tenggorokkan kering

295 29 0
                                        

----CAROLINE----

Sudah hampir 4 bulan aku jadi anak SMA, akupun sudah lumayan bisa beradaptasi dengan lingkungan baruku. Teman-temanku sudah lumayan banyak. Aku juga sudah mendaftar ikut ekstra dance. Iya, dari kecil aku seneng banget sama menari apalagi dance. Aku sering dikamar sendirian terus nyalain lagu dan "Hold on Girls!" tretet tretet . iya, ceritanya lagi dance gitu. Sampek-sampek mamaku sering jengkel manggil aku beberapa kali tapi gak nyaut akunya, karena aku dance dikamar, hihihi...

Kalau Riska dia ikut ekstra karate, iya pantes banget dia ikut itu. Laki-laki pun terpana kalau ngelihat Riska karate, sampe tuh ya kakak kelas pada nonton ngintip-ngintip untuk lihat Riska latihan karate.

"Ris!"

"iya,kenapa"

"istirahat nih, ayo kita ke perpus!"

"ogah, gini aja. Lu ikut gue lihat Arvie main bola tuh di lapangan sekolah"

"apaan sih, kagak ah"

"lah kenapa? Keren tau Arvie. Kayak Cristiano Ronaldo gitu gesit mainnya, gol terus pula. Lihat tuh, anak-anak pada jadi supporternya Arvie"

"udah deh, ayo ikut gue" ucap Riska sambil menarik tanganku kearah lapangan

Di lapangan, terlihat Arvie dengan seragamnya yang murat marit ikat pinggangnya yang udah kemana-mana, rambutnya yang acak-acakan, dia sedang menggiring bola dengan gesit menerjang lawan mainnya. Dan tiba-tiba lawan mainnya Arvie merebut bola yang digiring Arvie dan menendangnya dengan keras hingga bolanya hampir manabok kepalaku.

"Woi, hati-hati dong!" teriak Arvie menegur temannya

"sorry-sorry, lu gapapa kan?" ucap temannya Arvie menghampiriku dan mengambil bolanya

"awas aja, sampai temen gue kenapa-kenapa gua patahin kaki lu!" sahut Riska

"udah-udah, iya aku gapapa kok"jawabku menengahi perdebatan mereka berdua.

Dan teman Arvie langsung kembali ke lapangan sambil memeluk bolanya.

Temannya Arvie yang dimaksud Carolline itu bernama Rio, ia berbisik ke Arvie "Ar, sorry ya cewe lu kena bola gue, cantik juga cewe lu. Gue kasih stok juga kali" ucap Rio berbisik di telinga Arvie, dan Arvie membalasnya dengan senyuman.

Huhh, itu alasan kenapa aku diajak Riska nonton bola gakmau, soalnya gak tau kenapa,benda bulet namanya bola itu benci banget sama aku, dari Sd aku nonton bola pasti ketabok, entah kenapa. Pernah tuh ya, saking aku benci sama bola, waktu sd aku makan roti tuh aku bela-belain makan sendirian di lorong jauh dari segerombolan penggiring bola, udah menikmati makan roti yang bertabur warna-warni pakai susu indomilk, baru setengah makan eh ada aja bola itu nampar rotiku, sampai akhirnya aku kalau istirahat gakpernah makan di luar kelas entah makan jajan, minum, hhhhh!!

Saat pulang sekolah, Riska udah dijemput sama ibunya dan aku sendirian duduk di Halte menunggu mama jemput aku. Sendirian, Cuma ditemani ibu-ibu penjual pentol, es krim di depan mataku. Tiba-tiba mendung langsung abu lalu menghitam dengan cepatnya, dan alhasil hujan. Oke, udah sendirian, kebeteng hujan pula hhh!

"mbak, ibu duluan ya" sapa ibu-ibu penjual pentol

"ya bu, hati-hati" sahutku

Dilain sisi, Arvie saat hujan-hujan itu ia malah bermain bola bersama teman-temannya, dan PIARRR petir datang, membuat Arvie mengakhiri permainan bolanya itu. Ia memutuskan untuk segera berganti seragamnya yang basah, kotor itu lalu pulang ke rumahnya, ia menyalakan mesin motornya dan berteduh di halte.

