SA #3

700 91 11
                                        

Hyesoo menggeliat tak nyaman saat dering ponselnya tidak kunjung berhenti. Dengan kesal dia mengangkat panggilan tersebut.

"Aish!! Siapa kau berani menghubungiku pagi buta begini?! Mengganggu sekali!!"

"Ya, Park Hyesoo!! Tidak bisakah kau menyapaku terlebih dahulu?! Bukankah orang Korea menjunjung tinggi sopan santun?! Kurasa kau bukan salah satunya. Lagi pula ini sudah jam 7. Pagi buta dari mana?!"

Aksen Amerika yang masih kental, meski bahasa Koreanya sudah sangat fasih, terdengar di telinga Hyesoo. Siapa lagi kalau bukan Jackson, satu-satunya orang luar Korea di tim mereka. Mengetahui itu, Hyesoo memutar bola matanya.

"Hah baiklah. Halo Jackson, selamat pagi," balas Hyesoo malas.

"Halo Hyesoo, selamat pagi juga. Apa tidurmu nyenyak?"

"Jangan basa basi. Cepat katakan yang mau kau sampaikan. Kuharap ini sesuatu yang penting, karena kau sudah mengganggu mimpi indahku."

"Apa kau memimpikan Kyungsoo? Apa yang terjadi diantara kalian? Apa kalian pergi berkencan? Kalian akan berciuman? Atau kalian akan..."

"Jackson!!"

Pertanyaan bertubi-tubi dilontarkan Jackson, membuat wajah Hyesoo memerah karna malu dan menahan emosi. Bagaimana mungkin Jackson memberikan pertanyaan-pertanyaan itu dengan mudahnya, pikir Hyesoo.

Jackson tertawa mendengar reaksi yang Hyesoo berikan.

"Berhenti tertawa dan bicaralah!!" jawab Hyesoo kesal.

"Ehem baiklah.. Sajangnim meminta tim kita berkumpul pagi ini. Ada hal penting yang harus dia sampaikan."

"Hah baiklah. Aku akan segera ke kantor."

Setelah panggilan berakhir, Hyesoo segera beranjak ke kamar mandi. Setelah selesai mandi dan berpakain lengkap, Hyesoo berdiri di depan cermin memeriksa penampilannya. Sekilas dia melihat kalung yang diberikan Kyungsoo menggantung di lehernya.

"Aku benar-benar tidak sabar bertemu denganmu," kata Hyesoo sambil senyum-senyum sendiri.

Setelah memastikan penampilannya sempurna, Hyesoo pun bersiap untuk berangkat. Tapi sebelum berangkat, Hyesoo menghubungi Kyungsoo untuk melakukan rutinitas paginya seperti biasa.

Setiap pagi mereka akan saling berbicara melalui ponsel, namun sepertinya kali ini akan berbeda. Ponsel Kyungsoo tidak dapat dihubungi. Akhirnya Hyesoo pun hanya mengirimkan pesan singkat padanya.

Saat tiba di gedung BS Group, Hyesoo kembali mengecek ponselnya. Namun sepertinya ponsel Kyungsoo benar-benar tidak aktif karena pesannya tidak terkirim. Hyesoo mulai merasa sedikit cemas. Tidak biasanya ponsel Kyungsoo mati. Hyesoo berusaha mengabaikan rasa cemasnya itu dan mulai memasuki gendung tempatnya bekerja. Mungkin saja dia sudah berkumpul dengan anggota tim yang lain, pikir Hyesoo.

-❣-

"Apa kalian bercanda?! Bagaimana mungkin kalian mengatakan tidak ada kecelakaan sama sekali di sana, padahal itu kecelakaan besar?!"

Emosi Joongki menaik saat tidak ada satupun orang di kantor polisi yang peduli dengan kecelakaan tadi malam. Pagi ini dia memutuskan untuk mengkonfirmasi korban kecelakaan yang dilihatnya agar bisa menemukan keluarga korban. Namun dia sangat kaget saat mengetahui tidak ada satupun yang tau tentang kejadian itu.

"Kecelakaan besar apa maksudmu, tuan? Sama sekali tidak ada kecelakaan yang terjadi di lokasi yang anda sebutkan," ucap salah satu petugas malas.

"Tidak ada?! Tadi malam ada sebuah truk menabrak mobil dengan keras!! Coba lihat nomor kendaraan mobil ini. Seharusnya mobil hasil tabrakan dibawa ke sini kan? Dan kalian pasti ada datanya kan?"

Untung saja sebelum pergi ke rumah sakit, Joongki sempat memotret nomor kendaraan korban dengan ponselnya. Siapa tau diperlukan, pikirnya.

