Dari belakang ada yang menarik Nanda dan...
Nanda terkejut saat tangannya di tarik dan berlari sekencang mungkin. Nanda membiarkan tangan itu ditarik, Nanda berfikir mungkin akan di selamatkan.
Nanda berhenti berlari dan menagtur nafasnya. Begitu juga dengan orang itu. Orang itu menengok kanan dan kiri mencari tempat untuk bersembunyi.
Setelah lama mereka lari dan menemukan semak semak yang lebat mereka berdua jongkok. Bersembunyi itulah yang sedang mereka lakukan.
"Ssst jangan brisik, kita aman disini"
Saat mendengar suara tersebut Nanda sepertinya kenal dengan suara itu.
Seseorang itu pun menoleh ke wajah Nanda
"Pendi" pekik Nanda
"Ssst" Fendi yang langsung membekap mulut Nanda
Polisi itu sedang berada di dekat semak semak. Memperhatikan di setiap sudut. Namun para polisi untung tidak menemukan keberadaan Fendi dan Nanda.
Polisi itu pun sudah pergi.
Nanda yang mulut nya masih di bekap oleh Fendi, Nanda pun melepasnya. Seketika itu juga ke dua mata mereka saling bertatap tatapan. Melihat satu sama lain.
Nanda pun langsung memalingkan tatapan itu. Fendi juga langsung mengalihkan tatapan itu. Fendi berdiri untuk memastikan polisi itu sudah benar benar pergi.
"Huft... Udah aman, buruan" kode Fendi
Nanda pun berdiri dan memastikan juga bahwa polisi itu sudah benar benar pergi.
"Ayo ikut gue" kata Fendi
"Eh mau kemana?" tanya nya
"Udah jangan banyak tanya ikut gue aja" jawab Fendi
Fendi pun berjalan duluan dan Nanda hanya mengikuti Fendi berjalan dari belakang. Mereka berjalan dengan sangat hati hati takutnya ada polisi yang tiba tiba datang.
Sesampainya mereka bertemu dengan suatu tempat, tempat itu seperti rumah tetapi kecil dan sangat tertutup.
Disana juga terdapat motor motor yang berjajar rapi. Nanda pun ingat itu adalah tempat parkir Nanda saat ingin ke tempat balapnan tersebut.
"Eh Pen ini kan"
"Yuk masuk"
Mereka pun masuk kedalam rumah kecil tersebut. Suasana di luar tersebut sangat sepi karena tidak tau kalau rumah tersebut masih berpenghuni.
Setalah masuk Nanda melihat teman temannya sudah berada di dalam sana yang tak lain adalah Farel, Bagas, Sila, dan Diva.
Fendi langsung duduk karena kecapekan berlari lari terus dari tadi.
"Weh bro dari mana? Lo nggak lewat ke jalan pintas? " tanya Farel
"Kagak, noh gue liat Nanda kebinggungan sendiri terus gue lari asal asalan aja" jawab Fendi yang masih mengatur nafasnya
"Mana gue tau orang gue ditinggal sama Sila" gerutu Nanda
"Eh maap Ndut tadi gue kelupaan lo" kata Sila yang memperlihatkan deretan giginya
"Tapi lo gak papa kan?" tanya Diva
"Gak papa, untung ada Fendi kalau nggak ada bisa ketangkep gue. Btw maksih Pen" jawab Nanda
Fendi hanya mengacungkan jempol saja.
"Terus kita kan nggak jadi nonton balapan nih mau main atau pulang? " tanya Bagas
"Jam berapa sih? " tanya Fendi
"Jam satu pagi nih, pada nggantuk nggak? " jawab Sila
"Gue pulang aja deh, capek nih dari tadi lari terus" sahut Nanda
"Ya udah pulang aja, besuk juga sekolah lagi" ujar Farel
"Tumben banget lo inget sekolah biasanya ada inget cewek mulu lo" ejek Diva
"Gue itu murid telada ya" jawab Farel
Saat mendengar jawaban Farel tentunya mereka semua tidak percaya lah orang kayak Farel suka bolos kok dikata murid teladan.
***
Terlihat rumah sangat sepi dan tertutup pagar. Hanya lampu yang menerangi rumah tersebut.
"Kok rumah lo sepi amat sih Ndut?"
"Iya nih, cuma ada gue sama bibi itu juga kalo bibi ada" jawab Nanda
"Makasih Pen" ujarnya lagi
"Oke"
Fendi langsung meyalakan mesin morotnya itu dan bergegas untuk pulang kerumahnya.
Nandapun langsung masuk ke dalam kamarnya dan memebersihakan diri setelah itu bergegas untuk tidur.
Paginaya
" Huaaaaaa" teriak Nanda saat melihat jarum jam menunjukkan pukul 06.30
Nanda langsung pergi ke kamar mandi dan langsung memakai pakaian sragam lengakap. Dan yah seperti biasa Nanda tidak sempat sarapn dulu.
Nanda bergegas untuk pergi ke sekolah. Ia menyalakan mesin dan motornya, mengendarai sekencang mungkin walau itu membahayakan diri sendiri.
Sebenarnya Nanda tidak usah repot repot untuk pergi ke sekolah Nanda bisa saja tidak sekolah karena kalaun pun Nanda tidak sekolah tidak ada yang melarangnya dan tidak ada yang tau. Berhubung kejadian semalam Nanda jadi untuk bersekolah.
Mata Nanda juga seperti mata panda yang kekurang tidur. Semalam saja Nanda hanya tidur berapa jam saja.
Flasback
Nanda masuk kerumah dengan santainya ia membuak pintu.
Cklek...
Benar saja seperti biasa Nanda melihat ruang tamu nya kosong tidak ada siapa pun. Ia berjalan dengan santai. Saat ingin menaiki tangga yang menuju ke kamarnya Nanda dibuat terkejut dengan suara yang lantang.
"Dari mana aja? Jam segini baru pulang kamu ini anak perempuan gak baik kalo pulangnya pagi pagi kayak gini" bentaknya
Nanda pun menenggok ke belakang dan...
Allo manteman!
Pendek? Iya tau lagi gak mood buat nulis cerita ini. Udah lama banget nggak nerusin cerita ini. Kalo nggak gabut paling aku nggak nerusin ni cerita.
Entah kenapa aku kok bosan ya soalnya gitu deh (paan sih gaje).
Tugas kuu numpuk nihh jadi tambah nggak mood kan.Ini juga nulis ceritanya nggak punya ide :( udah lupa lupa gitu.
Tetep vote+komen lah yah😌
Kalo ada saran atau ide jangan sungkan buat komen ceitaku.
Ikuti terus ceritanya guyss...
~salam hangat dari author💓~

KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDZONE
Casuale"Akhirnya kamu menjadi diri kamu sendiri, aku suka" batin Fendi Dia sadar bahwa dirinya hanya sebatas teman biasa tidak lebih. Tapi dia tak kan menyerah begitu saja karena mendapatkan mu adalah suatu hal yang membuatnya bahagia. "Maaf aku tidak ta...