"Jangan sentuh putriku!"
Kim-Ha tersentak saat tiba-tiba Yerin berbicara dengan nada tinggi dan segera mengempaskan tangan anak itu dari Minjung. Tatapan Yerin tidak seperti biasanya, tampaknya wanita itu sedang dalam mood yang buruk.
"M-maaf. Aku akan lebih hati-hati saat bermain dengan Minjung," kata Kim-Ha terbata. Kim-Ha tidak tahu salahnya apa, dia bahkan tidak melakukan hal yang bisa membahayakan anak kecil itu, tapi dia merasa harus tetap minta maaf pada ibu tirinya. Sayangnya Yerin tidak menjawab apa-apa. Dia langsung menggendong Minjung dan membawanya masuk ke kamar tanpa menoleh pada Kim-Ha sedikit pun.
"Kenapa, sih? Memangnya tangan kita banyak kumannya sampai-sampai Bibi Yerin marah begitu?" Kim-Ha menoleh pada Hyunbin yang ternyata ikut tersinggung karena perkataan Bibinya. Padahal, Kim-Ha yakin bentakan Yerin tadi hanya ditujukan kepadanya, bukan Hyunbin.
"Hei, kenapa wajahmu murung begitu?"
Kim-Ha mendongak, menatap Taehyung yang baru datang sekembalinya dari mengantar Yerin check up kandungan.
"Ini karena Bibi Yerin—"
"Tidak. Aku tidak murung, wajahku saja yang memang begini dari lahir," kata Kim-Ha, sengaja memotong perkataan Hyunbin. "Paman, bagaimana perkembangan bayi di perut Bibi Yerin?"
Wajah Taehyung langsung berseri. Laki-laki itu duduk di samping Kim-Ha dan mengeluarkan dompet dari saku celananya. "Tadi Bibi Yerin melakukan pemeriksaan USG, dan aku meminta agar hasilnya bisa dicetak. Lihatlah," kata Taehyung sambil menyodorkan secarik kertas yang diambil dari dompetnya. "Kemungkinan besar kau akan punya adik laki-laki."
Kim-Ha mengerjapkan matanya, masih berusaha mencerna gambar yang Taehyung tunjukkan padanya.
"Ih, aneh!" komentar Hyunbin, dan Kim-Ha langsung mengangguk setuju.
"Sejujurnya, bentuknya terlihat mengerikan," tambah Kim-Ha.
Taehyung tertawa pelan, kemudian memasukkan foto janin itu ke dompetnya lagi. "Ya, terlihat aneh pasti karena warnanya yang gelap. Dan asal kalian tahu, kalian juga seperti itu dulu saat di kandungan."
"Yah, yang penting sekarang aku sudah tumbuh menjadi anak yang tampan."
Kim-Ha dan Taehyung kompak menatap sinis pada Hyunbin. Anak itu selain menyebalkan, tingkat kepercayaan dirinya juga sangat berlebihan.
"Oppa." Panggilan Yerin mengalihkan atensi Taehyung dari Hyunbin. "Baby Kim mau nasi goreng katanya."
"Ah, baiklah. Akan Papa belikan—"
"Harus papanya sendiri yang membuat nasi gorengnya," potong Yerin dengan wajah memelas. "Ah, bersama dengan sepupunya juga, Kim Hyunbin."
"Kenapa aku?!" Hyunbin shock karena tiba-tiba harus jadi bahan mengidam Bibinya sendiri. "Aku tidak bisa masak."
"Sudah, ikut saja. Ayo ke dapur," kata Taehyung sambil melotot seram dan menyeret paksa keponakannya itu menuju dapur. Kim-Ha tertawa melihat Hyunbin yang meronta ingin dilepaskan, sayangnya Taehyung terlalu kuat untuk dikalahkan.
Seperginya Taehyung dan Hyunbin, Yerin mendekati Kim-Ha dan duduk di samping anak itu.
"Kim-Ha." Panggilan Yerin yang terkesan ketus membuat tawa Kim-Ha berhenti. Yerin yakin anak itu merasa gugup dan sedikit takut karena Yerin tak menampakkan senyum sedikit pun padanya. Yerin tidak mau, juga tidak bisa. Wanita itu tidak bisa melihat Kim-Ha dengan pandangan yang sama lagi. Baginya Kim-Ha hanya penganggu dan penyusup di keluarganya, dan tentu saja harusnya dia disingkirkan. Tempat Kim-Ha bukan di sini.
"Ya, Bi?" kata Kim-Ha, berusaha santai, meski perasaannya tidak enak. Yerin tak biasanya seperti ini. Wanita cantik itu mana pernah melepas ekspresi dan senyum ramah dari wajahnya sebelum ini. Makanya, hari ini Yerin tampak aneh bagi Kim-Ha.
KAMU SEDANG MEMBACA
Halo Kim (KTH)
Fiksi Penggemar[Selesai] Ini cerita tentang Taehyung dan Halo Kim.
