Jangan biarkan aku kembali pada masa itu. Tolong!
________________
Brylian yang diam-diam memandangi Dini, menyimpulkan sebuah senyuman manis. Sedangkan Indah yang melihat kejadian tersebut, meremas kasar bukunya.
"Lo napa, Nda?" tanya Disan yang memang sekelas dan sebangku juga dengan Indah.
"Dini sok cantik banget, sih!? Dasar anak pelacur!" Umpat Indah cukup keras. Membuat semua mata memandanginya.
"Apa liat-liat gue? Gak senang sama ucapan gue? Gak suka?" tanya Indah dengan sorot mata membunuhnya.
"PMS, ya Nda?" tanya Nando yang membuat seisi kelas tertawa. Indah pun semakin geram dibuatnya.
" Semuanya diam! Indah! Apa yang barusan kamu ucapkan!? Tidak baik mengatakan itu pada saudaramu sendiri!" Tegur pak Andika. Dini tersenyum, menahan air mata agar tidak berlarian di atas pipinya.
"Maafkan Indah, Pak. Dia sedang berlatih untuk ikut lombah drama di kompleks," Jelas Dini mencoba membela Dini.
"Oh, begitu. Ya, sudah. Latihannya setelah selesai kelas bapak, ya, Indah."
Indah menghentakan kakinya keras.
"Iya, Pak."
Dini meneguk salivanya yang terasa sangat pahit. Penuturan Indah barusan, mampu membuat pikirannya berkelana jauh ke masa lalu.
***
"Pah, jangan pukul mama!!" Teriak gadis kecil berkuncir satu itu pada ayahnya.
Buk!
Buk!
Buk!
"Papah! Jangan! Dini mohon!"
Isakan tercipta begitu kuat, menyayat hati siapa pun yang mendengarkannya.
"Dasar pelacur! Kalau tahu begini, aku tidak akan menikahimu!" Teriak ayahnya, Erlangga Sucipto.
"Aku tidak ke tempat itu untuk menjual diriku, Mas! Aku ke sana mencarimu!" Teriakan balasan dari istrinya, Aminah Shalehah.
"Mencariku dan tidur dengan dua lelaki itu!? Hah? Bangsat!"
Kaki yang seharusnya digunakan untuk berjalan, malah mendarat indah di sekujur tubuh Amina. Dini berlari dan memeluk ibunya itu, mencoba melindungi. Namun, tubuh mungil itu terlalu rentah untuk bisa menerima berbagai hujatan dari kaki ayahnya.
"Sekalian mati kalian berdua! Pergilah ke neraka! Bangsat!"
Aminah memeluk erat tubuh Dini, membuat Dini berada di bawahnya agar bisa terlindungi dari tendangan Erlangga.
"Mamah... "
Dini menjerit keras, kala darah segar berjatuhan dari mulut Aminah dan membasahi wajahnya. Tubuhnya gemetaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
ES dan BATU (TELAH TERBIT)
FanfictionSelepas mencintai, kau harus siap tersakiti. Selepas merindui, kau harus siap kehilangan. Selalu hidup dalam angan itu sakit. Sakit sebelum disakiti. Cek! Cek! Cek! JANGAN PLAGIAT! HARGAI KARYA ORANG🙏. CINTAI KARYA SENDIRI😊 A cover by @iqblnr23
