Siang itu setelah melakukan pembicaraan baik Bripka Hermanto maupun Pak Mujiyono segera mengabari istri mereka. Keduanya sangat setuju dan bahagia mendapat kabar dari masing - masing suami mereka. Setelah berembuk lewat Via Wa. Akhirnya persiapan mulai dilakukan di masing - masing kediaman.
Ardiyanti Trimuji
Di kediaman Mujiyono mulai di lakukan persiapan dengan menghiasi rumah dengan bunga - bunga dan kain berwarna merah mulai menghiasi langit atap rumahnya. Tak lama sang Ibunda dan Ayahnya kembali ke rumah.
"Ada apa ini Ayah? Bunda? Kenapa rumah kita ramai sekali dan dihias? Dan kenapa ada beberapa ibu - ibu arisan yang mulai memasak?" tanya Ardiyan bingung padahal dirinya baru saja selesai mandi.
"Besok adalah hari Lamaranmu nak? Dan tepat lusanya yaitu Hari Kamis dirimu akan melaksanakan Akad nikah." Sang Bunda mengusap rambut putrinya.
"Secepat inikah? Ardiyan belum lulus kan?" Mata Ardiyan mulai Sayu.
"Tidak apa nak, ini adalah cara terbaik menghindarkan dirimu dari fitnah dan pergaulan bebas. Apalagi dirimu juga sudah siap untuk menjadi seorang istri bukan? Semenjak kamu bertunangan banyak yang berubah, kamu mulai rajin beberes rumah dan membantu bunda memasak." Mujiyono merangkul pundak putrinya.
"Baiklah dengan iklhas InsyaAllah Ardiyan siap Ayah, niat Ibadah memang harus di segerakan." Jawaban bijak Ardiyan membuat sang Bunda menitihkan air mata.
Hadiwijoyo Hermanto
Dikediaman Bripka Hermanto banyak sanak saudara mulai berdatangan dan membantu menyiapkan seserahan. Hadi sangat bingung menyaksikan keadaan rumahnya terlebih dia baru saja pulang dari acara bersama bapak ibu dewan guru.
"Ada apa ini? Gaduh sekali?" Tanya Hadi kepada sang Ayah yang sibuk mencoba baju batik.
"Kamu besok akan melakukan Lamaran, dan Kamis kamu akan melaksanakan Akad nikah. Ini perintah dan tidak boleh dibantah." Ucap Tegas Bripka Hermanto.
"Baiklah, Saya akan mengikuti perintah bapak." Jawab Hadi dengan berat hati.
Hadi menuju kekamarnya disana dia mengirim Wa kepada Ardiyanti.
Hadi :
Assalamualaikum Ardiyan
Ardiyan :
Waalaikumsalam Pak
Hadi :
Sudah tau dengan keputusan pernikahan kita? Dan apakah kamu bersedia menikah scepat ini?
Ardiyan :
Iya pak, awalnya memang berat menerima pernikahan ini. Tapi saya hanya berusaha patuh dengan perintah orang tua. Apalagi menikah juga merupakan ibadah.
Hadi :
Allhamdulilah, Beruntungnya saya memiliki calon istri sebijak dirimu Ardiyan. InsyaAllah, Kita menjadi sakinah, mawadah, dan warohmah🙏🙏
Ardiyan :
Aminn,, Sudah larut malam pak sebaiknya kita beristirahat. Besok masih banyak yang perlu di persiapkan dan besok kita juga banyak acara.
Hadi :
Baiklah, selamat malam dan selamat beristirahat Ardiyanti Trimuji Hadiwijoyo😊😊
Ardiyan :
😅😅😍😍
Hadi :
😘😘
Malam itu obrolan mereka tertutup manis. Dan mereka sama - sama merasakan bahagia.
Sampai sini udah baper belom Gaes? Kalo belom simak sampai akhir yak😉😊
Awas🔞🔞 Dilarang Baper, ndak suka? Langsung cabut aja😋😋
Bantuin like, coment, dan share yak😍😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher Matematic Imamku
Teen FictionPernikahan semasa SMA memang jarang terjadi di sekitar kita. Bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi. Hal itu pula yang di fikirkan oleh Ardiyanti. Namun opini itu berubah ketika dirinya masuk ke kehidupan pernikahan dengan Guru SMAnya. Awas Hati...
