"ibu.. Minu sudah lapal"
"bangunkan ayah dulu, habis itu baru makan"
Seorang anak kecil berusia tiga tahun berlari dari ruang makan menuju kamar sang ayah, ia membuka pintu itu menggunakan seluruh tenanganya, menaiki tempat tidur, menatap pria dewasa yang masih memejamkan matanya.
Anak kecil itu menaiki tubuh pria dewasa itu, ia menduduki perut sang ayah, lalu mengarahkan tanganya pada pipi sang ayah.
"ayah ayo bangun.. Minu lapal.." ucap sang anak sembari menepuk pipi ayahnya
"hm.." gumam sang ayah yang masih setia memejakan matanya
"ayah Minu lapal... ayah...!" tidak menyerah sama sekali sang anak masih berusaha membangunkan sang ayah.
"sebentar lagi sayang.." ucap yang ayah yang tidak mau membuka matanya.
Karena sang ayah yang masih tidak mau bangun, sang buah hati mengarahkan tangannya pada hidung ayahnya, ia menekan hidung pria itu membuatnya tidak bisa bernapas lalu menutup mulut sang ayah, ini adalah cara ampuh untuk membangunkan ayahnya.
"bhaaahhh hahh Minwoo mau buat ayah kehabisan napas ya?"
"Minu lapal.." wajah memohon sang anak terlihat jelas saat ayahnya telah membuka matanya.
"ya sudah ayo.. ayah cuci muka dulu" Pria itu telah bangun dari tidur nyamannya, ia menggendong sang anak menuju kamar mandi, membasuh wajahnya sebentar, lalu melangkah menuju ruang makan.
"telur lagi?" ucap Mingyu saat melihat menu yang terhidang diatas meja makan
"kesukaan Minu hehe" ucap seorang anak yang masih berada dipangkuan Mingyu
"Minu duduk yang benar dulu" ucap sang ibu
"Minwoo tidak bosan makan telur tiap hari?" tanya Mingyu saat sang anak telah menyuapkan makanannya kedalam mulutnya.
"tidak.. Minu suka telul!"
"lama-lama muka Minwoo mirip telur loh nanti" goda Mingyu pada anaknya.
"ibu~" sang anak melapor pada ibunya saat ia menyerah meladeni sang ayah
"bilang sama ayah, nanti muka ayah kayak serbuk teh tiap pagi minum teh" ucap Wonwoo pada sang anak, ia membela anaknya agar tidak menangis saat masih makan.
"udah milip kok!" ucap sang anak yang membuat kedua orang dewasa yang duduk bersamanya tertawa mendengar kalimat sang anak.
...
Mingyu melangkah keluar dari kamarnya setelah menggunakan pakaian yang rapi, ia akan bersiap bekerja hari ini.
"sayang aku mau berangkat" ucap Mingyu begitu berada diluar kamar
Wonwoo segera mendekat kearah suaminya, menyimpulkan dasi dan merapikan menampilan sang suami, kegiatan rutin dipagi hari yang sangat Mingyu sukai.
Mingyu merengkuh pinggang istrinya dan tersenyum saat menatap wajah sang istri.
"deja vu ya?"
"deja vu tiap hari?" Mingyu tertawa saat mendengar istrinya balik bertanya.
Setiap pagi Mingyu akan mengingat saat-saat pertama kali Wonwoo menyimpulkan dasinya dulu, yang berubah menjadi kegiatan rutin bagi keduanya kala itu.
Cup
"aku akan selalu merindukan bibir ini" ucap Mingyu.
"aku lebih merindukan suara manja anakku" ucap Wonwoo
"ayah... Minu juga mau dicium!" ucap sang anak
Benar saja, semenjak sang anak hadir, ia akan selalu meminta kecupan dari sang ayah sebelum berangkat bekerja, jika ia melihat ibunya mendapat kecupan maka sang anak juga harus mendapatkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
White Angel
FanfictionWARNING 21+ BOY X BOY TIDAK SUKA JANGAN BACA!!! Jeon Wonwoo adalah seorang malaikat, ia ditugaskan menyatukan potongan emblem yang merupakan simbol takdir cinta manusia, yang membuatnya harus bertemu dengan seorang pria bernama Mingyu pemilik salah...
