Chapter 8. Sebuah Kejanggalan

7.4K 1K 58
                                        


Gwen tertegun.

Tidak.

Lebih tepatnya,

Ia bingung.

Siapa Adrian Sawyer ini sebenarnya?

Bagaimana ia bisa mengenal Gwen?

Apa maksudnya dari 'memperhatikan' Gwensejak lama?

Sejak ... kapan?

"Urusanmu sudah selesai, Gwen? Ah, boleh kan aku memanggilmu dengan santai?"

Ucapan Adrian membuat lamunan Gwen buyar. Kembali Gwen menoleh pada sosok rupawannya.

"Hmm? Oh, ya, tentu saja. Aku sudah selesai."

Adrian terkekeh pelan. "Senang bisa bicara langsung denganmu. Yah, meski tak kusangka kalau akan bertemu di tempat seperti ini. Terlebih, kau baru saja..."

Manik Adrian menyisir sekitar. Yang mana, lorong tempat mereka berada adalah lorong khusus area pemeriksaan kandungan.

Buru-buru kepala Gwen menggeleng kuat dengan manik yang membola lebar.

"Tidak! Aku, aku hanya menemui teman," sanggah Gwen cepat.

Oh, berapa banyak orang lagi yang harus Gwen lempari dengan kebohongannya?

Sedangkan Adrian, hanya terkekeh sembari menundukkan kepala sesaat.

"Sayang sekali karena aku sudah ada janji dengan seseorang," wajahnya mendongak. "Ingin sekali aku bercengkrama denganmu lebih lama, Gwen." Ia tersenyum. "Kalau begitu, sampai jumpa lagi, Gwen."

Lalu Adrian berlalu setelah beberapa saat mendapati diamnya Gwen. Tentu saja senyumnya masih mengembang bahkan saat ia sudah menapak langkah dan menoleh sekilas pada Gwen.

Entah kenapa,

Gwen merasakan ... sebuah keanehan.




Chapter 8SEBUAH KEJANGGALAN

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Chapter 8
SEBUAH KEJANGGALAN




"Jadi kandunganmu baik-baik saja?"

Gwen mengangguk. Ia bernapas lega.

Sedangkan Benjamin mencebik. Matanya berotasi karena yang ia pikirkan saat ini adalah Rafe.

"Ck, ck, dasar maniak mesum! Kalau saja ia tahu kau hamil anaknya..."

"Maka aku akan bernasib sama seperti wanita malang waktu itu," sambar Gwen.

DIVERGENTTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang