aku,kamu dan dia

3K 118 2
                                        

Sudah seminggu aku tidak bertemu dan berkomunikasi dengan Wildan, seminggu menjelang pernikahan keluarga besarku sudah berkumpul membantu persiapan menjelang pernikahanku, sahabat-sahabatku pun ikut sibuk dengan persiapan pernikahanku, hari ini adalah jadwal aku melakukan perawatan sebelum pernikahan tapi karena semua sibuk tidak ada yg bisa mengantarkan aku, dia kakak sepupuku yang pernah aku cintai dulu menawarkan bantuan agar dia yang mengantarkan aku perawatan, aku tidak mau tapi ibuku menyarankan agar ada yang mengantarkan aku, karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan, dengan sangat terpaksa aku mengizinkan dia mengantar ku, aku tidak ingin diantar dia bukan karena aku masih membenci dia atau belum memaafkannya, tapi aku menghargai Wildan sebagai calon suamiku, hati Wildan pasti sakit jika melihatku pergi dengannya, walaupun Wildan tau aku sudah tidak mencintai nya, aku memintanya mengantarkan aku menggunakan mobil supaya jarak kami tidak terlalu dekat, tapi ditengah perjalanan aku marah padanya dengan lancangnya dia memegang tanganku,

"Maaf k" aku ga suka perlakuan k'k, tolong hargai aku sebagai wanita" dengan nada marah

"K'k yakin kamu masih sayang sama k'k kan?? Kamu hanya menjadikan Wildan pelarian kamu??"

Dengan hati yang sangat marah padanya aku memintanya melepaskan tanganku, aku tak habis pikir dia berpikiran sepicik itu padaku,

"Turunin aku disini aku bisa pergi sendiri"

"Ga akan k'k akan bawa kamu pergi sejauh mungkin dari wildan, ga akan k'k biarin ada yang mengambil kamu dari k'k"

Dia mengikat tangan dan kakiku, entah dia mau membawaku kemana, aku hanya bisa menangis, aku takut sekali, kenapa dia bisa sejahat itu, kenapa dia selalu membuat kebahagiaanku hancur, aku menangis

"Kenapa sih k" selalu membuat hatiku hancur?? Aku mohon lepasin aku k", aku sangat mencintai wildan, biarkan aku bahagia dengan Wildan"

"K'k ga akan lepasin kamu, kamu akan jadi milik k'k selamanya"

Dan entah dimana ini dia membawaku kerumah yang kosong jauh sekali dari pusat keramaian,

"Untuk apa k'k lakuin ini,k'k yang meninggalkan aku k'k yang menyakitiku, k'k yang lebih memilih wanita itu dari pada aku, kenapa k'k boleh bahagia bersama dia aku ga??

"Aku sebenarnya masih mencintaimu, tapi yang aku kesalkan kenapa kita harus ditakdirkan menjadi saudara?? Tak bolehkah aku memilikimu dengan cara ini"

Matanya membuatku takut, dia memeluk tubuhku, aku tak bisa memberontak karena dia mengikat kaki dan tanganku, aku berpikir, jika aku terus memberontak pasti akan membuatnya semakin marah, jadi aku berusaha tenang, aku terpaksa bersandiwara, maafkan aku wildan dalam hatiku berkata, aku melakukan ini supaya aku selamat,

"K'k bisa lepas pelukan k'k?? Aku mau bicara, tolong lepaskan ikatan tanganku supaya aku bisa bisa memeluk k'k"

Dia melepaskan ikatan ditanganku, aku berusaha memeluknya dengan rasa sayang adik dan k'k,

"Aku rindu kamu peluk seperti ini de, aku harap kamu batalkan pernikahan kamu, hiduplah bahagia bersamaku"

Aku mengangguk menyetujui kata-katanya, rencana ku selanjutnya menghubungi Wildan, dia dari tadi tidak sadar bahwa aku masih menyimpan ponselku, tapi aku harus mengalihkan perhatian dia agar aku ada kesempatan meminta pertolongan Wildan dan keluargaku, aku meminta dia membelikan makanan aku beralasan aku  sangat lapar,

"K'k aku lapar bisakah kakak membelikan aku makanan?? Tanyaku

"K'k akan membelikan kamu makanan tapi maaf kakak masih akan tetap mengikat kakimu, k'k ga akan membiarkan kamu pergi"

Dia pergi aku segera mengeluarkan handphoneku, dan segera menghubungi Wildan,

Dokter CintakuCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang