5. Iri

295 22 0
                                        

Hari ini untuk pertama kali nya Alena diantar ke sekolah oleh abangnya. Dani.
Alena pun sudah siap dengan seragamnya, dan ia pun turun kebawah untuk sarapan.

"Selamat pagi semua nya" ucap Alena seraya tersenyum senang.

"Pagi cantik. Ayo kita sarapan" Alena pun duduk dan mengambil roti tawar dan mengoleskan selai strawberry di roti tersebut.

"Abang beneran mau nganterin Al ke sekolah?" tanya Frissila pada Dani.

"Iya Maa. Kenapa?"

"Gak sih" Dani pun menggeleng.

"Yaudah yuk bang kita berangkat sekarang. Nanti aku keburu telat" Alena dan Dani pun berpamitan kepada Frissila.

Mereka pun berangkat.

"Abangg.. " panggil Alena.

"Apa gajah?" Alena pun memukul punggung abangnya.

"Abang punya pacar?" Dani pun terdiam.

"Kenapa diem bang? Pasti punya ya?".

"Gue gak punya pacar Al. Gue males pacaran, mau fokus kuliah dulu" Alena pun mengerti.

Menurutnya, abangnya ini adalah sesosok abang yang sangat perhatian. Setahu nya, abangnya ini tak pernah mendekati perempuan. Gak tau kenapa. Tapi dia tak tega kalau ada perempuan yang tersakiti atau dilukai, jika pun ada ia akan langsung bertindak.

"Udah sampe. Jangan bengong aja" tegur Dani, dan Alena pun turun dari motor abangnya.

"Yaudah gue masuk ke dalem ya bang? Abang hati-hati" Alena pun menyalami tangan Dani dan beralih mengecup pipi nya. Dani pun juga mengecup kening adiknya.

"Belajar yang rajin! Jangan pacaran melulu" goda Dani.

"Ish! Udah sana pergi!" Dani pun melajukan motornya.

Tanpa sepengetahuan Alena. Ada sosok lelaki yang berdiri tak jauh dari dirinya. Ya siapa lagi kalau bukan Alkana.

Alkana yang melihat kejadian itupun merasa hatinya tertusuk duri yang paling tajam, padahal dia dan Alena tak pernah ada hubungan apapun sebelumnya, tapi kenapa ia merasa sakit melihat Alena dengan orang lain?

Tapi untuk apa ia sakit dan cemburu? Toh ia bukan siapa-siapa disini.

Alena pun berjalan memasuki sekolahnya. Tetapi saat ia berjalan, ia dihadang oleh 2 orang perempuan. Kakak kelasnya mungkin.

"Sini lo!! Ikut guee!!!" perempuan itupun menarik lengan Alena secara paksa.

"Awww! Lepasin woy!!" Alena pun teriak dan memberontak.

Banyak para siswa-siswi melihat kejadian tersebut dan terheran-heran.

"Lepasin guee!!!" teriak Alena, tetapi orang tersebut tetap saja menyeret Alena seperti koper.

Brukk!. Punggung Alena pun terbentur ke tembok. Ternyata perempuan itu membawa Alena ke taman belakang sekolah, tempat dimana ia mulai dekat dengan Alkana.

"Mau lo apa sih?! Nyeret-nyeret orang sembarangan!" teriak Alena sembari mengelus lengannya yang terasa perih.

"Mau gue? Lo tau mau gue apa?!!" pekik perempuan itu.

"Mau gue! Lo jauhin Alkana!!!" pekiknya. Alena pun mengerutkan dahinya.

"Alkana?" ucapnya.

"Iya! Akhir-akhir ini lo deketkan sama Alkana? Sering pulang bareng?! Iya, kan?! Jawab gue!!!" bentak perempuan itu.

"Kalo iya, emangnya kenapa?" pekik Alena tak kalah sengit.

Plakk!. Rena pun menampar pipi Alena keras. Alena pun memegang pipinya sembari meringis kesakitan.

ALKANATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang