????????
HAPPY READING RAKYAT KU!
!!!!!!!!!!!
!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!?!!?!
"Tolong muncul dihadapan ku, aku penasaran.." -lyly
Dengan perlahan orang itu pun keluar. Lyly terkejut dengan sosok yang ia tatap sekarang.
"Apa kabar?" Seseorang itu pun langsung berbicara dengan Lyly.
"B..bagaimana kamu bisa ke sini?" Tanya Lyly heran.
"Aku senang melihat mu baik baik saja." Ujar seseorang itu dengan senyuman yang hangat.
"Kamu tahu dari ayah?.." tanya Lyly untuk memastikan.
"Bukan.." jawab nya.
"Lalu?" Tanya Lyly.
"Kamu tidak perlu tahu, intinya aku senang kamu baik baik saja di sini.." ujar seseorang itu dengan bahagia.
"Tidakah kamu rindu dengan ku?" Kata seseorang itu sambil mengulurkan kedua tangannya ke arah Lyly.
Sudah 5 tahun tak jumpa dengan nya. Akhirnya kerinduan Lyly terobati dengan sosok nya.
Lyly memeluk rindu kepada seseorang itu.
Seseorang itu adalah kakak Lyly, yaitu Lylo. Lyly dengan Lylo berbeda 7 tahun.
"Sudah berapa lama kamu disini?" Tanya Lylo sambil berjalan menggandeng tangan Lyly.
"Baru sebulan.. selama 5 tahun kakak kemana saja?!" Tanya Lyly yang memberhentikan langkahannya. Ia sambil menatap sosok kakak nya yang sangat ia rindu kan.
"Aku duluan yang ada di sini hahaha" tawa kecil Lylo.
"Maksudnya? Kakak selama 5 tahun di sini? Di bumi?" Ujar Lyly.
Lylo hanya tersenyum sambil melanjutkan langkahnya.
"Kakak curang! Dulu aku butuh banget temen.. tpi apa? Kakak malah ninggalin aku!" Ucap nya sambil menghentakkan kakinya.
"Kamu tinggal di mana?" Tanya Lylo yang berusaha mengganti topik.
"Awalnya aku tinggal di rumah Iqbal, tapi semenjak Iqbal lagi marah sama aku.. jadi aku tinggal di rumah Novi untuk sementara ini..." Lyly menghela nafas..
"Tinggal di rumah kakak mau?" Tanya Lylo
"MAU! tapi aku takut Iqbal sama Abang Revan marah:(( " semangat nya hancur seketika saat mengingat nama Iqbal.
"Kakak aja yang minta izin ke si Novi itu sama ke si Revan."
"Serius?? Wahhh akhirnya sosok kakak berguna juga ya.." senyum Lyly mulai bersinar.
*****
"Udah mulai malem nih, gua cabut dulu." Pamit Iqbal.
"Hati hati broo!" Teriak Fian sambil melambai lambaikan tangan nya.
Sementara Rabi sama sekali tidak merespon pamitan nya Iqbal.
"Seharusnya lu ngga usah ungkit ungkit tentang bokap nya itu." -alfian
"Gua juga tau, lu pasti kesel sama sikap Iqbal yang egois. Hanya karna bokap nya meninggal jadi band kita yang dijadiin pelampiasan."
"Gua jahat banget ya tadi?" -rabi
"Iya iyalah! Sosok ayah di mata Iqbal sangat berarti dari ibu nya sendiri. Lu juga tau dia sampai berbulan-bulan tersiksa atas kepergian ayah nya." -alfian

KAMU SEDANG MEMBACA
LYLY [On Going]
Fantasi•• Kehadiranku bertujuan untuk menebus kesalahan keluarga ku, juga ingin selalu bersamamu. Sedikit harapan ku untuk selalu ada di sisimu, karna sekarang kau telah membenci ku. Maaf kan aku yang sudah berbohong pada mu, itu semua aku lakukan demi kam...