"Maaf pak, tapi tidak ada kendaraan dengan nomor ini," ucap petugas itu setelah memeriksa nomor kendaraan yang diberikan Joongki.

"Tidak ada? Bagaimana mungkin? Apa itu mobil ilegal?"

"Ah!! Bagaimana dengan nama ini? Aku menemukan nama ini di kalung yang dia pakai. Namanya Do Kyungsoo, lahir tanggal 12 Januari atau 14 Juli," lanjut Joongki sambil menunjukan kalung yang bertuliskan nama serta dua tanggal berbeda. Salah satu tanggalnya Joongki yakini adalah tanggal lahirnya. Joongki mendapatkan kalung ini dari seorang perawat yang menangani pemuda itu.

"Maaf tuan, tidak ada juga nama dengan tanggal lahir yang sesuai dengan yang anda sebutkan. Jika tidak ada urusan lagi, anda bisa pergi tuan. Kami sedang cukup sibuk saat ini," ucap petugas itu malas.

"Apa kau mengusirku?! Kau benar-benar tidak peduli dengan kecelakaan itu?! Apa setidaknya kau periksa dulu?! Korbannya saat ini koma dan kalian tidak peduli?! Keluarganya harus tau keadaan dia saat ini!!"

Joongki terus berteriak kesal pada petugas yang melayaninya itu. Karena mulai jengah mendengarnya, petugas itu pun memanggil dua rekannya untuk menyeret Joongki keluar.

"Ya!! Bagaimana mungkin kalian bisa menyeretku seperti ini?! Lepaskan aku!! Aku masih harus bicara pada teman kalian!! Ya!! Kalian tidak dengar aku?! Bagaimana kalian bisa menjadi polisi jika seperti ini?! Kalian benar-benar... Aww!!"

Joongki merintih sesaat setelah bokongnya mencium semen karena kedua petugas yang mendorongnya keluar dari kantor polisi.

"Pergilah tuan, jangan ganggu kami dengan omong kosongmu. Kami benar-benar sedang sibuk saat ini," ucap salah satu dari dua petugas itu, lalu mereka pergi meninggalkan Joongki yang kesal setengah mati.

"Sial!! Bagaimana mungkin mereka bilang itu omong kosong!! Arghh!! Bagaimana caraku menemukan keluarganya jika begini?? Identitas satupun dia tak ada.. Yang ada hanya kalung nama ini.."

"Hah sudahlah!! Lebih baik aku ke rumah sakit melihat keadaan anak itu," lanjut Joongki setelah terdiam sebentar.

-❣-

Anggota keamanan di bawah BS Group selalu bekerja dalam sebuah tim yang terbagi lagi menjadi tim alpha, tim beta, dan tim omega. Tim alpha merupakan tim elit yang juga agen rahasia dari BS Group karena hanya mengerjakan misi dengan bayaran besar, berbahaya, dan rahasia. Satu tim alpha terdiri dari lima orang yaitu dua orang penyerang jarak dekat, seorang sniper, seorang ahli IT, dan seorang kapten. Sedangkan tim beta dan tim omega hanya tim keamanan biasa. Yang membedakan hanya tingkat kesulitan misi saja.

Saat ini Hyesoo sudah berkumpul bersama anggota timnya yang merupaka anggota tim alpha. Hampir semua anggota tim sudah datang, hanya Kyungsoo saja yang belum hadir.

"Apa Kyungsoo belum datang?" tanya Hyesoo pada anggota timnya.

"Kami pikir dia akan datang bersamamu," jawab Yeon Joonseok, sniper dalam tim mereka.

"Tidak, ponselnya bahkan tidak aktif. Aku tidak dapat menghubunginya sama sekali."

"Apa karena itu sajangnim langsung menghubungiku?" tanya Jackson bingung. Pasalnya, CEO hanya akan menghubungi para kapten jika ada sesuatu yang penting.

Saat mereka sedang sibuk dengan pikiran mereka sendiri, tiba-tiba Jang Hyunsung datang bersama seseorang. Mereka berempat segera berdiri untuk memberi hormat.

"Karena kalian sudah lengkap, saya akan langsung saja. Perkenalkan, dia Lee David. Mulai sekarang dia akan menjadi kapten tim kalian."

"Kapten tim kami?! Tapi sajangnim, bagaimana dengan Kapten Do?" tanya Kim Minho, ahli IT dalam tim mereka.

Mendengar pertanyaan itu, Hyunsung memandang mereka dengan wajah yang dibuat sedih.

"Maaf untuk mengatakan ini, tapi Kapten Do tewas dalam misi rahasianya."

-TBC-

05 Oktober 2019

Secret AgentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang