🖇 ›10

6.8K 1.1K 41
                                        

seungmin masih setia menangis, membuat lelaki disebelahnya memutar bola mata jengah, siapa lagi jika bukan chris?

"lo mau nangis sampe kapan sih? sampe air mata lo kering?"

"hiks..hiks.."

"capek gue dengernya."

tapi bukannya berhenti, tangisan seungmin malah makin menjadi.

brak!

chris memukul roda kemudinya dengan kesal, cukup keras sampai seungmin terjingkat karenanya, lalu kembali menangis karna takut.

chris pasti marah, pikirnya.

memang benar, chris sedang marah, tepatnya pada leedo. iya, seseorang yang seungmin lihat hingga langkahnya terhenti itu memang leedo, dan sialnya dia tidak sendiri, ada orang lain dalam rangkulannya yang chris yakin itu adalah alvaro.

itu juga alasan kenapa chris tiba-tiba mencium seungmin.

pikirnya mungkin dengan ciuman mendadak itu seungmin bisa mengalihkan perhatian, namun tidak, lelaki manis itu malah mendorong dadanya dan berusaha mengejar leedo yang sudah berlalu.

dan berakhir dengan seungmin yang menangis di parkiran sejak satu jam yang lalu.

chris jengah.

"esa, sini deh."

seungmin yang menunduk itu mengangkat kepala, memperlihatkan wajahnya yang kacau.

"sini dulu bentar." lelaki manis itu memandang ragu begitu chris menepuk pahanya sendiri, lantas menggeleng.

"n-nanti kak aksa marah."

"gue makin marah kalo lo ngga nurut."

seungmin kembali ragu, tapi akhirnya dengan susah payah mendekat dan duduk diatas pangkuan lelaki yang lebih tua, ruang yang sempit membuat tubuh keduanya menempel.

tanpa banyak bicara chris merengkuh tubuh mungil itu erat, mengusap-ngusap bahunya berharap si empu berhenti meneteskan air mata.

"ngga capek apa nangis terus? gue yang lihat aja capek." komentarnya.

kepala seungmin yang berhadapan langsung dengan dada christ itu bergerak kenanan dan kekiri pelan, menggeleng.

"lagian lo ngapain juga sih nangisin cowok brengsek kayak reiki? udah jelas-jelas dia punya orang lain selain lo."

"k-kak reiki ngga mungkin gitu."

"ck, lo tadi ngeliat pake mata kepala lo sendirikan? ngga mungkin mereka ngga ada hubungan apa-apa dilihat dari cara ngerangkulnya yang mesra itu."

seungmin lantas menggigit bibir bawahnya kuat.

chris benar. sebagaimanapun seungmin ingin berpikir positif, namun apa yang dilihatnya tadi sudah cukup menjadi jawaban, dari cara leedo merangkul lelaki tadi, mereka pasti memiliki sebuah hubungan.

seungmin kembali menangis. "ke-kenapa kak rei jahat sama esa..hiks."

"karna dia udah ngga sayang lagi sama lo, karna dia udah punya orang lain." balas chris setengah mengebu, muak melihat seungmin masih menangisi si lelaki brengsek itu.

"lo mau tahu sesuatu? cowok yang lagi sama pacar lo itu namanya alvaro, temen gue bilang mereka udah deket dari lama."

bisa chris rasakan, air mata seungmin semakin membasahi kaos miliknya.

"kalo dia sayang sama lo, ngga mungkin dia bakal jadiin lo bahan taruhan waktu balapan. kalo dia juga cinta sama lo, seharusnya dia bisa nyari orang lain buat gantiin lo, bukannya malah ngorbanin pacarnya sendiri. padahal reiki tahu, kalo dia ngga akan pernah bisa menang dari gue."

"dan sekarang lo lihat sendiri kan? sementara pacarnya jadi milik orang selama tiga bulan, dia malah jalan sama cowok lain. esa, lo itu udah dibohongin. kapan lo mau sadar sih?"

seungmin diam, tapi tangisannya semakin menjadi.

chris lantas melepas pelukan mereka, menarik wajah seungmin dan kembali mempertemukan bibir keduanya. jika tadi si manis itu masih bisa menolak dengan mendorongnya, kali ini tidak lagi. chris memeluknya terlalu erat hingga seungmin tidak bisa bergerak barang sedikit pun.

bukan ciuman mengebu, chris melumat bibirnya dengan manis dan lembut. lama-lama membuat seungmin terlena hingga memejamkan mata, membiarkan lelaki yang lebih tua memegang kendali atas dirinya, menciumnya hingga kehabisan nafas.

setelah ciuman itu berakhir, chris berucap sembari menghapus sisa air mata di wajah seungmin,

"nginep di apart gue aja dulu." ucapnya yang lebih seperti perintah. "lagian besok minggu, entar gue yang minta izin ke mama lo."

sebelum seungmin sempat menjawab, chris kembali menambahkan. "gue ngga mungkin nganter lo pulang dengan keadaan kayak gini, nanti mama lo pasti mikirnya gue yang bikin lo nangis."

"tapi..k-kak aksa ngga macem-macem kan?"

"tergantung." balas chris dengan seringaian.

"kak aksa." rengek seungmin kemudian. "kalo gitu esa ngga mau ikut."

"tsk, bercanda. gue ngga bakal ngapa-ngapain, di tempat gue ada dua kamar, lo tenang aja." chris kemudian membantu seungmin kembali ke tempatnya, memakaikannya seatbelt dan berkendara menuju tempatnya tinggal.

𝐁𝐚𝐝 𝐆𝐮𝐲✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang