chris memasukkan macbook nya yang sempat tertinggal ke dalam tas, kemudian setelah berterimakasih pada si adik tingkat yang menemukan dan menjaga barangnya itu, si pirang segera berlalu darisana, menuruni anak tangga dan berjalan cepat menuju parkiran.
dia tidak boleh meninggalkan seungmin terlalu lama.
"liosa!" langkah panjang christ terhenti, membalikkan badan dan menemukan seseorang yang berlari kecil kearahnya.
"hai, lo masih ada kelas nggak?"
chris melirik lelaki yang lebih pendek. "kelas gue udah selesai, ada urusan jadi gue harus balik."
"eh tunggu-" lenganya ditahan, membuat chris mati-matian untuk tidak menepisnya kasar. "kebetulan kelas gue kosong, kita keluar yuk sekalian makan malem bareng."
"ngga bisa, gue ada urusan."
"urusan apa sih?"
chris melepas genggaman si lelaki yang lebih pendek, kemudian menatapnya tajam.
"bukan urusan lo, mending sekarang lo pergi dari sini."
"tapi—"
"krisna, gue paling ngga suka yang namanya diganggu." yang dipanggil krisna refleks mundur selangkah saat chris bicara cukup keras kearahnya.
"k-kok lo gitu sih? kita kan—"
"persetan, jangan ganggu gue lagi."
tanpa menatap kebelakang, chris segera berlalu dari sana. hal yang dicemaskan nya pun terjadi saat dia mencapai parkiran, seungmin tidak ada di dalam mobil.
"sial, harusnya gue kunci pintunya biar semesta ngga bisa keluar."
sembari mendengus sebal, chris berlari menuju kearah gedung yang berdiri tak jauh dari gedungnya. itu gedung manufaktur, chris sangat yakin jika seungmin pergi kesana untuk mencari leedo.
beberapa mahasiswa berlalu lalang disekitaran sana, chris menahan salah satunya dan bertanya. "lihat ada anak sekolahan pake seragam putih abu-abu ngga disekitaran sini?" yang ditanya spontan mengangguk.
"gue lihat, tuh di anak tangga mau ke gedung atas, sama si reiki."
chris segera berlari menuju ke tempat yang dimaksud, dahinya berkerut marah saat melihat seungmin ada disana, bersama leedo, dan apa-apaan itu? seugmin menggenggam tangan si bajingan itu.
"semesta!"
keduanya menoleh, sama-sama terkejut. leedo segera melepaskan tangan seungmin, berlalu menaiki anak tangga dengan cepat. si manis itu ingin mengejar sebenarnya, tapi chris terburu menahan lengannya.
"kak reiki—"
"lo ngapain disini? gue nyuruh lo nunggu di mobil dan jangan kemana-mana kan."
"ta-tapi..e-esa mau ketemu kak reiki."
"gue kan udah pernah bilang kalo lo ngga boleh hubungan lagi sama dia sampe tiga bulan kedepan."
kepala seungmin langsung tertunduk, kedua punggung tangannya terangkat untuk mengusap-ngusap matanya.
"m-maaf."
chris mendengus sebal, kemudian mengajak seungmin pergi karna sadar mereka tengah menjadi bahan tontonan mahasiswa yang berlalu lalang disana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"mau pesen apa?"
seungmin menggeleng, kepalanya masih setia tertunduk. "esa ngga laper." cicitnya.
"tsk, padahal tadi sore ada yang ngeluh laper." christ beranjak dari sana untuk memesan, kemudian kembali dengan nampan penuh makanan di tangan.
"ayo makan."
seungmin menggeleng, lagi.
"semesta." tegur chris.
"esa ngga laper, esa mau pulang."
"makan dulu baru gue anter pulang."
lagi-lagi gelengan yang chris dapatkan, akhirnya dengan terpaksa dia mengajak seungmin pulang setelah membungkus makanannya yang belum sempat tersentuh.
didalam mobil, seungmin masih setia menunduk tanpa mau bicara.
"semesta?"
"........"
chris benar-benar tidak menyukai situasi seperti ini, mobil berbelok dan akhirnya dia menepi di pinggir trotoar yang sepi. setelah memastikan mesin sudah mati, lelaki itu beranjak keluar tanpa sepatah kata.
brak!
debuman cukup keras itu akhirnya membuat seungmin tersadar, menatap sekitar dan tidak menemukan chris di sebelahnya.
"kak aksa?" lelaki manis itu pun memutuskan untuk turun, menemukan chris yang sedang merokok sembari bersandar di badan mobil.
ah, seungmin rasanya dejavu.
"kak aksa?"
seungmin memanggil, tapi chris hanya memberikan lirikan.
"ayo pulang."
"pulang?"
seungmin mengangguk, memainkan jemarinya.
"bersihin dulu tuh ingus lo, baru gue anter pulang. gue ngga mau orang tua lo panik ngeliat anaknya pulang-pulang nangis."
seungmin langsung menyedot ingusnya sendiri, membuat chris berdecak.
"dasar bocah." chris menginjak puntung rokoknya ke tanah, mengambil beberapa lembar tissue dari mobil dan membantu seungmin membersihkan wajahnya.
"kak aksa." seungmin mendongak, menatap chris yang masih fokus membersihkan wajahnya. "maafin esa."
"tau kan apa kesalahan lo?"
"maaf, tapi jangan apa-apain kak reiki ya."
dalam hati chris mendengus, untuk apa sih seungmin masih memperhatikan si bajingan yang mungkin saja sudah tidak peduli padanya lagi?
"jangan diulangi."
seungmin mengangguk cepat, wajahnya yang sudah bersih tersenyum lebar. "makasih kak aksa." ucapnya dan tanpa sadar menghambur ke badan yang lebih tua.
chris hanya diam, membiarkan seungmin memeluknya erat-erat.
jantungnya mendadak berdetak ribut, tapi entah kenapa chris begitu menyukai sensasi tersebut.
kedua tangannya kemudian terangkat, menepuk kepala seungmin pelan.
"kali ini gue maafin, tapi lo harus inget ngga akan ada kesempatan kedua lagi."
yonghee a.k.a ananda krisna daniella (krisna)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.