kanan dan...










Braaaakk!






***






"Hei! Yuna-ya!". Junhoe berlari dengan tergopoh.

Gadis itu jatuh menelungkup dengan darah merembes dari betisnya. Beberapa saat yang lalu ia terpeleset dan tangan kanannya reflek menarik taplak meja dimana ada vas bunga diatasnya. Sehingga vas itu jatuh bersamaan dengan tubuh Yuna. Naasnya vas itu jatuh tepat di kaki Yuna.

Gadis itu sempat mengerang sebelum tak sadarkan diri. Junhoe yang panik langsung menggendong Yuna menuju mobilnya yang diparkir di depan cafe. Sambil menyetir ia menghubungi rekannya yang bekerja di rumah sakit untuk mempersiapkan prosedur penyelamatan untuk Yuna.

"Halo? Kim Donghyuk? Aku akan sampai disana dalam beberapa menit".

"...".

"Tidak, temanku baru saja melukai dirinya".

"...".

"Baiklah".








.
.
.

[END] It's You! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang