Dia itu, teman masa kecil.
🍀
Lonceng sekolah sudah berbunyi. Tandanya, sekolah usai untuk hari ini. Dini merapikan buku-bukunya dan menenteng tasnya.
"Pulang bareng gue gak, Din?" tanya Yuyun yang kebetulan rumahnya berdekatan.
"Gak, Yun. Gue pulang bareng Indah. Kebetulan dia bawa mobil," jawab Dini sembari tersenyum.
"Ya, sudah. Gue duluan, ya." Ucap Yuyun berlalu.
"Cilukbaa!"
Sontak Dini terkejut dan memegangi dadanya.
"Lo apaan, sih, Win? Jantung gua copot gimana?" Lagi-lagi, tatapan tajam itu yang Dini berikan.
"Ya, sorry. Din, gue anter, ya? Sekalian gue mau ke rumah pak Darwin."
"Gue sama Indah baliknya."
"Emang Indah mau?" tanya Elsa yang baru saja selesai merapikan buku-bukunya. Windi memandangi Dini, menunggu jawaban dari pertanyaan Elsa.
"Kalian ini gimana, sih? Ya, pasti maulah dia. Orang kita juga serumah."
"Terus di mana Indah?" tanya Windi khawatir.
"Katanya ke wc sebentar."
"Ya, sudahlah. Win, bareng gua aja?" ajak Elsa.
"Gua masih ke rumah pak Darwin dulu, gapapa?"
"Gapapalah. Yang penting gratis, kagak perlu bayar."
"Btw, ngapain ke rumah pak Darwin?" tanya Dini.
"Mau bayar uang sekolah Dito. Hari ini pak Darwin gak masuk," jawab Windi.
"Kenapa gak suruh Dito aja yang bayar? Kenapa harus lo?"
"Mama gak mau ambil resiko. 'Ntar, duitnya habis kepake buat jajanin anak-anak, bukan bayarin uang sekolah."
"Adek lo emang baik, ya?" Elsa tersenyum manis.
"Baikkan gue kali." Tolak Windi.
"Din, ayo!" Panggil Indah yang sudah berdiri di ambang pintu.
"Gue duluan, ya, guys. Bye!"
"Hati-hati di jalan, Din. Ada apa-apa langsung telpon aja." Seru Windi.
Selepas Dini pergi, tinggallah Elsa dan Windi di kelas.
"Kita ke sekolahnya Rendy dulu, ya?" Ajak Windi.
"Ngapain?"
"Kangen, Sa."
"Aku yang jomlo bisa apa."
"Yuk,"
Kedua sahabat itupun pergi meninggalkan sekolah, membelah jalanan dengan vespa milik Windi. Suara klakson mobil terdengar bising di telingah. Maklum, waktunya orang-orang menyapa rumah.
KAMU SEDANG MEMBACA
ES dan BATU (TELAH TERBIT)
FanficSelepas mencintai, kau harus siap tersakiti. Selepas merindui, kau harus siap kehilangan. Selalu hidup dalam angan itu sakit. Sakit sebelum disakiti. Cek! Cek! Cek! JANGAN PLAGIAT! HARGAI KARYA ORANG🙏. CINTAI KARYA SENDIRI😊 A cover by @iqblnr23
