21. I'll Help U

266 47 6
                                        

"Halo".

"...".

"Hmm. Bicaralah!".

"...".

"Apa! Kapan itu?".

"...".

"Aish! kenapa tak kau kejar, bodoh!".

"...".

"Lalu sudah kau dapatkan alamatnya?".

"...".

"Bagus! Segera kirimkan padaku". Pria itu menatap ponselnya dengan senyum yang mengembang.

Ia membalikkan tubuhnya dan langsung berhadapan dengan istrinya yang berdiri mematung dengan nampan di tangannya. Alisnya terangkat sebelah.

"Ada apa, Eunbi-ah?". Wanita itu gelagapan dan langsung berdehem menetralkan kegugupannya.

"Eeh..aku membuatkanmu makan siang. Apa kamu-".

"Aku ada urusan mendesak. Kau letakkan saja kembali ke dalam kulkas, nanti akan kupanasi sendiri kalau lapar". Pria itu mengelus singkat kepala istrinya dan langsung berlalu keluar dari kamarnya.

Bersamaan dengan deru mobil suaminya yang terdengar keluar dari pekarangan rumah, wanita itu jatuh terduduk dengan nampan yang juga jatuh ke lantai dan berantakan.

Ia menangis.

***











"Kamu yakin baik-baik saja?". Gadis itu mengangguk.

"Hmm.. pulanglah. Hati-hati di jalan, June". Lelaki itu memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan pekarangan rumah sewa kekasihnya.




'Yuna-ya, kumohon makanlah. Kamu bisa sakit jika begini terus'. Gadis itu menampilkan senyum tipisnya.

'Koo Junhoe-ssi, aku sangat berterima kasih padamu karena hingga saat ini kamu masih tetap berada di sisiku. Aku sudah melupakan apa yang dilakukan saudaramu padaku. Aku sudah pulih, bahkan jauh lebih baik. Jadi sekarang bukan lagi tanggungjawabmu untuk mengurusku. Kamu bisa pergi kemanapun sesukam-'.

'Choi Yuna-ssi! Aku tidak merasa sedang berhutang budi padamu. Aku berada di sisimu murni karena keinginanku'. Yuna menghela napas dengan berat.

'June, aku tahu kamu bersimpati padaku, tapi aku-'.

'Jadilah kekasihku, Yuna-ya'. Gadis itu membeku dengan mulut terbuka.

Kemudian ia tertawa hambar.

'Bicaramu sudah mulai melantur, June. Kupikir kamulah yang butuh makan dan istirahat'. Laki-laki itu menahan kedua tangan Yuna.

'Aku serius, Yuna'. Seketika tawa gadis itu berhenti.

'Aku tak suka suasana ini, June-'.

'Kamu hanya membuat alasan, Yuna-ya'.

'June, aku-'.

'Baiklah aku pergi. Maaf membuatmu tak nyaman'. Lelaki itu bangkit namun dengan sigap Yuna menahan tangannya.

'June, kamu tahu sendiri bagaimana kondisiku saat ini. Dan kamu malah menambah beban itu-'.

'Baiklah, maafkan aku. Perasaan sialanku ini memang lebih baik tak kuutarakan saja karena pasti menambah bebanmu'. Yuna mengeratkan genggamannya.

'Bukan seperti itu, June. Aku-'.

'Sudahlah. Cepat habiskan makanmu, aku pergi'.

'June..'.

Laki-laki itu melepas genggaman tangan Yuna di lengannya. Ia berbalik hendak pergi, saat...

'Apa kamu bisa membantuku melupakannya?'. Junhoe menoleh.

'Aku tak punya jaminan untuk itu'.

'Lalu kompensasi apa yang akan kudapat'.

'Yak, Yuna-ya! Kau pikir aku mengajakmu berkencan agar sama-sama mendapat untung, begitu?'. Laki-laki itu menggeleng geli.

'Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Pikirkan saja kesehatanmu sendiri. Aku pergi'. Laki-laki itu benar-benar pergi dari rumah yang ia sewa selama beberapa bulan ini.

Ia kemudian bangkit berlari dengan sisa kekuatannya keluar dari rumah seperti sedang teringat sesuatu.

'Koo Junhoe! Aku mau jadi kekasihmu'. Laki-laki yang hendak memasuki mobilnya itu menatap datar sang gadis yang berlari tergopoh mendekatinya.

'Aku mau, June'.

'Dasar plin plan'. Ia mendorong pelan ujung kepala gadis itu.

Yuna mengerucutkan bibirnya membuat Junhoe gemas dan akhirnya menariknya ke dalam pelukannya. Tangan kanannya mengelus rambut Yuna dengan sayang.

'Kamu tak perlu berlari mengejarku sampai sandalmu beda pasangan begitu. Lagipula nanti sore aku juga akan ke rumahmu lagi'. Bisiknya menggoda.

Reflek Yuna menunduk mengamati sandalnya yang memang berbeda pasangan. Ia memukul bahu laki-laki itu dengan kesal.

'Kau tahu aku sudah menggadaikan rasa maluku dengan mengejarmu, dan berani-beraninya kau mengejekku'.


Yuna tersenyum tipis kala mengingat bagaimana randomnya ketika mereka jadian kemarin. Sungguh seperti anak-anak ABG labil yang baru merasakan jatuh cinta pada lawan jenisnya.









.
.
.

[END] It's You! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang