Extra Part - Seokmin and Jisoo

3.7K 200 6
                                        

Seokmin baru saja mendapatkan kabar dari Mingyu, hari ini Mingyu telah menjadi ayah, sejak satu bulan yang lalu Mingyu memutuskan untuk cuti, ia ingin menemani Wonwoo sampai waktu kelahiran anak pertamanya tiba.

Seokmin menggantikan tugas kantor Mingyu beberapa minggu ini, dan tepat hari ini tugasnya telah selesai, besok ia akan mengambil cuti dan berlibur ke Eropa, ia ingin melepaskan kejenuhannya sejenak.

Semenjak sang istri pergi, lebih tepatnya bunuh diri dan meninggalkan Seokmin sendirian, membuat Seokmin semakin gila dalam bekerja, ia bahkan tidak mengenal kata istirahat, hanya sesekali mengobrol dan minum bersama temannya, setelahnya ia kembali bekerja, menurutnya hanya itu satu-satunya cara untuk melupakan mendiang istrinya.

Seokmin dan istrinya telah menikah selama lima tahun, namun sayangnya mereka tidak dikaruniai seorang anak, membuat sang istri depresi akan hal itu.

Seokmin berulang kali meyakinkan istrinya bahwa ia mencintai istrinya dan tidak mempermasalahkan hidup tanpa keturunan, namun istrinya tetap tidak bisa menerimanya.

Sang istri berkeyakinan ia dikutuk untuk tidak bisa memiliki anak, dan membuat hidup Seokmin menjadi sial karna menikahinya, tekanan yang besar diakibatkan pikirannya sendiri membuat sang istri semakin depresi dan pada akhirnya memutuskan bunuh diri.

Seokmin sangat menyesali dirinya yang tidak bisa meyakinkan istrinya semakin merasa bersalah, butuh waktu tiga bulan bagi Seokmin untuk mau keluar dari apartemennya setelah mendiang istrinya dimakamkan.

Saat itulah ia bertemu dengan Jisoo, tetangga wanita yang selalu menggodanya, merayunya, bahkan menawarkan dirinya untuk dinikahi Seokmin.

Awalnya Seokmin mengira Jisoo sudah tidak waras tapi lama-kelamaan ia yakin Jisoo benar-benar gila, sangat gila.

Selama satu tahun Jisoo terus berusaha mendekati Seokmin, dan selama itu juga akhirnya Seokmin perlahan-lahan melupakan kesedihannya.

Ketika ia mendengar kabar Jisoo yang memutuskan kembali pada ayahnya, awalnya Seokmin bersyukur itu artinya tidak ada lagi yang mengganggunya, namun ketika Jisoo telah pergi, Seokmin justru kembali mengingat mendiang istri dan kembali terpuruk.

Akhirnya Seokmin sadar, kehadiran Jisoo mampu membantunya melupakan keterpurukannya, tapi kesadarannya itu datang sangat terlambat, Jisoo telah pergi.

Seokmin bahkan pernah bertanya pada Wonwoo kemana Jisoo pergi, ingin sekali rasanya Seokmin menjemputnya untuk kembali, tapi Wonwoo mengatakan "Jisoo telah kembali ketempat yang jauh, sangat jauh" lalu Wonwoo menunjukkan langit padanya.

Seokmin berharap suatu saat nanti ia bisa bertemu kembali dengan Jisoo, ia akan mengatakan perasaannya, tidak akan ia biarkan Jisoo pergi darinya, biarkan kali ini Seokmin yang mengejar Jisoo.

...

"Wah.. udaranya segar sekali" Seokmin telah sampai disebuah desa kecil di Eropa, ia ingin menikmati liburannya didesa itu.

"aku akan berjalan-jalan sebentar" Seokmin menyusuri sebuah pasar kecil yang berada tidak jauh dari penginapannya.

"sepertinya ini bagus untuk Wonwoo, aku akan membeli untuknya" Seokmin menemukan sebuah hiasan berbentuk sayap berwarna putih.

"tolong bungkus ini, aku akan membelinya" ucap Seokmin pada sipenjual.

Seokmin terus menyusuri tempat itu hingga ia sampai pada sebuah jembatan panjang, banyak anak-anak yang bermain dijembatan itu, dan ada beberapa orang dewasa lainnya yang sepertinya turis sama seperti Seokmin.

"jika kau sudah punya orang tua nanti jangan lupa selalu bersikap sopan ya, kau tidak boleh menyulitkan mereka"

Seokmin mendengar seseorang yang berbicara disampingnya, ia menoleh dan menatap dua orang yang berada disampingnya, ada seorang anak kecil dan seorang pria dewasa.

White AngelTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang