Hoseok tidak berhasil melacak keberadaan papanya. Pietro benar benar bergerak cepat dalam pelarian. Lucca sudah mengecek semuanya, benar, Costra dinyatakan bangkrut karena Pietro memberikan semua aset pada Alfonso, yang sebenarnya jelas itu akan menjadi milik Lucca.
Taehyung sungguh tidak tau apa yang ada dipikiran papanya. Kenapa papanya melakukan semua ini? Papanya jelas menjadi buronan, bukan hanya mafia tapi juga buronan appa kandungnya yang juga gencar mencari Pietro. Ia bingung, bagaimana sekarang cara menyelamatkan papanya sedangkan dia tidak tau dimana papanya berada.
Selepas dari kantor Hoseok, Lucca pergi ke kantor polisi untuk menemui appanya juga Alfonso. Ia ingin tau kenapa appanya berambisi mendapatkan Pietro. Ia juga ingin tau, apa benar semua aset perusahaan itu miliknya. Lucca berhegas pergi ke kantor appanya.
Ruang Introgasi ada Jimin dan Namjoon yang sedang mengintrogasi Alfonso. Jimin memijit pangkal hidungnya, kasus ini rumit menurutnya. Ia juga tak tau harus bagaimana menghadapi Pietro, sekalipun Pietro sudah bangkrut tapi dia tetap mafia kelas kakap. Selain itu jelas ia memikirkan Lucca, bagaimana perasaan Lucca. Lucca sangat menyayangi Pietro, Lucca akan hancur jika Pietro hancur. Semua jadi serba salah.
"Sekali lagi kutanya, apa Pietro seorang mafia dan dia yang telah membunuh keluarga Choi?" Namjoon terlihat begitu menyeramkan saat ini. Sementara Alfonso masih tetap mempertahankan sikap santainya, dia menatap Namjoon tanpa emosi apapun, justru itulah yang membuat Namjoon emosi.
Alfonso ditahan oleh Kim Namjoon, tidak akan Namjoon lepas sebelum memberikan keterangan untuknya. Sekarang ia telah diintrogasi oleh Namjoon dengan tuduhan menyenbunyikan mafia. Alfonso hanya menjawab tidak dan tidak ketika Namjoon tanya. Hal ini jelas membuat Namjoon geram. Sedari tadi Namjoon meremat tangannya sendiri.
Namjoon masih berusaha sabar, ia tak ingin menciptakan keributan yang akan mengacaukan semuannya. Namun karena Alfonso tidak kunjung mengatakan sesuatu maka Namjoon mulai terpancing emosi. Dia menggebrak meja dan menatap tajam Alfonso.
"Katakan, katakan dia adalah Janghyuk. Katakan dia adalah mafia." tapi Alfonso hanya diam. Hingga pada akhirnya Lucca datang, Namjoon yang melihat putranya langsung keluar dari ruang introgasi.
"Ada apa?" Nada bicaranya berubah, dia tak ingin membuat putranya lebih jauh.
Lucca menatap Namjoon dengan lekat. "Hentikan appa, cukup. Alfonso tak tau apapun." Namjoon tau, putranya berusaha menyembunyikan Pietro. Boleh ia merasa iri? Karena darah dagingnya sendiri lebih memilih menyembunyikan papa angkatnya daripada membantu dirinya.
Tapi dia teringat perkataan Mingyu dan istrinya, Lucca dibesarkan oleh Pietro, wajar saja jika Lucca lebih memilih Pietro. Namun Namjoon bersumpah, bahwa ia akan membawa putranya kembali dan benar benar lepas dari Pietro. Salah satu tujuannya ingin menangkap Pietro jelas agar Lucca tidak mencari Pietro kemanapun ia pergi.
Namjoon menghela nafas, pada akhirnya dia menunduk sedih. "Nak, aku melakukan ini demi keselamatan Janghyuk. Kau tau dia menggila karena dia ingin kau kembali pada appa dan eomma. Appa tau itu nak, makanya dia seperti ini. Appa paham."
"Dia memang harus dipenjara, tapi setidaknya itu yang membuatnya aman dari kejaran mafia." Taehyung terdiam, dia lelah sangat lelah dengan semua ini. Dia ingin tenang, dia ingin hidup dengan normal.
"Tidak bisakah kau hidup bersama appa dan eomma? Memulai semuanya dengan appa dan eomma juga Mingyu? Taehyung, kami mendambakan kehadiranmu nak. Terutama eommamu." Lucca tau, tapi ia menolak untuk menerima karena masih berfikir jika dia tak pantas berada di keluarga Kim. Ia tau papanya jahat, tapi ia menyayanginya.
"Appa iri dengannya. Kau sebegitu menyayanginya, bahkan memilih tidak memberitaukan hal yang kau tau tentangnya pada appa. Kau memilih melindungunya, padahal jika ada yang tau appa takkan bisa menyelamatkanmu dari pidana."
"Appa menyayangimu Taehyung, appa menginginkan kau kembali nak. Kembalilah." Taehyung menundukan kepalanya.
"Tolong hormati keinginan appa. Appa sudah membuka kasus ini, jadi appa yang akan menyelesaikannya." Namjoon masuk kedalam ruang introgasi, namun Lucca menahanya.
"Lepaskan Alfonso appa, biarkan aku yang menggantikannya." Namjoon menggenggam tangan putranya.
"Kembalilah ke rumah sakit nak pastikan kau sembuh dulu. Baru appa akan mengajakmu bicara mengenai ini. Jimin akan mengantarmu." Namjoon membelai kepala Lucca kemudian memeluknya.
Setelah itu, Namjoonpun masuk kedalam ruangan. Lucca menatap Alfonso kemudian menyuruhnya untuk bicara. "Katakan saja yang kau tau Al." Setelah itu Lucca memutuskan kembali kerumah sakit.
Di rumah sakit, Jungkook terbangun dan ia terkejut saat tidak mendapati Lucca dikamar. Jungkook membangunkan Mingyu. "Gyu! Bangun Gyu! Bangun!!" Mingyu akhirnya bangun.
"Ada apa hyung?"
"Lucca hyung tidak ada!"
"APA?!" Mereka keluar hendak mencari Lucca namun saat mereka diluar Lucca sudah sampai. Jungkook langsung memeluk Lucca.
"Kenapa pergi tanpa pamit hyung? Aku kawatir."
"Maaf Jungkook, aku harus mengecek sesuatu." Jungkook mengajak Taehyung masuk kedalam.
"Ada apa hyung?"
"Aku tidak tau apa yang diinginkan papa. Kenapa dia menghancurkan dirinya sendiri?"
"Luc, menurutku ini wujud penyesalan dan penebusan dosanya. Hei, kau tau Pietro memang sudah membesarkanmu. Tapi tetap saja dia yang sudah memisahkanmu dari keluarga kandungmu Luc. Lihat? Dia bahkan menembakmu. Kau harus terima kenyataan, dia tidak menyayangimu. Dia hanya ingin memanfaatkanmu. Yang ia lakukan ini sebagai bentuk penyesalan karena sudah menculikmu dan amarah karena dia tak punya tempat untuk kembali."
"Luc, keluargamu yang sebenarnya sudah kau temukan. Lupakan sosok jahat dan kembalilah Luc. Lupakan Pietro, biar semua appamu yang urus. Aku akan memgingatkanmu jika kau lupa, kau memiliki janji dengan Jungkook. Janji yang belum kau tepati bukan? Apa kau akan terus memikirkan Pietro yang belum tentu memikirkanmu?"
"Kau punya Mingyu, eomma dan appamu yang memdambakan kehadiranmu. Apa kau juga akan membiarkan mereka menunggu lebih lama?"
"Lucca kumohon kali ini dengarkan aku. Lupakan semua tentang Pietro, posisinya disini dia jahat. Biar bagaimanapun dia merenggut masa depanmu hingga membuatmu menjadi penjahat. Namjoon benar, jika kau tidak mau bekerja sama dengan kami, saat kau dipidanakan maka kami tak bisa menolongmu. Akibatnya? Jelas, eomma, appa dan Mingyu sedih dan hancur hatinya, juga Jungkook? Sadarlah Luc."
"Seharusnya kau hidup dilingkungan yang baik, dapat pekerjaan yang baik. Sekalipun Pietro nampak menyayangimu, dia tetap memisahkanmu dari keluargamu." Lucca memejamkan matanya.
Jimin benar, Jimin benar. Dia sudah keterlaluan. Bagaimana bisa ia melupakan fakta ini? Sebenarnya untuk apa ia memikirkan Pietro? Pietro bukan keluarganya. Selama ini dia telah melukai hati keluarganya.
Lucca menatap Mingyu, kemudian memeluknya dengan erat. "Maaf, maafkan hyung Gyu." Mingyu tersenyum lebar. Akhirnya yang ia tunggu datang juga. Hyungnya, hyungnya lembali kepelukan keluarganya.
"Selamat datang, Taehyung hyung." Jin melihat itu, dia melihat dari balik pintu. Jinpun masuk dengan berlinang air mata.
"Putraku hiks putra sulungku." Taehyung memeluk Jin erat.
"Eomma.. maafkan Taehyung.."
"Tidak tidak, kau tidak salah apa apa.. terimakasih sudah kembali nak." Jadi ini rasanya, pelukan kasih sayang eommanya.
Eomma.. eommaku. Bodohnya aku karena mengabaikan eomma selama ini. Eommaku.. Maaf papa, tapi mulai sekarang keluargakulah prioritasku. Keluargaku yang akan kulindungi mulai sekarang. Maaf.
______________
TBC
I'll try to update eventhough I cant update everyday. I hope you're always waiting for me guys.
Stay at home and keep healthy
KAMU SEDANG MEMBACA
La Guardia del Corpo [On Hold]
Fanfiction《《Hiatus sampai menemukan ide untuk meneruskan》》 Kim Taehyung, salah satu Bodyguard terbaik dari Sisilia Costra of Italia. Dia bukan hanya bodyguard biasa, dia memiliki banyak rahasia. Ia hanya patuh pada tuannya, Justin Seagull. Idol berusia 21 tah...
![La Guardia del Corpo [On Hold]](https://img.wattpad.com/cover/211992556-64-k475464.jpg)