Hana terdiam sejak Junmyeon dan Irene mengucapkan janji suci. Air matanya menetes melihat raut bahagia diantara keduanya. Oh, sejak dulu Hana ingin sekali mendapatkan lelaki tampan juga kaya. Ditambah penyayang.
Sehun memperhatikan Hana sejak masuk ke altar. Raut wajahnya seperti menunjukkan ekspresi sedih.
"Hana, apa kau merasa sakit?" tanya Sehun.
Hana menggeleng, "Ani."
"Mempelai pria dipersilahkan mencium mempelai wanita." ujar pendeta.
Junmyeon maju selangkah dan mencium bibir Irene. Suara riuh tepuk tangan menggema di ruangan tersebut.
"Sehun, aku ingin sesuatu." bisik Hana.
"Apa Sayang?"
"Cium aku di sini," pinta Hana.
Sehun membulatkan matanya, "Sayang, di sini sangat ramai. Bagaimana ada media yang—"
"Huwaaa..."
Mendengar tangisan Hana, beberapa tamu bersamaan menoleh ke arah Sehun. Karena terkejut, Sehun menutup mulut Hana dengan tangannya.
"Iya, kita ciuman. Tapi di belakang, ya, Sayang. Jangan di sini,"
Hana mengangguk patuh. Sehun lalu membawa Hana ke tempat yang tak ada orang. Sehun menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan tak ada orang yang lewat. Kemudian Sehun mencium bibir Hana lembut.
Hana memejamkan matanya, membalas perlakuan lembut dari bibir Sehun. Tangannya dia letakkan di pinggang Sehun, meremas jas yang Sehun kenakan.
"Sehun aku ingin kau,"
"Bagaimana jika di rumah?"
"Hu—"
"Oke, Sayang. Kita main cepat." Sehun membuka zipper celananya, kemudian membuka dalam Hana.
"Ahhh..."
"Pelankan suaramu, Hana. Aku takut ketahuan,"
"Sehun, lepas. Sakit,"
Sehun melebarkan matanya, "Lspas?"
"Iya. Kau tak tuli, 'kan?!" pekik Hana. "Sakit, Sehun! Kau ingin membunuh anakku, ya?" tanya Hana.
Mendengar Hana yang berteriak, Sehun segera melepaskan penyatuan mereka.
"Kulum, ya?" pinta Sehun.
Hana menggeleng cepat, "Aku mual." ucapnya sembari memakai celana dalamnya lagi.
"Lalu aku harus bagaimana, Hana? Milikku tegang karenamu,"
"Bermain solo saja. Sudah, ya. Aku ingin ke ke Irene Eonnie," Hana berjalan meninggalkan Sehun sendirian yang frustasi karena Hana.
Hana tersenyum sepanjang jalan, tangannya mengusap perutnya terus menerus. "Kerja bagus, Nak." Hana terkekeh.
Hana berjalan ke arah ruangan altar. Sekarang waktunya berpesta. Hana lebih memilih duduk dan meminum susu strawberrynya.
Cukup lama Hana duduk sendiri, akhirnya Sehun datang menghampirinya.
"Maafkan aku, anakmu selalu bertindak semaunya. Dia membuatku tersiksa," ucap Hana.
Sehun mengangguk, lalu mencium dahi Hana. "Tak apa. Anak itu juga anakku."
Hana tersenyum lagi, "Gumawo, Sehun. Terima kasih sudah bersabar menghadapiku dan anakku."
Cup.
•••
"Pengantin pria dipersilahkan mencium pengantin wanita,"
Sehun maju ke depan, kemudian memegang tengkuk Hana dan mencium bibir Hana dengan lembut. Suara riuh tepuk tangan mengisi ruangan tersebut.
Dua bulan berlaru sejak pernikahan Irene dan Junmyeon. Sehun meminta ibunya untuk menyiapkan pernikahannya dengan Hana secepat mungkin. Hal ini dikarenakan berita kehamilan Hana yang sudah menyebar luas.
Awalnya Sehun terkejut karena berita itu menyebar ke seluruh kota. Dia takut semua orang yang membacanya akan membully Hana, sang mantan model. Namun ketakutan Sehun tak jadi kenyataan. Hana tetap jadi wanita nomor satu yang dielu-elukan oleh warga Korea.
Beberapa masyarakat mungkin membenci Hana karena dia hamil di umurnya yang sangat muda. Tapi yang mengucapkan selamat pada Hana lebih dari banyak. Mereka berkata bahwa Sehun dan Hana adalah pasangan sejoli. Bahkan Hana memiliki beberapa penggemar yang siap melindungi Hana dari hattersnya.
The power of Hana.
Hana itu sorotan publik. Kecantikannya dan tingkah lakunya selalu menjadi sorotan. Bahkan di setiap acara, baju yang dikenakan Hana akan trending besok paginya. Kini, status Hana berubah. Dia sudah menikah dengan seorang pengusaha paling berpengaruh di Korea, Oh Sehun.
Kilatan-kilatan cahaya kamera terus kelihatan. Hana dan Sehun terus tersenyum ke arah kamera.
Semuanya telah berubah. Bahkan Sehun sama sekali tak pernah membentak Hana karena kelakuan anak yang ada di dalam perutnya.
Hana pernah membangunkan Sehun karena mengingkan odeng di tengah malam. Hana juga pernah muntah di baju Sehun. Hana pernah merepotkan Sehun karena terus menangis tanpa sebab. Namun Sehun masih terus sabar menghadapi Hana.
"Aku mencintaimu,"
Oh Sehun, pria yang sama sekali benci akan kalimat cinta. Kini sudah berubah menjadi pria yang selalu mengucapkan kata cinta pada Hana.
Hana berhasil merubah sisi monster Sehun menjadi seseorang yang penyayang. Dan kini sudah waktunya mereka bahagia setelah apa yang sudah mereka lewati bersama.
Congratulation, Oh Sehun dan Oh Hana.
Semoga kalian terus bahagia hingga maut menjemput kalian.
[...]
guyssss sorry baru bisa updateee... aku lg uts dan bener2 sesibuk itu. ini aku update sambil ngerjain akuntansi hiks. btw, cerita ini uda tinggal epilog. dan aku uda nyiapin cerita baru. jadi jgn bosen2 yaaa...
KAMU SEDANG MEMBACA
Please Love Me, Sir
Hayran KurguPark Hana, gadis yang kabur dari agensinya karena dipaksa melayani lelaki hidung belang bertemu dengan Oh Sehun, CEO SH Entertaiment yang dikabarkan gay oleh media Korea.
