LIFE 25 [END]

303 22 10
                                    

●○●

(Re-Immortal Online)
At 01.00 AM.

Siapa orang ini? Kenapa dia berdiri di depanku.

Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena tertutup sebagian dengan tudungnya.

Lalu seketika orang itu pun berkata...
"Aku sudah lama menunggumu."

Hah!?
Apa dia... Mengenalku???

"Apa kabar, Ayato Lein?"
Ujarnya sambil tersenyum.

Dan ternyata dia adalah...
"T-tuan... Izu??"

Ketika aku melihat yang berdiri di depanku saat ini adalah tuan Izu, tubuhku terasa bergetar sesaat dan membuatku tidak mampu melangkah untuk menghampirinya. Karena saat ini kuterpaku melihat orang tua ini yang pada akhirnya aku masih bisa bertemu dengannya...

"Haha... Butuh waktu yang cukup lama ya untuk mematahkan kutukan itu, Lein..." Ujar tuan Izu sambil bercanda padaku.

"Dasar pak tua... Aku berhasil menemukan jalan untuk kembali."
Sahutku tersenyum dengan mata berkaca-kaca.

"Kalau begitu silahkan ikut aku Lein."

"Tapi, aku sudah ada janji dengan Sevilia..."

"Janjimu akan terpenuhi tenang saja."

"Hmm... Baiklah."

Dan aku pun memasuki sebuah portal yang dibuka oleh tuan Izu, dan menuju dunia Re-Immortal yang sesungguhnya.

(Dunia Re-Immortal, Kediaman Tuan Izu)
At 01.30 AM.

Pada akhirnya...

Pemandangan ini... Sejuknya udara di dunia ini... Benar-benar mengingatkanku pada saat-saat bahagianya diriku berada di dalam dunia ini.

Dan rumah ini... Tempat tinggal tuan Izu dan sekaligus tempat untuk pertama kalinya aku membuka mata di dunia ini.

Aku tidak percaya, akhirnya aku sanggup kembali lagi dan menemukan jalan untuk kembali ke dalam dunia ini dan juga mendapatkan kembali semua ingatan yang tersegel begitu dalam di dasar ingatanku.

"Kau mau melihat-lihat pemandangan sekitar bisa nanti kau lakukan sampai sepuas-puasnya, tapi di dalam sudah ada seseorang yang menunggumu juga..." Ujar tuan Izu.

"Ahh... Hehe... Tapi, siapa?"

"Masuklah dan kau pastikan sendiri."
Sahutnya sambil mempersilahkan aku masuk.

"Selalu saja mencurigakan kau ini pak tua..."

"Berisik, cepat masuk..."
Sahutnya sambil mendorongku.

"Haha... Iya-iya."

Hmm... Siapa kira-kira ya yang sudah menungguku di dalam dunia ini?

Dan aku pun membuka pintunya, seketika... "S-sevilia???"

"Lein!!"
Panggilnya sambil berlari kearahku.

"Sevilia!!"
Sahutku sambil memeluknya.

"Aku senang bisa melihatmu... Aku pikir tidak bisa menepati janji untuk bertemu denganmu."

"Aku pikir juga begitu, tapi kamu juga bejumpa dengan tuan Izu, syukurlah."

Dan tuan Izu pun berkata...
"Sudah kubilang bukan, untuk tenang aku tahu perasaan kalian haha..."

"Tapi caramu itu selalu mencurigakan pak tua... Jadi sulit mempercayaimu."
Candaku padanya.

"Huft... Dasar anak muda. Tapi aku bangga pada kalian dan senang bisa melihat kalian berdua bisa berada di tempat ini tidak, di dunia ini... Aku percaya jalan untuk kembali dan melepas kutukan yang telah menyegel ingatan kalian dapat di patahkan. Aku tidak pernah meragukan potensi dari diri kalian..."

"Hmm... Sudah jelas bukan, aku pasti menepati janjiku. Walau itu semua tidaklah mudah bagiku ketika menjalaninya... Sangat sulit dan aku ingin hal tersebut tidak akan terulang kembali. Jika itu terulang... Aku tidak tahu apakah bisa menemukan jalan  kembali seperti saat ini."

"Namun yang penting dari segalanya adalah, tetap menjadi pribadi kalian masing-masing..."

"Tentu, lalu apa sekarang kami sudah bisa menetap disini?" Tanyaku pada tuan Izu.

"Ahh... Tidak-tidak..."

"Heh!? Kenapa tidak?"

"Maksudku, kalian tidak menetap di rumahku. Tinggallah di rumah kalian sana..."

Memang orang tua satu ini setiap saat membuat orang merasakan jantungan ya...

"Hihi... Wajah Lein sudah pucat duluan tuan Izu." Sahut Sevilia sambil tertawa kecil.

"Hahaha... Aku suka melihat ekspresi seriusnya itu." Jawab tuan Izu tertawa lebar.

Lalu Sevilia menarik tanganku dan berkata... "Ayo kita pulang, aku sangat merindukan rumah, ingin memandanginya dan tinggal di dalamnya bersamamu."

"Sevilia... Aku juga merindukan rumah dimana kita bertemu di dunia ini. Ayo kita pulang..."

Dan tuan Izu pun menyahut...
"Yak, pulanglah, kalian pasti merindukan rumah itu."

"Hmm... Baiklah kalau begitu kami pulang dulu tuan Izu. Dan terimakasih untuk semua kebaikanmu selama ini..." Ujar Sevilia dengan memberi hormat.

"Ahh... Aku juga mau berterimakasih."
Hormatku pada tuan Izu.

"Hmm... Aku tidak melakukan apa-apa. Yasudah sapalah rumah kalian disana, dia juga merindukan kalian pastinya haha..."

"Haha... Baiklah, sampai jumpa."

Dan kami pun beranjak keluar dari rumah tuan Izu. Lalu tidak lama kemudian tuan Izu memanggil lagi...

"Lein! Sevilia!"

"Ada apa?"
Sahutku.

"Aku lupa mengatakan ini..."

"Heh?"

"Selamat datang kembali ke dunia ini..." Ujarnya dengan air mata mengalir.

"Hmm... Baiklah!"
Sahutku melambaikan tangan.

Haha... Dasar orang tua ini...

Tapi, terimakasih.

●○●

Gamers: New WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang