Pagi hari ini terasa sedikit berbeda untuk Seungyoun. Biasanya ia akan berangkat ke kampus,namun hari ini ia meliburkan diri karena ingin mengantarkan orang tuanya ke bandara. Tapi rupanya ia sama sekali tak semangat. Ia merasa sedih. Wajar saja, ia hanya bisa bertemu orang tuanya dalam beberapa hari,lalu orang tuanya akan pergi ke luar negeri lagi. Hal itu benar benar membuat Seungyoun kesepian.
" Sayang,ayo kita berangkat sekarang! Seungwoo sudah datang," kata ibunya di ambang pintu.
Seungyoun membawa ponsel dan dompetnya. Hari ini ia akan ke bandara bersama Seungwoo. Seungwoo lah yang akan mengantar Seungyoun dan orang tuanya ke bandara. Beruntung jadwalnya di rumah sakit sedang kosong sampai siang nanti.
Seungyoun berjalan lunglai ke arah mobil hyundai hitam yang sudah trrparkir di halaman rumahnya diikuti oleh orang tuanya yang berjalan di belakang. Seungyoun masuk ke dalam mobil itu,duduk di samping Seungwoo di jok depan. Sementara kedua orangtuanya duduk di jok belakang.
"Ahjumma,ahjussi,apa tidak ada yang tertinggal ?" Tanya Seungwoo sebelum dia menjalankannya mobilnya.
"Tidak Seungwoo ya. Ayo,kita berangkat sekarang," jawab ibu Seungyoun.
Seungwoo mengangguk. Ia menghidupkan mesin mobilnya dan melakukan mobil itu dengan kecepatan sedang. Suasana di dalam mobil itu hening, semuanya sibuk dengan pikirannya masing masing. Seungwoo sekilas menatap Seungyoun yang terdiam dari tadi. Ia merasa khawatir. Ia tahu betul keadaan Seungyoun. Fobia pada laki laki itu pasti akan kambuh lagi saat orang tuanya berangkat ke London.
"Seungwoo ya?" Ibu Seungyoun memecah keheningan dalam mobil itu.
" Iya ahjumma ?" Sahut Seungwoo dengan matanya yang masih terfokus pada jalanan yang ada di depannya.
"Ahjumma titip Seungyoun padamu. Tolong jaga dia dengan baik. Seungyoun mungkin sedikit manja dan merepotkan mu, tapi ahjumma harap kau bisa menjaga Seungyoun dengan tulus," kata ibu Seungyoun.
Seungwoo tersenyum kecil." Tenang saja,ahjumma. Aku akan menjaga Seungyoun. Sesibuk apapun aku di rumah sakit,aku akan mencoba meluangkan waktu untuk Seungyoun," jawab Seungwoo.
"Syukurlah...."
Seungyoun terlihat menatap kosong jalanan yang ada di depannya. Mungkin juga ia tak mendengar apa yang ibunya ucapkan kepada Seungwoo barusan.
"Seungyoun ah ?" Ayah Seungyoun mencoba memanggil anaknya itu, namun laki laki itu malah melamun.
"Seungyoun ah ?" Kali ini suara ayahnya terdengar lebih keras,membuat Seungyoun terhenyak dan menghentikan lamunannya.
"Ne Appa ?" jawab laki-laki itu.
"Setelah eomma dan Appa pergi ke London,kau harus menjaga dirimu dengan baik. Jika ada masalah jangan ragu untuk mengatakannya pada Seungwoo karena dia calon pendampingmu. Kau tidak boleh berbohong tentang kesehatanmu,jika kau sakit kau harus mengatakannya pada Seungwoo,mengerti?"
"Ne appa,Aku bukan anak kecil lagi. Keadaan ku baik-baik saja, aku tak mungkin sakit," jawab Seungyoun.
Ia sedikit sebal dengan ucapan ayahnya. Ia tahu,sejak kecil ia sering sakit dan gampang lelah tapi ia tak ingin dianggap lemah dan penyakitan oleh orang lain.
"Pokoknya jangan sembunyikan apapun dari Seungwoo. Kau harus terbuka padanya karena dia yang sekarang bertanggung jawab padamu,Seungyoun ah"
"Ne appa," ucap Seungyoun Tak semangat.
Seungwoo melihat dengan jelas raut sedih di wajah Seungyoun. Hatinya sesak seketika. Ia belum mengenal betul Siapa laki laki ini tapi kekhawatirannya terhadap laki laki ini terasa begitu besar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Destiny (RyeonSeung)
FanficCho Seung-yeon seorang pemuda yang memiliki suatu ketakutan berlebihan dalam dirinya atau disebut phobia ~Autophobia ~ tapi bagaimana jika ketakutannya itu membuatnya bertemu dengan seorang yang mencintainya dengan tulus