"Hai Car" Arvie mendatangiku

"ya" jawabku cuek

Carolline sengaja menjawab sapaan Arvie dengan cuek, karena ia paling anti sama yang namanya cowo. Carolline lebih suka berteman dengan cewe saja, tidak hanya itu. Mungkin karena Carolline masih mencintai laki-laki yang ia sayangi sewaktu kecil, walau hingga sekarang Carolline tidak pernah bertemu dengannya lagi, tetapi Carolline tetap menunggunya.

"cuek amat, sendirian lagi" ucap Arvie sembari duduk disampingku

"biarin"

"cantik-cantik tapi cuek,sayang tuh cantiknya ntar luntur" ucap Arvie mengoda Carolline

Arvie sengaja mengoda Carolline, karena Arvie penasaran dengan Carolline, ia ingin tau dan kenal dengan jauh soal Carolline, walaupun Carolline sangat cuek tapi menurut Arvie dia tahu kalau Carolline itu orangnya baik, karena ia pernah menanyakan tentang Carolline ke temannya.

Hhh! Nih cowo kenapa sih deket-deket aku, males aku kalau kena skandal bahwa "si gadis Rapunzel ngasih pelet ke cowo paling diidolain di sekolah", kan males.

"oh ya, kata bokap gua lu kemarin ditanya ya sama bokap gua soal gue dimana waktu itu"

"hm"

"kok lu tau kalau gua udah pulang waktu itu?"

"iya gue tau, soalnya cewe-cewe di sekolah udah pada pulang, ya pasti karena lu udah pulang. Kalau lu belum pulang, mereka tuh cewe-cewe pasti udah baris lihat lu main bola"

Mendengar jawaban dari Carolline, Arvie tersenyum kecil sambil memandangi wajah Carolline

"kalau lu gak suka ya lihat gua main bola?"

"gak"

"lha tadi, ngapain lu nonton gua?"

"terpaksa, Riska narik tangan gua"

"heran gua lama-lama sama lu, udah cuek gasuka lihat cowo ganteng juga. Aneh banget"

Biarin deh, biarin tuh Arvie semakin sebel sama aku, biar pergi tuh dia. Daripada aku di wawancarai cewe se sekolah gara-gara sama dia.

"Car, lu tahu gak?"

"apaan"

"lu tuh mirip sama hujan sekarang nih. Sama-sama dingin"

"woy, jangan diem mulu. Kesambet ntar, mana gua gahafal surah rukiyah lagi"ucap Arvie sambil menepuk tangannya pas didepan wajahku

Jemputan Carolline akhirnya sudah datang, Carolline pun langsung meninggalkan Arvie tanpa sepatah katapun, sambil menerjang hujan Carolline lari menuju mobil jemputannya. Dan tanpa Carolline sadari, dompet Carolline jatuh pas didepan Arvie. Carolline sudah terlanjur masuk mobil dan mobilnya sudah jalan. Arvie penasaran dan membuka dompet Carolline. Ia melihat foto-foto kecil Carolline yang pakai gaun princess Rapunzel, pakai mahkota, dan Carolline sangat cantik. Arvie juga melihat foto keluarga Carolline, foto Carolline bersama Riska saat SMP, itu semua dilihat oleh Arvie. Arvie memandangi foto Carolline dengan senyum-senyum sendiri seakan-akan ia sedang kasmaran.

Bener kata papa dan Rio, Carolline memang cantik. Tapi kenapa ya, cewe secantik Carolline dia gapunya pacar atau gebetan gitu, kerjaannya Cuma main sama temen-temen cewe kelas, ghibah pula. Yaudah besok aku kasih dompet ini ke Carolline, kasian dia pasti besok gabisa beli minum, yang ada bukan lagi cuek, malah kalau ngomong gaada suaranya dah, kehausan kering tuh tenggorokan si cuek tuh.

RAPUNZELINE ( ENDING )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang