Leave Me Alone

634 96 16
                                        

ketika telinga Seungwoo bisa mendengar jelas suara ombak yang
bergemuruh, ia tahu hatinya pun ikut bergemuruh seiring  ingatannya yang kini tertuju pada Seungyoun, Di atas sana, mentari sepertinya akan segera tenggelam.

Seungwoo baru sampai ke daerah Gyeongju setelah melewati perjalanan panjang selama 6 jam
dengan menggunakan mobilnya, Itupun bisa la lakukan tadi siang
karena harus mengurus izin cuti di rumah sakit dan menitipkan
Byungchan pada Jinhyuk, Entah apa yang Seungwoo lakukan, ia ingin Byungchan mendapatkan kebahagiaannya, dan juga ia tahu
bahwa Jinhyuk kali ini akan mau belajar mencintai adiknya itu.

Degup jantung Seungwoo semakin kencang saat la menghentikan mobilnya di depan jajaran rumah yang ada di Pesisir pantai daerah Gampo eup, Gyeongju. Dari informasi
Yang la dapat, Kim Ahjumma ada di desa ini, la tak sabar untuk menemukan rumahnya, dan berharap Seungyoun benar-benar ada di rumah itu. Sebagian orang di pesisir pantai terlihat terpukau saat
melihat Seungwoo keluar dari dalam mobil. Seperti biasanya, pria itu selalu terlihat tampan dan mempesona. Mungkin karena mood-nya sudah ikut membaik, wajah pria itu pun kali ini terlihat segar, tidak kusut seperti hari kemarin.

"Ahjussi, kau siapa?" Seungwoo dikejutkan oleh kehadiran
bocah gemuk yang tiba-tiba bertanya padanya.

Seungwoo merendahkan badannya. la melempar senyum pada bocah itu. "Adik kecil, siapa namamu?" tanya Seungwoo.

"Dohyun. Namaku Nam Dohyun!" jawab bocah itu semangat.

"Dohyun ah, bolehkah Ahjussi bertanya padamu?" tanya Seungwoo lembut.

Dohyun terlihat kebingungan sebelum akhirnya mengangguk dengan cepat.

"Apa kau mengenal Ahjumma dengan nama Kim Min Yeong?" tanya Seungwoo selembut mungkin, berharap bocah kecil itu segera mengerti.

"Kim Min Yeong? Itu nama Eomma-ku, Ahjussi! Untuk apa kau mencarinya?" tanya bocah itu lagi dengan ekspresi yang menggemaskan.

Seungwoo merasa jantungnya hampir melompat karena terlalu bahagia. Seungwoo pikir Tuhan sangat baik padanya, karena mempertemukan ia dan Dohyun, yang bisa membuatnya
segera bertemu dengan Kim Ahjumma.

"Ahjussi ingin bertemu dengan Eomma-mu. Bolehkah Ahjussi menemui Eomma-mu?" tanya Seungwoo lagi.

Seperti sebelumnya, bocah gemuk itu terlihat kebingungan sebelum akhirnya mengangguk. "Kau boleh bertemu Eomma. Aku akan membawamu pada Eomma!" kata bocah itu semangat.

Seungwoo tersenyum senang. "Gamsahamnida, Dohyun ah," gumamnya pelan.

Dohyun melangkah ringan di atas tanah pesisir yang putih. la tak mengenakan alas kaki apa pun. Seungwoo memandangi bocah kecil itu dengan sedikit gemas karena bocah itu sangat lucu.











"Eomma ! Eomma ! Ada Ahjussi mencarimu!" teriak Dohyun keras ketika la dan Seungwoo sudah ada di pelataran rumah.

Seseorang yang Dohyun panggil akhirnya keluar dari pintu belakang, ia sangat terkejut melihat sosok yang berdiri di samping Dohyun.

"Tuan.." gumam Kim Ahjumma.

Seungwoo menebar senyumnya pada perempuan paruh baya itu.
"Apa kabar Ahjumma?"

Kim Ahjumma tak tahu harus berbuat apa saat ia melihat pemuda yang ia kenal sebagai tunangan Seungyoun kini ada di rumahnya. la yakin Seungyoun pasti sedang membenci pemuda itu, tapi ia tak bisa berlaku sama. Baginya, pemuda itu sama-sama harus dihormati seperti ia menghormati Seungyoun.

"Silakan diminum, Tuan...," kata Kim Ahjumma setelah menghidangkan secangkir teh hangat untuk Seungwoo.

"Gamsahamnida, Ahjumma. Kau tidak perlu repot-repot. Sebenarnya aku ke sini untuk mencari Seungyoun," ucap Seungwoo langsung ke inti permasalahannya, karena ia sudah tak sabar untuk memastikan apakah Seungyoun benar ada di rumah ini atau tidak.

Our Destiny (RyeonSeung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang