Empatbelas

19 2 0
                                    

Terkadang hidup itu banyak pilihan. Pilihan tempe gorenggg wkwkw

-Fendi jomblo pilihan-

****

"Hoaaaaamhhh"

Fani yang melihat temannya menguap tidak ditutup sudah biasa ya siapa lagi kalau bukan Nanda. Kemarin malam Nanda pulang malam lagi itu juga maunya Nanda. Kalau ada yang berfikir Fendi tidak mengajaknya pulang kalian salah Fendi sudah benar benar membujuknya tapi Nanda tidak mau.

"Ihhh, tutupin bau tau nggak sih"

"Enak aja" kata Nanda sambil menaruh kepalanya di meja karena mengantuk yang semalam kekurangan tidur.

"Lo pulang malem lagi ya? Jalan sama Yoga?" tanya Fani

"Kepo deh" jawabnya

"Udah tu kerjaiin" kata Fani sambil menunjukkan soal yang ada di papan tulis. Karena kelasnya sedang tak ada guru Nanda bisa leyeh leyeh tetapi ada tugas yang harus dikerjakan dan dikumpulkan.

"Gak mau, nyontek lo aja" jawab Nanda

"Usaha dong" ujar Fani

"Percuma usaha kalau nggak dihargai" kata Nanda

"Dih nggak ngambung, udah sono kerjain", Fani terus mengingatkannya

Nanda pun mengerjakan tugasnya, meskipun suka melirik lirik jawaban Fani lalu ditulis. Saat Nanda mengerjakan tugasnya ia tersenyum senyum sendiri menatap bukunya. Tatapan nya tertuju pada buku tapi tatapan itu kosong Nanda memikirkan sesuatu yang membuat Nanda bahagia.

Fani yang melihat kejadian itu langsung berkata "eh lo ngapain senyum senyum sama tu soal, emang ada yang lucu? udah gila kali ya"

Nanda yang menyadari Fani mengejeknya, menjawab "apaan sih suka suka gue lah mau senyum senyum sama soal"

"Tau nggak ada yang ngelarang cuma senyum senyum sendiri bahaya bisa disangka gila" kata Fani sambil terkekeh sendirian.

"Gue tu senyum senyum sendiri ada alasannya juga" jawabnya

Mendengar jawab Nanda Fani hanya ber- oh ria saja.

"Ihh nggak asik, cepetan tanya alasan gue senyum senyum sendiri" kata Nanda sembari menggoyang goyangkan tubuh Fani.

"Emang kenapa mbak Nanda Asyila? " tanya

"Gue ituuuu kemarin kabur dari rumah sama Pendi, ternyata orangnya tu asik di ajak ngomong lho Fan dia tu pokoknya asik deh, lucu lagi" jelas Nanda sambil cengar cengir sendiri.

"Pendi?" Fani yang kebingungan

"Iya Pendi, oh iya lupa lo belum tau ya Pendi itu siapa?"

Fani menggeleng

"Itu lo yang kemarin marin gue tolong motornya mogok nah orang itu temennya Sila jadi kenal deh gue" jelas Nanda

"Nggak inget gue" jawab Fani dengan polos

"Hihh.. pokoknya yang itu deh"

"Ngapain lo jadi ngomongin dia?" tanya Fani

Mendengar pertanyaan Fani Nanda jadi mematung ia memikirkan yang tidak harus Nanda pikirkan. Bersama Fendi Nanda tidak lagi memikirkan beban hidup nya tentang keluarganya yang mungkin kurang harmonis. Terus terang saat malam itu Nanda tidak memikirkan apa apa. Kesenangan Nanda bersama Fendi menutupi masalah yang sedang dihadapi Nanda saat ini, tapi bagaimana dengan Yoga???. Nanda tidak boleh lupa.

Eh gue kenapa ya?? gumamnya

***

Kring... Kring... Kringg

Bunyi bel istirahat itu tandanya murid murid boleh keluar. Murid murid berhamburan keluar dari kelasnya masing masing. Kantin sekolahan mulai ramai dikunjungi para murid untuk mengisi perutnya itu.

Bangku kantin pun mulai penuh di duduki para murid murid. Tapi satu bangku kantin yang tidak di duduki oleh murid lain, karna tau itu bangku biasanya di duduki oleh siapa. Tentu saja itu Fendi cs yang hampir satu sekolah takut dengan mereka.

"Wehhh... Pen lo semalem pergi nggak ngajak ngajak dah" kata Sila memecahkan keheningan walaupun suasana di sana ramai murid murid memesan makanan.

Fendi yang sedari tadi sibuk dengan tempe gorengnya pun menoleh ke arah Sila.

"Dadakan itu" jawabnya sembari masih mengunyah tempe goreng.

"Bohong tu" sahut Farel yang tiba tiba datang dan langsung menyahut tempe goreng yang sedang di makan Fendi.

Merasa tempe gorengnya di rampas, Fendi merampas tempe nya kemabali.

"Yee.. apaan sih, noh tempe masih banyak" ujar Fendi sambil menunjuk tempat tempe goreng berada.

"Jahhhelahh, tempe aja diributin mending ngerbutin gue" sahut cewek centil siapa lagi kalau bukan Diva.

"Dih jomblo lagi obral" ejek Farel sembari mengunyah tempe gorengnya sendiri.

"Yoo di obral di obral di obral" tambah Fendi yang mengikuti Farel.

"Hih emang kalian nggak jomblo? Jomblo kan?" timpal Diva.

"Kalau gue sih masih memilih ya bukan jomblo. Karna hidup itu banyak pilihan" kata Fendi sok bijak.

"Kalau gue masih menikmati kesendirin itu karna sendiri itu nggak ada yang nyakitin" bucinnya Farel umat.

"Nih ya kalau kebanyakan pilihan jadi kagak ada yang mau sama lo terus ya kalo menikmati kesendirian itu cuma alesan bilang aja jomblo" cerocos Diva

"Pada ngomongin apa sih?" tanya Bagas polos (nyimak dong)

"Nah ini nih jomblo ganteng, polos plus santuyy" ujar Sila sembari memberikan tos kepada bagas.

Cukup basa basi mereka lagi lagi Sila memecahkan keheningan.

"Nih Pen foto lo dibuat instasrtory sama Nandut kemarin pada pukul sepuluh. Brati bener kalian cuma jalan berdua?!" kata Sila sembari menunjukkan foto di hp nya itu.

"Kan gue udah bilang itu tu dadakan" jawabnya

"Iya sampai sampai ada cinta dadakan juga nih"

Pletak!!







Voment😉

Babay🙋‍♀

FRIENDZONETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang