🌳Bagian 1🌳
TIN TIN TINRiuh kendaraan bermotor terdengar oleh gadis berambut sebahu yang sedang dikuncir kuda itu.
Ia baru selesai melakukan aktivitas jogging nya di taman dekat kompleks perumahnya. Meskipun harus berjalan menyusuri pinggiran kota untuk sampai pada tempat itu.
"Panas banget sih, padahal masih jam 7" monolognya sambil mengusap peluh di dahinya.
Ia terus berjalan di trotoar sambil menikmati pemandangan kota yang selalu padat ini. Meskipun hanya mobil dan sepeda motor yang berlalu lalang.
Sampai matanya terpusat pada satu objek. "Gila kali tuh orang"
Ia melihat seorang pria sedang menyebrang di jalanan yang ramai itu tanpa melihat keadaan sekitar. Sampai suara klakson mobil terdengar cukup nyaring
TIN TIN TIN
Gadis itu berlari mencoba menolong pria gila itu. Ia menarik tangan pria itu sampai mereka berdua tersungkur di trotoar.
"Aw" ringisan gadis itu ketika tangannya tergores aspal jalan.
"Lo gapapa?" Tanya sang gadis kepada orang yang baru ia selamatkan itu. Tetapi yang di tanya malah menatapnya nyalang.
"Kenapa lo selamatin gue?"
Pertanyaan macam apa yang baru ia dengar. Bukannya berterimakasih karena sudah di tolong, ini malah marah-marah.
"Gue.."
Belum sempat ia meneruskan kalimatnya, pria itu sudah memotong perkataannya.
"Kenapa lo tolong gue?! Gue pantes mati. Orang hina kayak gue gak pantes buat di tolong"
Gadis itu tersentak mendengar perkataan orang itu.
"Gue tau lo orang baik"
"Tau dari mana, kenal aja enggak" Gadis itu tertawa mendengar jawaban yang orang itu lontarkan.
"Gue Titania Rayasha Maheswara, lo bisa panggil gue Raya" Ucapnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan.
Tetapi yang diajak bicara hanya membiarkan tangan itu tergantung di udara bebas.
"Gue tau mungkin lo lagi ada masalah sampai ngelakuin hal bodoh kayak tadi. Tapi nih gue ngasih saran itu bukan solusi terbaik.
Cukup hati sama fikiran lo yang sakit karena hal ini, jangan bikin tubuh lo juga ngerasain itu. Seenggaknya kasih salah satu penghargaan buat tiga hal yang lo punya"
Kata gadis itu panjang lebar. Tapi sepertinya sia-sia, terbukti tidak ada respon yang orang ini berikan. Ia hanya melihat lurus ke depan dengan pandangan kosong.
"Kalau lo butuh tempat curhat, gue siap dengerin" Tiba-tiba saja kalimat itu keluar dari mulutnya.
'Gue ngomong apa sih'
"Udah lupain" Ralat Raya ketika sadar apa yang ia ucapkan.
Tiba-tiba titik air dari langit turun. Ini aneh, padahal beberapa waktu lalu cuacanya sangat panas, kenapa sekarang berubah gerimis.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bintang Terindah
Teen FictionTerimakasih semesta. Kau mengirimkannya untuk ku, Disaat yang tepat. Sekarang,aku menemukannya. Aku mempunyai alasan untuk bertahan. Tapi waktu, Mengapa kau mengambilnya dariku? Mengapa kau merampas cahaya dari hidupku? Salahku apa? Tak bisakah kau...