"Sudah kukatakan berkali-kali padamu. Jangan berharap lebih padaku,"
Hana terdiam menatap Sehun yang sedang memakan sarapannya.
"Sampai kapanpun jangan pernah berharap aku menikahimu, sekalipun kau benar-benar hamil anakku."
"Dan kau tak akan pernah bisa pergi dariku kecuali kau kehilangan nyawamu,"
Hana memejamkan matanya. Hatinya sakit setiap kali Sehun menyatakan bahwa dirinya tak cocok dengan Sehun. Sekarang kasta Hana jauh di bawah Sehun, tentu saja tidak cocok bukan?
"Bagaimana jika Eomma yang memintanya?"
Sehun dan Hana menolehkan kepalanya secara bersamaan. Terdapat wanita paruh baya berdiri di sana. Wajah cantiknya tak luntur meski umurnya tak lagi muda.
"Eomma?"
"Apa yang kau pikirkan? Mengapa diam-diam kau menyimpan perempuan di sini?"
"Dia maidku,"
"Maid dan terus memakainya?" tanya Taeyeon. "Eomma tidak mau tahu, nikahi dia atau kau bukan anak Eomma."
•••
Taeyeon menatap setiap inch tubuh Hana. Ada banyak bekas luka di sana. Beberapa luka itu baru, sebagian juga luka lama. Taeyeon bingung, apa yang dilakukan putra bungsunya hingga menyakiti gadis cantik ini?
"Sehun sering menyiksamu?"
Hana terdiam. Dia takut pada Sehun yang menatapnya dengan tatapan tajam, seakan berkata bahwa Hana akan dihukum jika berbicara jujur pada ibunya.
"Tak usah takut padaku, gadis cantik. Apa Sehun sering menyiksamu?"
Hana mengangguk pelan, "Itu karena saya melakukan kesalahan, Nyonya."
Taeyeon menyentuh salah satu luka di bahu Hana. Luka yang baru kemarin pagi dia dapatkan karena Sehun menamparnya hingga jatuh dari kursi. Merasakan perih, Hana bergerak. Taeyeon mengerti bahwa luka itu baru. Dia menyentuh pipi Hana yang lebam, juga bibir yang robek. Sepertinya Sehun baru memukuli gadis ini. Taeyeon juga segera melihat kaki Hana.
"Kau pernah menginjak kakinya, Sehun?"
"Dia berusaha kabur, Eomma. Aku tak suka wanita pembangkang,"
Plak.
Hana terkejut ketika melihat Sehun mendapat tamparan dari ibunya. Sehun segera mengembalikan posisi kepalanya seperti semula dan menundukkan kepalanya.
"Apa yang kau pikirkan, Sehun? Siapa yang mengajarimu seperti ini?" tanya Taeyeon.
Sehun terdiam ketika Taeyeon kembali menamparnya. Hana ikut menundukkan kepalanya, takut Sehun akan marah karena hal ini.
"Apa yang dijanjikan oleh Sehun sehingga kau mau menjadi simpanannya?"
"Tuan... Sehun sudah membantu saya... Nyonya."
"Benar-benar!"
Taeyeon menarik dagu Sehun. "Apa ini balasanmu kepada Eomma, Sehun?"
"Eomma..."
"Nikahi dia atau kau bukan anakku lagi,"
"Eomma..."
Taeyeon keluar dari kamar Sehun. Sehun mengejarnya, berusaha meminta maaf. Melihat dua orang keluar dari kamarnya, membuat Hana bernafas lega. Dia segera duduk di pinggir kasur Sehun, lalu mengusap perutnya.
"Terima kasih sudah kuat, Nak. Eomma menyayangimu,"
Prang...
Hana terdiam ketika melihat seseorang menjatuhkan piring yang dibawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please Love Me, Sir
FanfictionPark Hana, gadis yang kabur dari agensinya karena dipaksa melayani lelaki hidung belang bertemu dengan Oh Sehun, CEO SH Entertaiment yang dikabarkan gay oleh media Korea.
