Mingyu menghampiri Taehyung, dan Taehyung langsung bangkit karena dia harus melindungi Mingyu. Mingyu memegang lengan Taehyung. Dia nampak sangat kawatir pada Taehyung.
"Hyung."
"Pergi dari sini Gyu."
"Tidak hyung! Aku tidak akan pernah meninggalkan hyung." Taehyung mendesis. Dia merasakan nyeri luar biasa dikepalanya.
"Mingyu, pergi." Mingyu tetap kekeh tidak ingin pergi.
"Mereka pasti anak buahnya paman Seojin appanya Yohan." Taehyung mendengus.
"Mundur. Aku akan membereskan mereka." Kali ini Migyu mundur. Taehyung menatap malas sekumpulan berandal kota di depannya. Seojin mengirim orang yang salah untuk menghadapinya.
"Mau apa kalian." Segerombol orang itu tertawa.
"Ingin memberimu pelajaran. Kau sudah berani mengusik Tuan Muda Yohan." Taehyung menyeringai.
"Berandal rendahan seperti kalian ingin memberiku pelajaran? Hahaha yakin ingin melawan Lucca dari Costra?" Mereka terlihat gentar, namun tetap mempertahankan gengsinya.
"Ck keras kepala ya baiklah." Taehyung langsung mengkode mereka untuk maju. Memang benar, mereka bukanlah tandingan untuk Taehyung. Karena Taehyung dengan mudah bisa mengalahkan mereka dalam sekejap saja.
"Pergi atau mati ditanganku." Mereka semua dengan tertatih berlari menjauh.
"Hyung." Taehyung melirik Mingyu.
"Mereka pasti kembali lagi." Taehyung menghela nafas.
"Kau tinggal bilang appamu."
"Appa kita hyung. Aku senang, kita bisa bertemu hyung. Akhirnya aku bisa bertemu dengan hyungku." Taehyung menghela nafas dan ia memilih untuk berbalik dan pergi menemui Jungkook lagi.
Mingyu menatap punggung hyungnya dengan sendu. Dia bertekat tidak akan berhenti sebelum Taehyung mau pulang kerumahnya.
Aku akan terus menempelimu hyung.
Saat ia kembali, Jungkook sudah siap. Jungkook menatap Taehyung yang ada dibelakangnya.
"Darimana hyung?"
"Membereskan sesuatu, kau sudah siap?"
"Sudah."
"Bagus, ayo." Jungkookpun memasuki arena. Jin dan Taehyung tentu tidak diperkenankan masuk. Sehingga mereka menunggu di backstage saja. Jin terus menerus menatap Taehyung, dan berharap Taehyung menyadarinya.
Mingyu yang melihat itu sedih, eommanya sangat merindukan hyungnya. Bahkan saat papa Taehyung yang jahat itu mengirim pesan tentang akta kelahiran, dan surat penting milik Taehyung yang mengatakan bahwa Taehyung putra dari keluarga Kim itu membuat sang eomma menangis bahagia.
Flashback
Mingyu pulang kerumah dengan selamat, ternyata Jin juga sudah dirumah. Mingyu langsung menceritakan apa yang terjadi padanya tadi.
"Eomma tadi Yohan menggangguku." Jin langsung memusatkan perhatian keputra bungsunya.
"Hah? Terus? Kau tidak terluka kan nak?" Mingyu tersenyum lebar dan menggeleng.
"Tadi ada hyung yang menolongku eomma namanya Lucca. Dia keren sekali, bodyguardnya Jungkook hyung. Dia dari Italy eomma. Apa eomma sudah bertemu dengannya?" Jin menghembuskan nafas lega mendengarnya.
"Ya, eomma sudah bertemu dengannya. Syukurlah dia menolongmu nak. Nanti bilang appa jika kau diganggu. Eomma dengar appanya Yohan itu mafia."
"Memang benar eomma, appanya Yohan yang sudah mencuri senjata dari markas militer, lalu appanya Yohan juga berbuat ulah diluar negeri bahkan mereka juga membunuh. Terakhir kudengar mereka dan salah satu mafia terkuat di Italy sedang dalam keadaan bersitegang." Jin menghela nafas, kalau begini putranya dan Lucca sedang dalam bahaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
La Guardia del Corpo [On Hold]
Fanfiction《《Hiatus sampai menemukan ide untuk meneruskan》》 Kim Taehyung, salah satu Bodyguard terbaik dari Sisilia Costra of Italia. Dia bukan hanya bodyguard biasa, dia memiliki banyak rahasia. Ia hanya patuh pada tuannya, Justin Seagull. Idol berusia 21 tah...
![La Guardia del Corpo [On Hold]](https://img.wattpad.com/cover/211992556-64-k475464.jpg)