omongan itu doa.

181 22 0
                                        

Sudah lima bulan Carolline dan Arvie menjadi anak SMA, akhirnya Arvie harus memutuskan apakah ia mendaftar ikut persaingan atlet sepak bola atau tidak. Di dalam hati kecil Arvie sebenarnya Arvie sangat berat meninggalkan Carolline, tapi apa daya memang sudah mimpi Arvie dari kecil menjadi seorang Atlet.

"Nak, bapak lihat-lihat riwayat olahraga sepak bolamu cukup memuaskan. Mengapa kamu tidak segera mendaftarkan diri dalam persaingan sepak bola ini?" Tanya kepala sekolah yang memanggil Arvie

"maaf pak, saya butuh waktu"

"untuk apa lagi Ar, kesempatan tidak akan datang kedua kalinya. Bila kamu berhasil lolos, mereka pasti akan bangga denganmu" tegas kepala sekolah

"baik pak, jika saya sudah bersedia saya akan menghubungi bapak"

"baik, silahkan kembali ke kelas dan berpikir dua kali"

***
Hari ini adalah hari paling bahagia untuk Arvie, karena Arvie berhasil membujuk Carolline untuk ikut bersamanya, walaupun sempat ditolak beberapa kali dengan Carolline. Tapi memang Arvie yang sejak dilahirkan ditakdirkan untuk susah menyerah alhasil Carolline mengalah dan ikut dengan Arvie. Kali ini Arvie mengajak Carolline menuju stadium lapangan yang letaknya cukup jauh, mereka naik bus berdua. Di dalam bus mini, terdapat lagu yang diputar oleh supir bisnya.

Dari semua pria, aku yang juara.. Dari semua wanita kau yang paling sejiwa.. dengamu semua air mata jadi suka riaa, akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka.

Denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria, janganlah kau berpaling dariku karna kamu cuma satu...

Mereka berdua menyanyikan lagu bersama seakan-akan telah menjadi pasangan, hingga orang-orang di dalam bus melihatnya dan tertawa kecil.

"denganmuu aku bahagia" nyanyian Arvie menatap Carolline

"denganmu semua ceriaa" jawab nyanyian Carolline ke Arvie

"mas, itu pacarnya ya?" Tanya ibu-ibu dalam bus

"doain aja bu, biar saya lulus buka gembok hatinya" jawab Arvie

"perempuan itu gitu mas, bilangnya A tapi hatinya B" sahut bapak bertopi hitam

"iya pak, dulu sih katanya benci berarti cinta nih" ucap Arvie sambil menyenggol Carolline

"Arvieee.." ucap Carolline

Dalam bus mereka saling tertawa bersama, dan menikmati perjalanan mereka yang sebentar lagi sampai

"eh Car, lihat tuh!"

"apa tuh?"

"itu ada gedung buat perkumpulan atlet, kalau aku jadi atlet sepak bola kamu masih mau kan?" (ciee udah aku kamu sekarang)

"apaan sih Ar" jawab Carolline sambil tersenyum

"kalau aku jadi atlet, nanti pas aku pertandingan pertama kali, kamu lihat langsung ya, jangan cuma di tv"

"aku bakalan tambah semangat kalau kamu ada di bangku penonton"

"stadiumnya itu indah Car, kalau malam kamu bisa melihat bintang dan bulan secara real di depan mata"

"aku ingin bisa sama kamu melihat bintang itu" ucap Arvie

Mendengar ucapan Arvie, kali ini Carolline tersenyum kecil sambil memandang Arvie, sedangkan Arvie menatap di depan sambil membayangkan Carolline melihatnya waktu bertanding dan tersenyum-senyum sendiri.

Sesampainya di stadium lapangan, Arvie menggandeng tangan Carolline dan membawanya di ujung lapangan.

"Yeyy!! Akhirnya aku bisa di sini!!" teriak Arvie

RAPUNZELINE ( ENDING )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang