cinderella gadungan

226 21 0
                                        

Saat pelajaran seni budaya, ternyata ada tugas proyek per kelas, yaitu drama. Kelas kami memilih memainkan drama Cinderella. Dan kami harus siap kerja rodi untuk menyiapkan drama kelas ini. Sudah 2 minggu berlalu, akhirnya kurang 2 lagi drama ini dimulai. Aku bukan menjadi peran apapun dalam drama kali ini, dan aku hanya menjadi tukang lighting, dan Riskalah yang menjadi Cinderella dalam drama ini, Arvie jadi tukang sound system.

"Car, besok lu bawa tongkat pramuka ya, terus lu tali tuh sama senter. Biar bisa jadi lighting yang bagus gitu dari atas" ucap Rere

"iyadeh besok aku buat"

"Car, sini bantu aku pakai gaun Cinderella ini" suara Riska memanggilku

"yeyy, bagus gak Car?" Tanya Riska sambil memamerkan gaun Cinderella yang megah itu dan sangat cocok dipakai Riska.

"bagus banget Ris, kamu cantik banget" jawabku

Dilain sisi, Ridho selaku pemain pangeran ia juga mencoba baju pangeran yang akan ia kenakan saat pentas drama, dan Arvie sedang sibuk mengotak-atik sound dengan memutar backsound drama berulang kali, tapi tetap aja putus-putus suaranya, temanku lainnya ada yang sibuk menata panggung drama dan menyiapkan berbagai pernak-pernik di sudut panggung, ada yang sibuk test make up untuk Riska sebagai Cinderella, ada pula yang sibuk mengatur alur cerita nantinya yang akan dipentaskan.

Tak terasa hari sudah semakin sore, aku dan teman-temanku bersamaan sholat Magrib dan diimami oleh Arvie. Selepas sholat maghrib kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Aku menunggu jemputan di halte sekolahku bersama dengan teman-temanku.

"Ris, kamu punya tongkat pramuka kan? Tanyaku ke Riska

"kagak punya gue, kemarin dipatahin sama adek gue. Bukannya lu punya Car?"

"gapunya Ris, punyaku sudah aku tinggal di SMP"

"Yaudah lu pinjem punyanya Faisal aja, diakan anak pramuka"

"oh iya pinter juga"

"Sal, lu masih ada kan tongkat pramuka?" tanyaku ke Faisal

"waduh, udah gaada car. Udah dipakai champ semua sama adek kelas"

Hmm,gimana ya ? aku gapunya tongkat pramuka lagi. Mana besok aku harus sudah buat lighting. Ya Tuhan, bagaimana ini

H-1 DRAMA

Carolline pergi ke sekolah untuk mempersiapkan drama tanpa membawa apa-apa, ia binggung semalaman ia tanya teman-temannya gak ada yang punya semua, walaupun ia sudah cari tongkat panjang di samping rumahnya pun juga gak ada.

Gimana nih, gak ada tongkat lagi.

"Car, mana tongkatnya?" Tanya Rere

"ee,maa.. map Re" jawabku dengan ragu

Tiba-tiba Arvie datang sambil membawa tongkat dan senter yang sudah diikat,

"nih tongkatnya Carolline, Re" ucap Arvie

"lah, ini nih yang penting. Oke kerja bagus Car" jawab Rere

Kok bisa Arvie bawa tongkat sih? Emangnya dia tahu kalau aku lagi butuh tongkat? Lagi-lagi aku harus terjebak diantara aku dan Arvie.

"eitsss stop, jangan pergi dulu"

"kenapa sih Ar?"

"kemarin aku gak sengaja denger omonganmu sama Riska dan Faisal kalau kamu butuh tongkat buat lighting, ya aku bantu kamu Car, aku cariin tuh puter-puter toko akhirnya ketemu tongkat itu dan sekalian aku buat lighting"

Setelah mendengar perkataan Arvie itu, aku terdiam dan merasa beruntung punya teman seperti Arvie, rasanya keraguan dalam diriku tentang Arvie perlahan luntur, dan aku baru sadar gak seharusnya aku cuek ke Arvie.

RAPUNZELINE ( ENDING )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang