Sherly membuka kelopak matanya secara perlahan, aroma obat-obatan dan nuansa serba putih menyambut indra penciuman dan penglihatannya.
Apa sekarang ia berada di rumah sakit?
Meski pandangannya masih mengabur, ia bangkit susah payah karena panik.
"Jangan banyak gerak."
Suara seseorang membuat semakin panik. Bagaimana kalau rahasianya kebongkar?
"A--"
"Dokter Will bilang, lo kecapek-an. Gimana bisa lo pulang sekolah dengan pakaian kucil kayak gitu dan sampe pingsan di meja makan?"
Sherly tak memperdulikan orang itu yang telah memotong ucapannya. Dia justru menghembuskan napas lega, Dokter William menjaga aman rahasianya.
"Woy gue nanya!" kesal Saga yang dihiraukan.
Sherly mendelik kesal. "Bukan urusan Kakak."
Saga menjadi memutar bola matanya malas. Laki-laki jangkung itu bangkit dari duduknya dan berjalan hendak pergi tetapi Sherly lebih dulu menahan tangannya.
"Aku mau pulang."
*
Rasa canggung benar-benar mendominasi dua saudara dalam mobil Sedan berwarna putih itu. Sherly ingin sekali mengutarakan banyak pertanyaan pada Kakaknya itu tetapi lidahnya kelu.
"Lo bener-bener udah baikan 'Kan?"
Saga terlampau mengerti kalau adiknya tak diajak bicara duluan maka tak akan pernah ada percakapan di antara mereka.
"Kak Saga kenal Dokter Will dimana?" tanya Sherly. Dia bahkan tak sedikitpun menaruh minat pada pertanyaan sang Kakak yang hanya sekedar basa basi.
"Dia Kakak sepepunya Kenzo jadi kenal lah," jawab Saga sementara Sherly terdiam. Ada yang aneh di sini, bau busuk dari seragamnya tak tercium lagi. Kenapa ia baru sadar?
Oh astaga kemana baju seragamnya? Kenapa sekarang ia memakai hoodie kebesaran milik Saga?
Sherly menatap horror sang Kakak. "Kak Saga yang gantiin seragam aku?!"
Saga menatap datar. "Emang kenapa?"
Belum sempat melampiaskan perasaan kesal dan marah pada Saga, Sherly lebih dulu dibuat semakin panik saat orang yang amat ia kenal mengetuk kaca mobil ketika Saga tiba-tiba memberhentikan laju mobilnya.
Dengan gerakan cepat gadis itu segera berpindah posisi ke jok belakang dan bersembunyi di sana.
Orang yang mengetuk kaca mobil itu justru masuk dan duduk di samping Saga tempat Sherly tadi dan membuat Sherly tak berhenti merutuki dirinya sendiri. Kenapa ia bisa sesial ini?
"Mobil lo kemana?" tanya Saga pada Kenzo yang duduk di sampingnya.
"Bannya kempes tapi udah gue bawa ke bengkel. Males nunggu dan kebetulan liat mobil lo pas cari taksi tadi," jelas Kenzo.
Sherly yang bersembunyi terkejut. Untuk pertama kalinya ia mendengar laki-laki itu berbicara sepanjang itu.
Mobil dijalankan sementara ia terjebak di antara dua laki-laki yang kelewat cuek. Apa Saga tak punya sedikit rasa perhatian untuk adiknya yang tengah sakit?
KAMU SEDANG MEMBACA
TITIK TERENDAH
Teen FictionAku menangis, Kalian tertawa. Aku kesakitan, Kalian masih tetap tertawa. Apa jika aku mati, kalian masih tetap akan mentertawakanku? _____________ Semua orang pasti pernah mengalami TITIK TERENDAH dalam hidupnya. Jika 'belum' maka 'akan'. Note: sta...
