It Must Be A Dream

904 137 4
                                        

Senja telah menjelang. Warna orange menghiasi langit luas,membuat nuansa indah terpatri jelas di atas sana. Rumah yang biasanya sepi itu kini sangat ramai,berbeda dengan hari hari sebelumnya. Ruang tamu sudah di hias oleh banyaknya bunga di setiap sudut. Di sudut ruang tamu bagian kiri, ada berbagai makanan yang siap untuk di hidangkan nanti malam. Ruang tamu itu di desain dengan sederhana untuk sebuah pesta pertunangan, namun laki laki yang tinggal di rumah itu justru menyukainya.

"Seungyoun ah apa yang kau lakukan di sana ?" Ibu Seungyoun memandang putranya sedikit kesal. Sebentar lagi malam akan tiba, tapi putranya belum bersiap siap sama sekali. Laki laki itu malah ada di atas tangga,duduk seperti orang linglung yang tidak tahu kemana arah jalan pulang.

" Aku tidak bisa menata penampilanku ini eomma " kata Seungyoun beralasan. Ia berbohong soal itu. Walaupun ia termasuk cuek dalam hal tampilan, tapi ia cukup bisa di andalkan jika hanya menyulap diri sendiri menjadi lebih tampan dan fashionable.

"Masuklah ke kamar dan ganti bajumu dengan setelan jas yang sudah eomma belikan! Eomma yang akan menata penampilan mu! " Seru ibunya tegas.

Seungyoun menurut. Ia berjalan ke arah kamarnya yang ada di lantai atas . Sesampainya di kamar,laki laki itu mengganti bajunya dengan setelan jas berwarna hitam dengan sepatu dengan warna senada,jangan lupa dasi kupu-kupu kupu yang menjadi pemanis tampilannya hari ini yang membuat penampilannya terlihat tampan namun kesan manis tidak hilang dari tampilannya hari ini.

Ibunya datang saat ia selesai mengenakan setelannya itu. Wanita paruh baya itu tampak terharu melihat putranya yang begitu tampan juga manis. Setelan yang dikenakan membuat putranya terlihat seperti pria dewasa yang tampan dan mempesona.

" Kenalilah sayang,eomma akan menata penampilan mu malam ini." Ibunya mengajak Seungyoun untuk duduk di depan sebuah cermin besar yang ada di kamar putranya itu.

Seungyoun menurut dan segera duduk di hadapan cermin. Di sampingnya,sang ibu menyiapkan beberapa alat yang dibutuhkan untuk menata tampilannya hari ini .

" Sayang,apa saat ini kau masih tidak setuju dengan perjodohan ini ?" Sang ibu memberikan pertanyaan pada putranya sembari membubuhkan sedikit make up di wajah putih milik putranya itu.

"Tidak,eomma. Aku mulai sadar,semua yang eomma dan Appa pilihkan adalah hal terbaik untukku. Seungwoo Hyung adalah pria yang baik,aku yakin dia bisa menjagaku," jawab Seungyoun.

"Syukurlah....eomma senang sekali mendengarnya Seungyoun ah. Kekhawatiran eomma dan appa akan sedikit menghilang karena kau telah memiliki tunangan. Eomma dan Appa sengaja memilihkan seorang dokter untuk menjadi pendampingmu, dengan harapan bisa selalu menjagamu. Kau juga gampang sakit, setidaknya akan ada yang merawatmu saat kau sakit."

"Hmm....jadi karena itu eomma menjodohkanku dengan Seungwoo Hyung ?" Tanya Seungyoun ingin tahu.

"Iya,itu salah satu alasannya. Tapi hal lain yang jauh lebih penting, Seungwoo adalah pria yang dewasa,dia juga sayang pada keluarga. Eomma yakin masa depanmu akan baik baik saja jika kau mempunyai pendamping hidup seperti dia."

Seungyoun hanya menghela nafas pelan. Ia tahu, ibu dan ayahnya memang tipikal yang sangat selektif dalam berbagai hal,terutama mencarikan pendamping hidup untuknya.

" Dan satu lagi,eomma dan Appa yakin Seungwoo adalah tipe mu. Kau bisa melihatnya kan ? Dia begitu tampan,tak terlihat bahwa usianya hampir 30 tahun. Eomma yakin,kau telah terpesona padanya hanya dalam hitungan detik," canda sang ibu.

"Aish eomma bisa saja ! " Kata Seungyoun malu.

Sang ibu mulai menata rambutnya saat Seungyoun tenggelam dalam lamunan nya sendiri.

Our Destiny (RyeonSeung)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang