Cermin itu begitu bening,setitik debu pun tak tampak sama sekali.Seorang pria menatap cermin itu dengan pandangan miris.Ada bayangan dirinya dalam cermin itu.Dirinya sudah sangat rapi dengan balutan jas formal dan tatanan rambut yang sudah ditata oleh ibunya tadi,membuat ia tampak sempurna malam ini.
"Apa harus berdandan seformal ini hanya untuk bertemu seseorang yang bahkan tidak ku kenal ? aku yakin pria itu hanyalah pria tua menyebalkan.Sedikit pun aku tak berniat untuk bertemu dengan orang itu! " rutuk seung-youn di depan cermin kamarnya.Kemarahan masih terpatri jelas di wajahnya.
Seung-youn mengingat kejadian kemarin saat kedua orang tuanya meminta ia untuk bersedia bertunangan dengan pria pilihan mereka.Sekeras apapun Seung-youn menolak,kedua orang tuanya tetap tak mau menghiraukan penolakan Seung-youn.Hingga inilah yang kini terjadi.Dengan sangat terpaksa Seung-youn menuruti kedua orang tuanya untuk bertemu dengan pria yang akan dijodohkan dengannya.Hal lain yang membuat Seung-youn benar benar kesal adalah umur pria itu.Seung-youn sempat mendengar dari orang tuanya bahwa pria itu berumur 30 tahunan,sedangkan dia baru berumur 20 tahun.Seungyoun merasa orang tuanya benar benar keterlaluan.
"Kalian ingin menjodohkan ku dengan seorang pria tua ? aku benar benar tak habis pikir dengan kemauan kalian! " rutuk Seung-youn lagi.
Ceklekk
Seung-yeon masih terpaku di depan cerminnya saat pintu kamarnya terbuka.Ia melihat sang ibu ada di ambang pintu.
"Keluarlah sayang,keluarga han sudah datang," kata ibunya lembut lalu kembali menutup pintu kamarnya.
"Sebentar lagi kau akan bertemu dengan pria tua,Cho Seung-youn.Bersiaplah,semoga kau tidak terkena serangan jantung," guman seung-youn pada dirinya sendiri.
Seung-youn merasa sedikit gugup.Bagaimanapun ia tidak biasa bertemu dengan orang yang tidak begitu ia kenal.Selama ini ia jarang sekali berinteraksi dengan orang lain,waktunya ia habiskan untuk berdiam diri di kamar sambil bermain koleksi game yang ia punya.
Langkah seung-youn tercekat di pertengahan tangga yang menghubungkan lantai dua dan satu kelika ia melihat empat orang yang tidak dikenalnya ada di ruang tamu,duduk berhadapan dengan kedua orang tuanya.
Seung-youn terkejut saat salah satu dari orang itu terlihat tak asing di matanya, seorang pria yang sering ia lihat.Satu orang lagi terlihat begitu tampan,sampai sampai membuat seung-youn terpukau.Dua orang lagi membuat seung-youn yakin bahwa keduanya adalah orang tua dari kedua pria tadi.
" Itu dia putra kami," terdengar suara bangga dari ayah seung-youn.Seung-youn melangkah dengan gugup ke arah ruang tamu,lalu duduk dengan canggung di samping ibu dan ayahnya.
"Putramu tampan dan juga manis Jae Shin ah~," ucap pria paruh baya yang duduk di hadapan orang tuanya.
Seung-youn semakin kikuk.Ia merasa semua tatapan hanya tertuju padanya saat ini.Ia pun tak sengaja melirik ke arah pria tampan yang sempat membuatnya terpaku itu.Dan jantungnya berdebar tak karuan saat pria itu menatapnya,menatapnya dari atas sampai bawah,membuat Seung-youn benar benar merasa kaku.
"Seung-youn ah ini keluarga han yang nantinya akan menjadi keluargamu juga.Sekarang kenalkan dirimu pada mereka," ucap ayahnya.
Seung-youn tersenyum kikuk.Ia sesekali menggaruk tengkuknya,meski tak gatal sama sekali.
"Aku Cho Seung-youn,senang bertemu dengan kalian," kata Seung-youn canggung.Ia pun menjabat tangan Tuan dan Nyonya Han,lalu berjabat tangan dengan pria tampan yang membuat jantungnya berdebar tak karuan.
" Cho Seung-youn."
" Han Seung-woo."
Seung-youn terpaku menatap wajah tampan dengan mata bening yang indah dan hidung yang mancung,rambut kecokelatan yang terlihat rapi,semakin membuat Seung-youn kemetar karena terlalu gugup.Dulu,ia tak pernah percaya akan cinta pada pandangan pertama dan pandangan seorang pria bisa jatuh cinta pada pria lainnya.Namun sekarang saat melihat pria ini,rasanya semua itu kandas begitu saja.Seung-youn terpesona.
Inikah jatuh cinta pada pandangan pertama ? ucapnya dalam hati.
Sekian detik berlalu akhirnya tautan tangan Seung-youn dan pria bernama Seung-woo itu terpisah.Selanjutnya,Seungyoun melihat seorang pria lagi yang tak asing baginya.Pria itu tersenyum padanya.
"Kita sudah saling kenal kan hyung ?" tanya pria itu sembari tersenyum padanya.
Seung-youn mengangguk seraya membalas senyuman pria itu.
"kalian sudah saling kenal ?" tanya Tuan Han.
"Ne,Seung-youn hyung senior di kampusku,appa.Aku tidak percaya bahwa nanti kami akan menjadi saudara ipar," kata pria itu riang.
Seung-youn merasa pipinya memanas.Saat pria tadi berkata akan menjadi saudara iparnya,Seung-youn tiba tiba membayangkan menjadi pendamping pria tampan yang kini masih menatapnya.
"Baguslah jika kalian sudah saling kenal.Pasti itu akan memudahkanmu untuk mengenal keluarga kami,Seung-youn ah," ucap Tuan Han lagi.
Seung-youn hanya tersenyum.Tak banyak yang bisa ia lakukan saat kedua orang tuanya bercakap cakap dengan keluarga Han.Ia hanya menunduk malu,hanya sesekali mendongak jika keluarga Han dan keluarganya bertanya padanya.Satu hal yang begitu mengejutkan adalah,pria bernama Han Seung-woo itu memanglah pria berumur hampir 30 tahunan,tepatnya 29 tahun.Seung-youn sampai sampai tak bisa membendung kebahagiaannya ketika tahu pria itu memang pria yang akan dijodohkan dengannya.Anggapannya tentang pria 30 tahunan adalah pria tua menyebalkan,tiba tiba kandas begitu saja ketika melihat Seung-woo.Satu hal lagi yang membuat Seung-youn semakin kagum,Seung-woo ternyata seorang dokter spesialis bedah di rumah sakit besar yang ada di Seoul.Seung-youn rasanya ingin berteriak saking senangnya.
Aku ingin segera bertunangan dengan pria ini,tanpa sadar ucapan itu menggema dalam hati Seung-youn.Semua rasa kesalnya di hari kemarin,semua rutukan yang ia ucapkan tadi,tiba tiba terkikis begitu saja ketika ia melihat Seung-woo.
Orang tua Seung-youn hanya bisa tersenyum geli melihat putranya tampak malu saat bertemu Seung-woo.Namun merek yakin,pria yang dipilihkan mereka adalah pria yang bisa melindungi putra mereka dengan baik.
"Jadi,bagaimana ? Apakah kita akan menentukan tanggal pertunangan mereka sekarang ?"
DEG
Seung-youn semakin senang,rasanya ia ingin pertemuan ini cepat berakhir,sebelum ia pingsan karena terlalu bahagia.
~To Be Continued~
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Destiny (RyeonSeung)
FanfictionCho Seung-yeon seorang pemuda yang memiliki suatu ketakutan berlebihan dalam dirinya atau disebut phobia ~Autophobia ~ tapi bagaimana jika ketakutannya itu membuatnya bertemu dengan seorang yang mencintainya dengan tulus
