setelah kejadian dimana seungmin menginap di apartement chris, hubungan keduanya bisa dibilang menjadi lebih dekat. seungmin tidak lagi melarang si lelaki pirang bertamu atau menemui orang tuanya, tidak berusaha menolak bahkan cenderung mengikuti apa yang chris katakan.
pada dasarnya seungmin itu memang penurut.
dan kabar baiknya, si manis itu sudah tidak pernah memikirkan leedo lagi. yah, sesekali dia memang mencoba menghubungi pacarnya itu, namun saat tak mendapatkan jawaban, dia tidak terlalu kecewa lagi.
chris juga sudah mengenalkan teman-temannya, sehingga seungmin yang awalnya takut itu mulai terbiasa dengan sangyeon, byounggon, seungcheol, seungwoo dan subin, bahkan dia juga cepat akrab dengan subin.
“kak aksa, nanti malem anterin esa ke toko buku ya? sekalian nonton, ada film baru, kata chanhee filmnya bagus, esa mau nonton.”
chris mengangguk seperti biasa, mana bisa dia menolak? meski nanti malam ada kelas pengganti, dia rela absen demi seungmin.
“kak aksa mau kan?”
“iya. jam enam nanti gue jemput.”
seungmin bersorak senang di tempatnya. “makasih kak aksa.” serunya. chris hanya tersenyum sebagai respon, menghentikan mobilnya saat mereka sudah sampai di tempat tujuan. dimana lagi? tentu saja sekolah seungmin, chris selalu mengantar jemputnya sekolah, ingat?
“udah sampe, turun sana.”
“makasih. kak aksa jangan bolos kelas lagi ya.”
“ck, cerewet. turun sana.”
seungmin ingin menjawab sebenarnya, tapi dia urungkan, lebih memilih bergegas turun.
“semesta.” si lelaki manis berbalik, menatap chris keheranan.
“apa?”
chris tidak bicara apapun, namun wajahnya mendekat dan memberikan kecupan ringan di pipi kanan seungmin.
“apa? turun sana, keburu bel.”
seperti déjà vu, jantung seungmin kembali berdetak dengan sangat cepat, wajahnya memerah sempurna, namun kali ini ada senyuman manis di bibirnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
pukul lima sore, seungmin sudah selesai mandi dan berdandan. sengaja dia bersiap dari awal agar saat chris datang, mereka bisa langsung pergi.
seungmin menunggu kedatangan chris dengan semangat, sampai-sampai membuat ibunya terheran. tapi setelah menunggu sekian lama, batang hidung lelaki pirang itu tak kunjung datang. lalu tepat pukul tuju, chris mengirim pesan bahwa dia ada urusan mendadak dan tidak bisa mengantarnya pergi.
kecewa.
seungmin begitu kecewa hingga rasanya ingin menangis. padahal dia sudah menunggu dengan begitu semangatnya, tapi apa?