Maafkan label M yang tiba-tiba muncul
🙏🙏
Sebagai peringatan, chapter ini mengandung unsur 21+ yang dijabarkan cukup jelas.
Jadi, bagi pembaca yang di bawah umur, atau bagi yang tidak menyukai adegan 21+ dimohon untuk skip chapter ini dan menunggu chapter selanjutnya.
Terima kasih dan selamat membaca
😊😊
----------
Malam ini Hyesoo baru saja pulang dari menyelesaikan misi bersama kelompoknya, dan sekarang dia sudah memasuki apartemennya. Tanpa membuang-buang waktu, dia langsung masuk ke kamar, melepaskan seluruh pakaiannya, dan berjalan menuju kamar mandi di kamarnya untuk membersihkan tubuh. Rasa lelah saat melaksanakan misi hilang seketika saat tubuhnya mulai terguyur air dingin. Selesai membersihkan diri, dia kemudian keluar dari kamar mandi dengan tubuh berbungkus bathrobe.
Baru saja beberapa langkah keluar dari kamar mandi, Hyesoo dibuat kaget dengan sepasang tangan di pinggulnya dan dagu di bahunya. Saat dia berusaha memutar tubuhnya untuk menyerang, sepasang tangan tersebut menahan dan langsung memeluk pinggang rampingnya.
"Kenapa kau tidak mengingatkanku akan dirimu? Kau tidak merindukanku?"
Hyesoo tersentak mendengar suara berat dari orang yang memeluknya. Senyumnya merekah setelah sadar dari keterkejutannya. Dia melepaskan tangan yang memeluknya dan memutar tubuh menghadap seorang pria yang sangat dirindukannya.
Air matanya mengalir saat sorot mata penuh cinta yang sudah lama tidak dilihatnya kini kembali. Hyesoo mengangkat tangan menyentuh wajah pria yang sangat dicintainya itu. Seketika itu juga tangisnya pecah.
"Kau kembali.. Kau benar-benar kembali, Kyung.. Kau kembali.. Kau.."
Racauan Hyesoo terhenti kala Kyungsoo mempertemukan bibirnya pada bibir wanita itu, melumatnya pelan tanpa nafsu, melepaskan rindu yang selama ini mengikat mereka. Tangan Kyungsoo kembali memeluk pinggang wanitanya saat merasakan kedua tangan Hyesoo memeluk lehernya erat.
Selang beberapa waktu, Kyungsoo melepas pagutan mereka dan menempelkan dahinya pada dahi wanita itu, tersenyum melihat Hyesoo dalam pelukannya.
"Kau belum menjawab pertanyaanku, Agen Park."
Hyesoo menjauhkan wajahnya dari wajah Kyungsoo. Menatap Kyungsoo dengan marah.
"Aku merindukanmu bodoh!! Aku merindukanmu sampai rasanya aku ingin mati!!" katanya sambil memukuli dada Kyungsoo.
"Kau tau betapa hancurnya aku saat mendengar kabar kematianmu?! Kau tau betapa hatiku sakit melihatmu tidak mengingatku sama sekali?! Betapa aku ingin memelukmu setiap kali melihatmu?! Dan betapa takutnya aku jika ingatanmu sama sekali tak kembali?!"
"Rasanya ingin sekali aku membunuh semua yang ikut andil dalam kecelakaanmu!! Aku ingin menyakiti mereka yang juga menyakitimu!!"
"Tapi aku tak tau siapa mereka.. Aku tak bisa melakukan apapun untukmu Kyung, dan aku membenci diriku karna itu," kata Hyesoo kembali menangis.
Kyungsoo hanya diam mendengar kesedihan yang dikeluarkan kekasihnya itu. Dia menghapus air mata Hyesoo dan kembali memeluk wanita itu untuk menenangkannya, sambil berkali-kali melantunkan kata maaf.
"Maafkan aku, Hyesoo. Maafkan aku karna melupakanmu. Maafkan aku karna membuatmu takut."
Setelah puas menangis, Hyesoo kembali menatap wajah prianya itu. Sungguh, melihat wajah Kyungsoo akan menjadi salah satu hobinya mulai sekarang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Agent
FanfictionPelatihan yang diterimanya sejak kecil membuat Do Kyungsoo menjadi salah satu agen rahasia terbaik di Korea Selatan. Dia berusaha mengungkapkan tersangka pembunuhan keluarganya. Namun saat dia menemukan titik terang, sebuah nasib buruk menimpanya. D...
