Lelah bermain futsal seharian, Fendi kini menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Seharian penuh ia bermain futsal dengan teman temanya yang tidak lupa dengan kehadiran Farel dan Bagas. Setelah mandi Fendi merebahkan tubuhnya di kasur empuknya.
Ia memejamkan matanya berkali kali tetapi tidak bisa. Ada rasa gelisah yang menyelimuti dalam diri Fendi. Ingin tau dia sedang apa? Salah satu penyebab rasa gelisah karna ingin bertanya namun terkalahkan dengan rasa tidak berani. Terlalu lemah bagi Fendi.
Fendi terus berusaha agar tidak memikirannya tetapi usahanya sia sia. Hati nya yang bekerja sampain ke otak untuk terus memikirkannya.
Fendi menghela nafasnya dengan kasar. Ia menatap langit langit atap kamarnya. Fikirannya terus mengganggu nya, satu nama yang membuat fikiran Fendi menjadi seperti yang sudah lama tidak Fendi rasakan dan tak ingin ia rasakan. Nanda
Tiduran tengkurap sambil menutupi kepalanya dengan bantal itulah salah satu cara Fendi untuk tidur. Biasanya jika Fendi kelelahan ia akan cepat tidur namaun kali ini tidak. Satu alasana yang membuat Fendi menjadi tidak karauan yaitu ingin mengetahui kabar Nanda.
Masih dengan posisi yang sama Fendi diam dan berfikir tapi fikiran itu terus semakain manjadi membuat takad Fendi untuk bagun dan mengambil hp nya. Sekarang ia tidak peduli bagaimana tanggapan Nanda.
Fendi menghidupkan hp nya namun saat ingin membuka aplikasi Whatsapp Fendi mendapati banyak tag di Instagram nya. Fendi tidak peduli ia langsung mengetik di keyboard nya 'sedang apa?' namun saat itu juga ia menghapus nya kembali. Entah apa kebranian Fendi menciut jari Fendi serasa kaku. Fendi terlalu lemah.
Ia menghela nafasnya kembali dengan kasar dan membuang hp nya di sampingnya begitu saja. Fendi kembali merebahkan tubuhnya, tangannya menutupi kedua matanya. Fikiran Fendi masih tetap sama yaitu kabar Nanda.
Tinglung... Tinglung... Tinglung
Sudah beberapa kali bunyi notifikasi hp milik Fendi berbunyi namun Fendi membiarkannya, ia asik dengan fikirannya sendiri. Merasa terganggu Fendi menggambil hp nya dan langsung membuka Instagram.
Fendi mengerutkan keningnya sebab bangak tag dari Farel. Fendi penasaran lalu mengeklik. Yang terpampang dulu adalah gamabar seseorang dengan bergandengan tangan. Fendi menyipitkan matanya dan...
"Nanda sa? Nanda" batin Fendi
Melihat postingan yang di unggah Nanda membuat Fendi terkejut dan mak-deg gitu (susah jelasinnya wkwk) pasalnya semua postingan Nanda bersama Yoga. Foto foto mesra nya pun tidak segan untuk diunggah.
Fendi mengamati foto Nanda, Fendi lebih memperhatikan cowok di sebelah Nanda sambil merangkul Nanda. Fendi membaca tag yang di berikan oleh Nanda di foto unggah itu .
"Yoga putra kayak familiar" batin Fendi mengingat ngingat muka dan nama Yoga.
Fendi terus menggeser geser layar hp nya, ia pun ikut serta dalam mengomentari foto unggahan Nanda. Walaupun hatinya pasti sakit ia tidak ingin Nanda tau.
Mereka baru saja kenal dan pertemanan mereka juga baru baru tetapi rasa ingin mempertahankannya agar tidak hancur adalah salah satu cara agar Fendi bisa melihat Nanda. Walau hanya dengan berteman Fendi bisa dekat dengan Nanda, Fendi rela mengorbankan rasa nya hanya untuk sebuah pertamanan. Sejati bukan rasa yang dimiliki Fendi.
'Ga jelas, mudur aja gue nya' Fendi ikut comen, tetapi balasannya ternyata Nanda memang tidak merasa. Entah kenapa Fendi menjadi tidak kukuh dalam pendirianya. Semangat nya menjadi berkurang melihat Nanda mesra dengan cowok lain.
Nanda tidak salah, harapan Fendi yang salah di tempat kan. Tapi mau bagaimana lagi namanya cinta. Mencintai seseorang itu hak bukan?
Pusing memikirkan harapan dan cintanya, Fendi akhirnya terlelap. Melihat Nanda baik baik saja dengan Yoga sudah cukup membuat rasa gelisah dan khawatir Fendi berkurang walau kini muncul rasa sakit dalam hati Fendi.

KAMU SEDANG MEMBACA
FRIENDZONE
Разное"Akhirnya kamu menjadi diri kamu sendiri, aku suka" batin Fendi Dia sadar bahwa dirinya hanya sebatas teman biasa tidak lebih. Tapi dia tak kan menyerah begitu saja karena mendapatkan mu adalah suatu hal yang membuatnya bahagia. "Maaf aku tidak ta...