13

26 5 0
                                    

🌳Bagian 13🌳

"Papa"

Erlangga berjalan menuju mobil itu untuk memastikan jika benar yang ia lihat adalah sosok papanya.

'Jadi benar selama ini papa masih hidup?'

Ada banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan jika memang benar itu papanya. Tapi selangkah ia sampai pada papanya, mobil itu melesat meninggalkan hotel Majapahit.

Tanpa berfikir panjang Erlangga mengejar mobil itu.

"Papa"

Raya yang melihat Erlangga sedang mengejar mobil, ia mengikutinya. Tetapi memang langkahnya tidak bisa mengimbangi langkah lebar Erlangga. Alhasil ia tertinggal jauh dengan lelaki itu.

Sepanjang Erlangga mengejar mobil yang dinaiki papanya, ia mengingat perkataan mamanya.

'Papa kamu belum meninggal Erlangga'

'Papa mu masih hidup dan dia sudah memiliki keluarga lain'

Mungkin kalimat itu yang menjadi kekuatan Erlangga untuk terus mengejar mobil itu.

Ketika tangannya akan berhasil menggapai mobil itu, ia kehilangan keseimbangan akan dirinya dan terjatuh. Sekarang ia hanya bisa melihat mobil itu semakin menjauh darinya.

"PAPA!" Teriaknya untuk yang kesekian kali.

Tapi percuma sekeras apapun ia memanggil papanya, papanya tidak akan mendengar. Mungkin jika papanya mendengar ia akan berpaling karena ada yang lebih dicintainya. Seperti ia berpaling dari Erlangga dan mamanya.

Ketika Raya sampai pada Erlangga, ia melihat lelaki itu sudah terduduk di tengah jalan.

Raya berjalan menuju Erlangga dan memegang pundaknya. "Lang"

Tidak ada respond apapun dari Erlangga, Ia hanya melihat lurus ke depan. Erlangga yang saat ini ia lihat seperti Erlangga yang pertama kali ia temui kala itu.

Karena tidak mendapat respond dari Erlangga, Raya menyejajarkan dirinya di depan laki-laki itu.

"Lang, kamu gapapa?" Tanyanya sambil memegang pipi Erlangga.

Kali ini pandangan Erlangga melihat Raya. "Ray aku tadi ngejar papa. Papa masih hidup ray. Bener apa yang dibilang mama."

Raya hanya diam sambil mengelus pelan pipi lelaki itu. Ia diam karena ingin mendengar lebih lanjut apa yang akan Erlangga katakan.

"Tadi itu beneran papa ray. Aku cuma mau mastiin kenapa dia ninggalin aku sama mama. Tapi saat aku hampir berhasil raih papa, aku gagal. Aku gagal ray."

Setelah Erlangga mengatakan itu, Raya segera merengkuhnya. Sudah cukup, ia tidak tahan melihat kesakitan yang ia lihat dari lelaki itu. Ia tidak sanggup, karena ia juga merasakan sakitnya.

"Udah gapapa" Ucap Raya sambil mengelus punggung Erlangga.

"Aku gagal ray"

Hanya kata itu yang terus Erlangga katakan dalam pelukan Raya. Dan tanpa sadar satu air mata Raya lolos dari pipinya.

Setelah itu Raya tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya mendengar Erlangga mengatakan berulang-ulang kata yang begitu menyakitkan untuk ia dengar.

Bintang TerindahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang