******
Minggu
07.00
Kriiiiing!
Kriiiiing!
Jam weker bermotif doraemon terus saja berbunyi di kamar milik Kavin. Tangan Kavin merayap mematikan alarmnya.
"Hoaaaaamm!!" dia melek, menguap, mengulet, meroda, berguling, berlarian kesana kemari dan tertawa.
Apasih anjr!?
Kavin berjalan sempoyongan menuju dapur rumahnya. Kebiasaan cukup lama yang tidak bisa hilang, lapar setelah bangun tidur.
"BI! MASAK APA!?" teriak Kavin dengan suara serak.
"Liat aja den.." balas Bi Inah.
Kavin membuka lemari kaca dan mendapati roti gandum beroleskan selai cokelat dan meses diatasnya. Cukup menggiurkan bagi Kavin.
Dia pun membawa roti itu ke meja makan dan mulai memakannya. Sambil melamun mengumpulkan nyawa, dia sempat membayangkan Gladis dipikirannya. Jujur, Gladis selalu masuk kemimpinya akhir akhir ini.
Ting!
'Dad' send a massage
Layar handphone Kavin menyala saat ada notif masuk. Kavin meliriknya, ternyata itu dari papa.
Dad
Morning my boy! Papa ada tugas buat kamu. Sementara papa di China, kamu gantiin papa tugas ya... Gampang kok, cuman nandatanganin berkas berkas yang masuk. Tugas kamu dimulai hari ini Kavin, YA! HARI INI...Hari ini kamu ke kantor papa ambil berkas diatas meja dan fotoin ke whatsapp papa.
Sekalian...ini kan hari Minggu. Ajak Aisha jalan-jalan, wanita suka pas weekend diajak keluar sama pacarnya. Traktir Aisha makan, jangan pelit! Kartu ATM di atas kulkas buat jajan seminggu ya Vin. Harus cukup seminggu!
INGAT KAVIN!
HARUS CUKUP UNTUK SEMINGGU!
Wushh!! Seperti angin lewat, bulu kuduk Kavin meremang begitu saja. Dia cukup terkejut saat papanya meminta dia untuk menggantikan tugas sebagai CEO mulai hari ini dan seminggu kemudian.
Dan papanya seperti dokter cinta. Suka mengatur ngatur ketika Kavin sudah mempunyai pacar. Kavin tau, anggap saja semua itu sebagai bimbingan agar dia tidak mengecewakan perempuan.
Kavin beralih ke hp nya. Menekan ikon telfon melalui whatsapp dengan kontak bernama Aisha. Dia menelponnya dan ingin mengajaknya pergi jalan jalan, seperti papanya bilang.
"Halo Kavin?"
"Hn. Jam 10 gue ke rumah lo. Gaada alasan, gaada penolakan. Pake baju yang rapih sedikit, kita mau kekantor papa gue...."
"Tun- tungg"
Tuuuut...
Tuuut...
Panggilan dimatikan satu arah dengan Kavin. Dia berlanjut memakan roti gandumnya yang tadi. Terserah Aisha mau mengutuknya karna Kavin main nyerocos aja, dia tidak peduli.
Sementara itu...
Aisha tengah mengepel dan menyapu rumah di Minggu pagi ini. Dia berniat hari ini ingin rebahan seharian, yap! Kalian tau kan? Dia lelah bekerja.
Tenonenonet!
Tenonenonet!
Bunyi nada dering hp Aisha yang mengganggu kegiatannya membuat dia penasaran siapa yang menelfon.
"Hish! Ganggu saja!" desis Aisha sinis pada hp pemberian Kavin yang tak bersalah.
Aisha mengambil hp nya lalu bercakap memulai duluan.
"Halo Kavin?"
"Hn. Jam 10 gue ke rumah lo. Gaada alasan, gaada penolakan. Pake baju yang rapih sedikit, kita mau kekantor papa gue...."
"Tun- tungg"
Tuuuut...
Tuuut...
Aisha menatap aneh pada layar hpnya. Bukan ke hp, ke orang yang menelponnya tadi.
"Apa apaan dia?! Ga bisa apa dengerin gue ngomong dulu!? Gue pengen rebahan kali, Ini Minggu oke? Shift kerja gue juga udah diganti, huaaa!! Gue pengen istirahat." keluh Aisha.
Heuh! Percuma saja mengeluarkan isi hatimu,Aisha! Disini kan sepi, gaada yang bakalan dengerin.
*********
Kavin turun dari kamar dengan setelan hoodie putih dan celana jeans berwarna hitam. Setelan monokrom ini banyak disukai orang, cocok juga dengan segala warna kulit. Termasuk kuning langsat seperti Kavin.
Kavin melirik jam dinding, jarum panjang mengarah di 8 sedangkan jarum pendek mengarah di 10. Oke, 20 menit lagi sudah jam 10 pas, dan dia harus bersiap segera karena sudah janji dengan Aisha.
Hanya memakai topi dan sneakers hitam? Tidak buruk juga. Kavin malah suka hal hal yang berbau hitam putih. Kavin pergi ke garasi mengambil mobilnya, dia cepat cepat menuju rumah Aisha.
14 menit kemudian..
Kavin yang berada di dalam mobil sudah melihat Aisha yang menunggunya dari depan pekarangan rumahnya. Mobil Kavin berhenti tepat di depan Aisha.
"Pas sekali!" seru Kavin melihat jam digitalnya menunjukkan pukul 10.00
Aisha mengetuk jendela mobil Kavin, membuat si supirnya langsung membuka kunci semua pintu mobil.
Aisha masuk dan langsung duduk. "Gue kira lo terlambat." ucap Aisha.
"Gak akan. Gue udah janji jam 10 kan? Kalo gue kelewat jam 10 berarti gue ngingkar janji." Ujar Kavin mulai memutar stir mobilnya.
"Ooh.. Gue kira laki laki cuman bisa ngeluarin janji doang, gak langsung nepatin." kata Aisha.
Kavin langsung mengalihkan pandangan dan menatap Aisha intens. "Gak semua laki laki kaya gitu!..."
Aisha membuang nafasnya, dia mengangguk pelan.
".....btw dress lo bagus. Gue baru liat lo pake dress selutut."
Aisha menggunakan dress putih dengan lengan panjang sampai lutut. Tepat di v neck, ada manik manik mengkilap menghiasi dressnya. Sangat cantik, apalagi Aisha yang mengenakannya.
"Gue suka dress lo, sekali kali rambut lo digerai kaya gini ya. Jangan lupa dipakein bando. Beuh! Semakin cantik gue liatnya." puji Kavin.
Wajah Aisha bersemu merah saat menerima pujian Kavin. Harus Aisha ceritakan kalau dress ini adalah pemberian mamanya, jadi dia benar benar menyimpan dengan baik dan baru beberapa kali memakainya.
Aisha mengelus rambut dan bando putih yang senada dengan dressnya secara reflek. Duh! Makin ser seran aja kalo Kavin udah muji.
**********
Yang Aisha tahu adalah Kavin ingin ke kantor papanya. Tapi kenapa malah nyasar ke mall yang ramainya nauzubillah gini sih?!
"Vin...ini kan mall?" ucap Aisha.
"Iya, makan dulu...nanti perut lo laper gue ga mau tanggung jawab." balas Kavin terkekeh pelan.
"Yuk!" ajak Kavin menarik pergelangan tangan Aisha hingga dia tersungkur ke depan.
Jujur, Aisha sangat senang diajak jalan jalan oleh Kavin. Tapi dia juga kecewa karena tidak dapat beristirahat dan rebahan.
Hmmm...Minggu yang menyenangkan.
Mata Aisha mengedarkan seluruh pedagang yang ada di Mall ini. Mulai dari make up, baju, boneka, aksesoris, perhiasan dan lain-lain.
Berapa kali Kavin menawarkan sesuatu untuk Aisha, tapi dia enggan menerimanya. Alasannya logis, mahal, terlalu buang-buang uang.
Tapi Kavin memaksa. Percuma kalau ke Mall tidak membawa apa-apa ketika pulang. Setidaknya Aisha dibelikan sesuatu sebagai hadiah darinya.
"Dasar Kavin" batin Aisha, ia menggeleng-geleng kepala ketika Kavin memilihkan dress untuknya.
**********
Hufhh!! Maaf kayanya telat up deh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Promise
Teen Fiction"ayuk kita buat perjanjian." ~kavin "perjanjian apa?" ~aisha. "gue akan ngasih lo uang buat pengobatan, dan lo akan jadi pacar gue. Gimana?" ********* Cuman cerita dari otak murni gue yang unfaedah. Cerita tentang remaja, cinta, sebuah janji, dan ci...
