"Kemarin gimana Nda? " tanya Rafi
Nanda tidak mendengarkan pertanyaan dari Rafi ia asik memakan bakso nya itu. Nanda kalo sudah makan tidak bisa di ganggu gugat, Nanda memang suka makan.
Melihat Nanda yang hanya diam saja saat makan. Nanda di kagetkan dengan Arka " Nda" sambil menyenggol lengan Nanda.
"Uhuk... Uhuk" suara Nanda tersedak bakso
Rafi pun menyondorkan minuman yang ada di depan nya. Nanda segera meminum nya seperti orang yang sangat kehausan.
"Ka lo apaan sih. Lo liat ngga gue lagi makan? " kesal Nanda
"Gue liat tapi lo pasti nggak denger Rafi manggil lo" jawab Arka
"Au ah nggak mood gue" kata Nanda yang pergi begitu saja
Entah apa mood Nanda begitu hancur hari ini. Nanda begitu kesal kalo Nanda diganggu pas nggak mood. Lemas tak bersemangat dan malas itu lah yang di rasakan Nanda saat nggak mood.
Nanda duduk di kelas sambil menundukan kepalanya di meja. Tidak biasanya Nanda seperti ini Nanda terlihat kusut mukanya.
Fani pun bertanya apa yang terjadi pada Nanda hari ini " lo kenapa sih kok nggak bersemangat banget biasanya lo yang paling heboh? "Nanda masih diam, Fani tau kalau Nanda hanya diam berarti tidak mau diganggu. Nanti juga Nanda cerita kepada Fani dan Fanipun mendengarkan Nanda dengan baik.
"Temenin ke toilet yuk Fan" lesu Nanda
Pasti Nanda mau cerita di toilet biar enggak ada yang denger guman Fani
Fani hanya mengangguk dan mengikuti langkah Nanda. Nanda berjalan dengan lesu dan tidak bersemangat.
Sesampainya Nanda di toilet, toilet sangat sepi iyalah karna murid murid sedang belajar.
"Kenapa Nda lo cerita aja sama gue. Yoga bikin bt lo? " tanya Fani
"Bukan" singkat Nanda
Sebenarnya Nanda malas sekali membicarakan nya kepada Fani tapi Nanda tidak bisa memendamnya sendirian.
"Terus? " kata Fani
Flasback
"Yah... Ayah tu nggak usah sok peduli deh sama Nanda, Nanda itu aku yang ngurusi" teriak Bundanya Nanda yang membangunkan Nanda.
Itu siapa sih teriak teriak malam malam gini gunam Nanda
Nanda pun segera bangun dan megusap matanya yang masih ingin tidur itu. Lalu Nanda membuka pintu kamarnya itu. Nanda terkejut saat Ayah Nanda dan Bunda Nanda bertengakar.
"Kamu bilang yang ngurusin Nanda? Kamu nggak sadar apa tiap hari aja kamu kerja pagi pagi dan pulang larut malam. Itu bilang ngurusin? " jawab Ayah Nanda dengan penuh emosi
Nanda begitu kesal dan ingin marah kepada mereka tapi apa daya suara Nanda tidak bisa dicerna dengan baik dengan mereka yang memiliki ego sangat besar.
"Pusing gue" kesal Nanda yang memegang kepalanya itu
Nanda masuk ke dalam kamar kembali dan tidur. Nanda tidak bisa tidur dia terus kepikiran dengan mereka.
"Gue harus gimana Fan? " tanya Nanda lesu
"Mereka bekerja kan buat lo juga Nda, udah lah Nda mendingan nanti kita ke mall setelah pulang sekolah temenin makan gitu atau shoping. Kebetulan gue hari ini nggak ngapa ngapain. Gimana? " tanya Fani sambil menghibur temannya.
"Mager" singkat Nanda
"Yaaah. Kali ini aja ya plis yah yahh" bujuk Fani sambil menunjukan mata melasnya itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDZONE
Random"Akhirnya kamu menjadi diri kamu sendiri, aku suka" batin Fendi Dia sadar bahwa dirinya hanya sebatas teman biasa tidak lebih. Tapi dia tak kan menyerah begitu saja karena mendapatkan mu adalah suatu hal yang membuatnya bahagia. "Maaf aku tidak ta...