Senin itu adalah acara terakhir HUT SMA, ditutup dengan lomba Hafalan Alqur'an dan Sholawatan bersama. Usai lomba Siswa di liburkan selama 3 Hari untuk hari tenang mengingat minggu depan adalah UAS Semester 1.
"Pagi Bunda." Sapa Ardiyan menemui sang Bunda di ruang makan.
"Pagi nak, tumben bangun lebih Awal. Padahal ini liburkan?" Ledek sang Bunda.
"Bunda ini, Anaknya mulai berubah jadi baik. Malah di goda." Sahut Mujiyono membawa koran dan duduk di meja makan.
"Iya tau bunda, lagian aku sebentar lagi menikah. Apa aku terus - terusan bangun siang." ceplos Ardiyanti membuat Mujiyono dan Tristiana saling pandang dan tersenyum.
"kamu libur sampai hari apa nduk?" Tanya Mujiyono.
"Selasa sampai Kamis yah. Jum'at masuk untuk kebersiham kelas. Karena senin depan UAS."
Mujiyono memandang sang putri yang melahap habis sarapannya. Ia yakin kini sang putri sudah siap untuk menjadi seorang istri. Mengingat banyak nya terjadi pergaulan bebas Mujiyono memantapkan diri untuk menikahkan putrinya dengan Hadiwijoyo. Akhirnya Mujiyono membicarakan hal itu dengan Bripka Hermanto mereka berdua bertemu di sebuah Rumah makan.
"Bagaimana Pak Polisi. Kita langsungkan saja pernikahan putra putri kita untuk menghindari fitnah dan perzinahan." Ucap Mujiyono dengan meletakan secangkir kopinya.
"Wahh,, saya sangat setuju pak Mujiyono. Terlebih putra saya juga sudah cukup lebih umurnya." senyum sumringah menghiasi wajah pak Hermanto.
"Kalau begitu Besok malam Saya mengundang Pak Hermanto sekeluarga untuk makan malam dirumah saya. Sekaligus membicarakan Pernikahan putra putri kita."
"Bagaimana kalau besok malam kita langsungkan saja sekalian Acara lamaran secara sederhana untuk mempersingkat waktu pak?" Pak Hermanto memandang penuh harap kepada pak Mujiyono.
"Saya ikut saja pak." Senyum sumringah menghiasi wajah Pak Mujiyono.
Bagaimana Gaes? Masih mau lanjut baca? Kepo ceritanya? Yuk geser sampai akhir😘😘
Awas adegan🔞🔞 dilarang Baper😋😋
Tinggalkan jejak like dan coment kalian ya😍😍
KAMU SEDANG MEMBACA
Teacher Matematic Imamku
Roman pour AdolescentsPernikahan semasa SMA memang jarang terjadi di sekitar kita. Bahkan mungkin tidak akan pernah terjadi. Hal itu pula yang di fikirkan oleh Ardiyanti. Namun opini itu berubah ketika dirinya masuk ke kehidupan pernikahan dengan Guru SMAnya. Awas Hati...
