Setelah mencari-cari, akhirnya nemu juga cast yang cocok sama kepribadian Fabian.. Gimana??? Ganteng kaan😁 tipikal badboy gitu mukanya.. Tengil tapi gemaassh😂
Luna kini sudah berada dibalik meja sebuah restoran cepat saji. Dia memaksa Rumi untuk mengisi perut dulu sebelum nonton.
"Lo yakin itu anak sekolah kita? "tanya Rumi sambil mengunyah french fries.
"Ya gak yakin juga sih, tapi gue kaya pernah liat gitu lo, kalau dilihat dari matanya sih kayanya tuh cowok cakep." Luna menceritakan kejadian konyol tadi pagi sewaktu dia akan berangkat kerja.
"Ah lo, sapi pake dasi juga lo kata cakep kali. "ledek Rumi.
"Beneran Mi, gue gak bohong, dia tuh sorot matanya tajam banget, kaya langsung nusuk ke hati gue gitu." Luna mulai ngelantur.
"ceileh, ditatap gitu doang udah luluh. Sapa tau kalau helmnya dibuka dia botak terus ompong gimana?" tanya Rumi.
Luna bergidik. "ih ogah, masa iya sih, cowok yang kelihatan keren gitu, botak sama ompong." ucap Luna lugu.
Rumi membiarkan Luna dengan imajinasinya. Dia lebih fokus menyantap makanan di depannya.
Setelah selesai mereka lalu melanjutkan dengan nonton film terbaru yang lagi diputar di bioskop.
Di tengah-tengah film Luna kebelet pipis. Lalu dia keluar menuju toilet.
Setelah selesai dia buru-buru balik lagi ke dalam ruang teater. Saking buru-burunya Luna tak sengaja bertubrukan dengan seorang cowok di depan toilet.
"Aww!" teriak Luna yang jatuh terjerembab. Untung karpet bioskop empuk. Kalau tidak, pantatnya pasti sudah langsung nyut-nyutan.
Cowok yang bertabrakan dengan Luna memandang tajam ke arahnya. Tatapan matanya datar namun tajam dan dingin.
Bajunya tampak basah terkena softdrink yang dibawanya dan tumpah.
"Lo! "gumam cowok itu.
Luna hanya bengong menatap cowok itu. Cowok itu adalah Fabian, kakak kelasnya di SMA. Kakak kelas paling hits tak hanya di sekolahnya bahkan diluar sekolahnya.
Dengan kesal Fabian langsung berjalan meninggalkan Luna yang masih terduduk di karpet. Tanpa berniat membantunya berdiri.
Luna mendengus. "huh, ganteng-ganteng gak tau diri! Bantuin berdiri kek, kan romantis." sempat-sempatnya Luna menghayal.
Luna bangkit sendiri, lalu masuk ke dalam teater.
"Lo boker ya? Lama amat. Ketinggalan yang seru lo. "bisik Rumi.
"Gue habis nabrak cowok cakep." jawab Luna.
"Ha?! "Rumi langsung membekap mulutnya sendiri karena bersuara terlalu keras hingga menimbulkan protes di sekitarnya.
"Rese lo! Tar gue ceritain." bisik Luna.
Ketika film selesai, Rumi langsung mencecar Luna.
"Buruan cerita, lo bikin gue nggak konsen sama filmnya tau! "cerocos Rumi.
"Hahaha, lagian lo, omongan gue lo anggep serius,salah sendiri." ucap Luna santai.
Rumi menoyor jidat Luna. Memang kebiasaan cewek itu suka seenaknya sendiri.
"Buruan cerita, atau lo pulang sendiri. "ancem Rumi.
"Iya, iya.. Tadi tu gue gak sengaja trabakan sama Kak Bian, Mi." Luna kegirangan.
"Kak Bian? Fabian Kok bisa? Trus gimana? "cecar Rumi.
" Ya jatuhlah masa ya terbang, namanya aja tabrakan."jawab Luna asal seperti biasa.
Bugh.
Rumi memukul bahu Luna dengan tasnya.
"sakit tau! "Luna melotot.
" Lo niat gak sih cerita! "omel Rumi.
" keriput lo keluar tu ngomel-ngomel mulu. "ucap Luna.
"Lunaaaa!!!!"
"Rumiiiii!!!! "
Mereka saling teriak menyebut nama. Gak peduli sama orang-orang yang heran melihat kelakuan mereka. Cewek-cewek kok pada nyablak, batin mereka mungkin.
Luna dan Rumi jalan-jalan di sekitar mall sambil masing-masing sudah menjilati es cream cone.
" Eh Mi, tadi tu Kak Bian kaya bilang, Lo! Gitu Mi, emang dia tau gue kali ya Mi?" Luna melanjutkan ceritanya.
"Bisa jadi sih, kan kita satu sekolah sama dia. "jawab Rumi.
" Tapi tatapan mata Kak Bian tu kaya gak asing buat gue. Gue kaya pernah ditatap persis kaya gitu." jelas Luna.
"Lo lagi halusinasi ya Lun? " ledek Luna.
Yang dikatain malah sibuk dengan pikirannya sendiri. Mengingat-ingat tatapan yang sama seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bad Angel
General FictionHidup Luna porak poranda, setelah beruntun kesialan terjadi padanya, akibat pertemuan tak sengajanya dengan cowok aneh, jutek, galak tak tau diri. " Hahahaha, apa gue bilang, lo sih liat cowok cakep dikit langsung terpesona. Dia itu setan berwajah...
