SA #7

607 77 3
                                        

Saat ini semua member EXU sudah memasuki kamar mereka masing-masing untuk beristirahat setelah menyelesaikan acara fansign mereka. Delapan member berbagi kamar dengan masing-masing kamar diisi dua orang, sedangkan Kyungsoo menempati kamarnya sendiri. Selain jumlah mereka yang ganjil, kondisi tubuhnya menjadi pertimbangan. Dia tidak ingin ada member yang curiga setelah melihat bekas luka itu.

Berbeda dengan member lain yang langsung tidur setelah membersihkan badan, Kyungsoo memilih tetap terjaga. Dia duduk di lantai bersandar pada ranjang sambil memegang kotak yang didapatnya.

"Memangnya barang ini bisa membantu apa?" gumam Kyungsoo sambil memandangi kotak itu.

Tidak mau semakin pusing, Kyungsoo memutuskan membuka kotak itu. Ketika dibuka, Kyungsoo melihat di dalamnya terdapat secarik kertas yang bertuliskan rentetan angka yang dia yakini nomor ponsel seseorang. Dibalik kertas itu terdapat foto seorang wanita dan empat orang pria, termasuk dirinya, sedang saling rangkul dan tersenyum ke arah kamera.

"Ingat misi kita. Temukan brangkasnya, ambil berlian itu, dan langsung pergi. Jangan putuskan jaringan komunikasi kalian dan tetap waspada. Meski markasnya kosong, jangan lupakan bahwa mereka salah satu kelompok triad terkuat. Mengerti?"

"Mengerti, kapten."

"Bagus. Sekarang berpencar."

Kyungsoo dan dua orang lainnya memasuki markas salah satu triad terkuat di dunia itu. Mereka kemudian berpencar untuk memeriksa setiap ruang di markas tersebut demi mendapatkan sebuah berlian langka curian, yang merupakan target misi mereka kali ini.

"Aku menemukan brangkasnya," sebuah suara dari earpiece terdengar.

"Kirimkan lokasimu."

"Baik, kapten."

Tidak lama dia sudah berkumpul dengan dua orang lainnya di depan sebuah ruangan dengan pintu besi besar. Kyungsoo maju dan menghubungkan sebuah alat dengan sistem keamanan brangkas tersebut.

"Alatnya sudah terpasang," kata Kyungsoo sambil menekan earpiece-nya.

"Baik, kapten. Aku mulai sekarang," kata suara di seberang.

Selama beberapa menit pada layar alat itu bermunculan angka-angka acak yang terus saling berganti.

"Kapten, situasi di luar benar-benar aman. Tidakkah ini aneh? Maksudku mereka salah satu triad terkuat, mengapa membiarkan markas mereka tak dijaga seorangpun?" kata suara lain dari earpiece.

"Kau benar. Dari awal situasi ini sudah aneh. Tapi ini satu-satunya kesempatan kita. Apapun konsekuensinya kita tetap harus maju."

Tidak lama setelah itu, bunyi bip merdu terdengar dari sistem keamanan itu, menandakan sandi sudah teretas. Kyungsoo langsung saja membuka pintu dan memasuki brangkas tersebut, sedangkan dua orang lainnya berjaga di luar.

Sebuah berlian cukup besar terletak rapi di sebuah dudukan khusus di atas meja berkaki panjang. Kyungsoo pun berjalan mendekati target misi mereka itu dan langsung mengambilnya. Sayang, saat berlian itu diangkat, seketika itu juga terdengar bunyi seperti suara detikan waktu yang berjalan di seluruh markas tersebut.

Secret AgentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang