Pagi hari sekali Seungyoun telah tiba di kampusnya. Sebenarnya ia tak ada jadwal kuliah di pagi hari karena kuliahnya akan dimulai jam 10 pagi, tapi sekarang Ia sudah ada di kampus tepat jam 8 pagi. Seungyoun sendiri kebingungan dengan tingkah lakunya. Entahlah, sejak Seungwoo mengantarnya ke rumah dan menemaninya, Seungyoun merasa lebih semangat menjalani harinya. Termasuk hari ini, ia begitu semangat berangkat ke kampus sampai-sampai ia tiba di kampus terlalu pagi.
Bayang-bayang Seungwoo melintas begitu saja di benak Seungyoun. Ia Teringat saat Seungwoo menyentuh dahinya, memeriksa denyut nadinya, dan juga menyelimutinya dengan lembut. Ia ingin merasakan perhatian Seungwoo lagi. Ia ingin Seungwoo ada di sampingnya dan menemaninya. Tapi, apa yang harus dia lakukan sekarang ?
kenapa kau kebingungan ? dia calon suamimu. Kau Berhak menuntut perhatian darinya! Teriak Seungyoun dalam hatinya.
Seungyoun menghela nafas panjang saat pikiran itu melintas di benaknya. Memang benar, Seungwoo adalah calon suaminya. Tapi dia seorang dokter, mungkin waktunya tidak banyak untuk selalu memperhatikan Seungyoun. Seungwoo lah yang berhak meluangkan waktunya demi Seungyoun, bukan Seungyoun yang harus meminta Seungwoo untuk meluangkan waktu untuk nya. Tapi lagi lagi perasaan egois begitu mendesak hati Seungyoun. Seungyoun ingin perhatian dari Seungwoo.
Hanya itu.
" Seungyoun Hyung!"
Seungyoun terlonjak kaget ketika mendengar seruan seorang pria. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Byungchan yang dengan cepat duduk di sampingnya, di bangku taman Seoul University yang sangat sejuk dan indah dengan puluhan pepohonan berwarna kecokelatan.
"Kau mengagetkan ku saja,Byungchan ah," guman Seungyoun seraya menyentuh dadanya yang masih berdebar karena terlalu kaget.
" Maaf Hyung," guman Byungchan dengan cengiran kecil. Pria itu membuka resleting tasnya dan mengeluarkan botol kecil berwarna cokelat. Seungyoun mengrenyit kebingungan.
"Ada titipan untuk Hyung dari Seungwoo Hyung," Byungchan mengulurkan botol itu pada Seungyoun.
Seungyoun menerima botol obat itu, walau dengan raut wajah bingung.
"ini apa ?"
" Itu vitamin. Seungwoo Hyung bilang,kemarin Hyung sakit. Dia terlihat khawatir sejak pulang dari rumah sakit kemarin. Akhirnya dia menitipkan ini padaku. Katanya Hyung harus meminumnya satu hari sekali agar anemia Hyung tidak kambuh," jelas Byungchan.
Seungyoun mengangguk mengerti. "Terima kasih," kata Seungyoun tulus.
Ia memasukkan botol kecil itu ke dalam tas miliknya.
" Sama sama Hyung," jawab Byungchan
" Padahal kemarin aku hanya sedikit kelelahan. Tapi ternyata Seungwoo Hyung sangat perhatian. Aku kagum pada sikapnya yang lembut itu," kata Seungyoun tanpa sadar.
" Seungwoo Hyung memang seperti itu. Ia tak bisa melihat orang lain kesakitan, apalagi orang itu orang yang penting dalam kehidupannya,termasuk kau Seungyoun Hyung," balas Byungchan.
" Hah ? Aku ?"
" Iya kau,Hyung. Kau kan calon istrinya. Sudah pasti ia akan menjagamu dengan ketat," terang Byungchan.
" Kau benar juga," jawab Seungyoun sedikit malu. Ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
" Oh ya, apa nanti siang kau mau ikut denganku hyung ?" Tanya Byungchan tiba tiba.
" Ikut denganmu ? kemana ?" Tanya Seungyoun.
" Ke rumah sakit tempat Seungwoo Hyung bekerja," ucap Byungchan ringan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Destiny (RyeonSeung)
FanfictionCho Seung-yeon seorang pemuda yang memiliki suatu ketakutan berlebihan dalam dirinya atau disebut phobia ~Autophobia ~ tapi bagaimana jika ketakutannya itu membuatnya bertemu dengan seorang yang mencintainya dengan tulus
